Melipatgandakan Tes PCR
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Melipatgandakan Tes PCR

Tajuk: Suara Pembaruan

Jumat, 24 April 2020 | 08:00 WIB

Di tengah pandemi Covid-19 yang dihadapi bangsa ini, masalah data kembali mencuat. Tak hanya data penerima bantuan sosial yang centang perenang, data korban meninggal setelah terinfeksi virus corona pun dipertanyakan.

Dalam sebuah diskusi melalui telekonferensi pada Sabtu (18/4/2020), Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), D??ng M F???h m?ng?t?k?n, data k?m?t??n ?k?b?t Covid-19 d? rum?h ??k?t berbeda dengan d?t? ??ng dipublikasikan ??m?r?nt?h. M?nurutn??, angka k?m?t??n ?????n C?v?d-19 di rumah ??k?t du? k?l? l?b?h b???r dibanding d?t? yang d?m?l?k? pemerintah.

Sampai Sabtu (18/4/2020), jumlah korban meninggal akibat Covid-19 yang diumumkan pemerintah mencapai 535 orang. Dokter Daeng menyebutkan data korban meninggal di rumah sakit bisa lebih dari 1.000 orang.

Bagi kita, pesan yang ingin disampaikan ketua umum PB IDI adalah pemerintah hendaknya melipatgandakan swab test yang diikuti pengujian di laboratorium dengan metode polymerase chain reaction (PCR) terhadap siapa pun yang pernah melakukan kontak dengan korban meninggal akibat Covid-19 maupun orang yang sudah dinyatakan positif corona. Kita percaya pada data yang dipublikasikan pemerintah, tetapi apabila tes PCR bisa dilipatgandakan, jumlah korban meninggal akibat Covid-19 maupun orang yang positif corona bisa diketahui lebih cepat.

Dalam kasus ini, kita juga ingin menyoroti kinerja aparat pemerintah di lapangan yang mencari data ke rumah sakit. Data yang disajikan ke publik tentu saja merupakan hasil kerja lapangan, tetapi bukan tidak mungkin masih ada petugas yang bekerja sekadarnya, sehingga data yang disampaikan tak sepenuhnya akurat. Para pejabat yang bertanggung jawab atas data Covid-19 harus betul-betul mengawasi petugas lapangan agar semua data yang disampaikan valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bertolak dari hal tersebut, setidaknya ada dua hal yang bisa dilakukan ke depan terkait transparansi data, serta pelipatgandaan tes PCS dan manfaatnya. Pertama, perintah Presiden Joko Widodo agar semua data disampaikan secara transparan kepada publik patut didukung. Sebelumnya publik hanya diberi informasi tentang jumlah kasus, korban meninggal, dan pasien yang sembuh. Namun, seminggu terakhir data tentang jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) sudah diungkap ke publik.

Namun, data tersebut hendaknya ditindaklanjuti dengan pengungkapan jumlah korban meninggal dari kelompok PDP, meskipun belum diketahui apakah pasien yang meninggal tersebut positif atau negatif corona. Dengan demikian, pada saat diumumkan ke publik, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan jumlah korban meninggal yang positif corona dan korban meninggal yang merupakan PDP, bahkan mungkin ODP.

Apabila pemerintah punya data PDP atau ODP yang meninggal, tidak ada salahnya juga diumumkan. Setelah hasil tes PCR korban meninggal diketahui, pemerintah bisa mengumumkan berapa korban meninggal yang positif dan juga negatif. Hasil ini juga bisa menjadi pedoman bagi keluarga atau orang-orang yang dekat dengan korban agar bisa lebih disiplin menjaga diri agar tidak tertular corona.

Kedua, melipatgandakan tes PCR. Saat ini hanya tes PCR yang paling akurat untuk mengetahui seseorang terpapar corona atau tidak. Sampai saat ini, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang tergolong minim melaksanakan tes PCR. Data Worldometers pada Kamis (23/4/2020) menunjukkan Indonesia baru melakukan tes PCR terhadap 219 orang per sejuta penduduk. Bandingkan dengan Filipina yang melakukan tes terhadap 660 orang per sejuta penduduk, Malaysia 3.627 orang, apalagi Singapura 16.203 orang.

Oleh karena itu, kita terus mendorong tes PCR diperbanyak, khususnya di beberapa kabupaten/kota dan provinsi yang menjadi episentrum corona, yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), serta beberapa kota besar di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, dan Bali.

Sampai saat ini telah didatangkan 50.000 reagen dan akan datang lagi 495.000 reagen untuk tes PCR. Dengan jumlah reagen sebanyak itu, kita berharap dalam waktu minimal dua minggu ke depan, kita sudah dapat memetakan dengan lebih baik zona merah corona di Indonesia yang wajib diwaspadai, sekaligus menjadi pedoman untuk mengendalikan penyebaran corona.


BAGIKAN


BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS