Jangan Mudik
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Jangan Mudik

Tajuk: Suara Pembaruan

Rabu, 22 April 2020 | 08:00 WIB

Menjaga jarak fisik dan sosial sudah terbukti sebagai jurus ampuh untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit coronavirus diseases 2019 (Covid-19). Oleh karena itu, imbauan pemerintah agar warga selalu menjaga jarak fisik dan sosial serta memakai masker harus benar-benar dipatuhi agar pandemi Covid-19 segera berlalu.

Salah satu cara untuk mematuhi imbauan menjaga jarak itu adalah dengan tidak pulang kampung atau mudik saat Ramadan atau perayaan Idulfitri nanti. Belasan juta orang yang mudik setiap tahun bisa menjadi salah satu pemicu penyebaran Covid-19 secara masif.

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang warga untuk mudik mulai Jumat (24/4) itu patut diapresiasi. Keputusan itu diambil Jokowi dalam rapat terbatas melalui telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4). Presiden pun meminta jajaran kementerian dan lembaga terkait untuk mempersiapkan segalanya terkait pelaksanaan kebijakan pelarangan mudik bagi seluruh masyarakat.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, larangan mudik ini akan diberlakukan terutama untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta wilayah-wilayah yang sudah ditetapkan untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta wilayah yang masuk dalam zona merah pandemi Covid-19.

Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan pada pertengahan April ini, masyarakat yang tidak akan mudik pada tahun ini sebanyak 68%. Sementara, warga yang tetap bersikeras untuk mudik sebanyak 24% dan sudah melakukan mudik sebanyak 7%.

Berdasarkan data Kemhub, pada musim mudik tahun lalu ada pergerakan sekitar 19,5 juta masyarakat di seluruh wilayah Tanah Air. Hampir separuhnya, atau sekitar 7,2 juta pemudik adalah orang-orang yang berasal dari Jakarta menuju sejumlah daerah lain di Indonesia. Khusus untuk pemudik asal Jabodetabek, pada tahun lalu tujuan utama mereka adalah kota-kota di Jawa Tengah (sekitar 37,7%). Kemudian, pemudik ke Jawa Barat berada di urutan kedua sebanyak 24,9% dan disusul ke Jawa Timur sebanyak 11,14%.

Jika disandingkan dengan data survei Kemhub bahwa 24% masyarakat masih bersikeras untuk mudik, berarti masih ada potensi sekitar 4,7 juta warga yang akan pulang kampung pada tahun ini. Mobilitas warga sebanyak itu tentu menjadi sarana yang ampuh bagi penyebaran Covid-19 secara massif. Apalagi, hingga kemarin, pertambahan kasus baru Covid-19 masih cukup tinggi.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kemarin, ada penambahan kasus baru sebanyak 375 kasus, sehingga total ada 7.135 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Dari jumlah itu, pasien yang sembuh bertambah sebanyak 95 kasus, sehingga total ada 842 orang yang sembuh. Sementara, angka kematian bertambah 26 kasus sehingga total ada 616 kasus kematian Covid-19 di Tanah Air.

Jakarta masih menyumbang angka terbanyak. Kasus baru di Ibu Kota sebanyak 163 kasus, sehingga total ada 3.260 kasus di Jakarta. Jumlah pasien yang sembuh di DKI juga bertambah 56 orang, sehingga total ada 286 orang yang sembuh. Sedangkan, kasus kematian di Jakarta sebanyak 298 kasus atau bertambah 11 kasus dari hari sebelumnya.

Provinsi utama tujuan mudik warga Jakarta juga masih menunjukkan jumlah kasus yang tinggi. Di Jawa Barat sampai saat ini ada 756 kasus, 75 orang sembuh, dan 68 orang meninggal dunia. Di Jawa Tengah, total kasus Covid-19 sebanyak 449 kasus, 51 orang sembuh, dan korban jiwa sebanyak 44 orang. Sementara, di Jawa Timur, total kasus sebanyak 603 kasus dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 100 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 56 orang.

Jika tidak dilakukan pencegahan, salah satunya dengan larangan mudik, maka angka-angka itu akan terus bertambah besar. Bahkan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebutkan, larangan mudik sangat berguna untuk mencegah terjadinya gelombang kedua pandemi Covid-19 di Indonesia.

Para pengelola transportasi umum untuk pemudik memang bisa saja melakukan kebijakan menjaga jarak fisik dan sosial, seperti mengurangi kapasitas angkutan hingga 50%. Namun, pelaksanaan di lapangan tentu tidak akan semudah itu, terutama dalam mengatur pergerakan warga yang hendak mudik selama di perjalanan.

Untuk itu, kita mengapresiasi kebijakan Kemhub yang akan memberikan sanksi tegas bagi pemudik dan pengelola transportasi umum yang melanggar larangan tersebut. Sanksi tersebut bisa diterapkan dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Sanksi pidana bisa diterapkan jika mengacu kepada UU tersebut, namun yang paling ringan adalah memerintahkan pemudik untuk kembali dan tidak melanjutkan perjalanan.

Tentu kita berharap agar aturan ini benar-benar ditegakkan sejak kebijakan larangan mudik ini diberlakukan pada Jumat (24/4) nanti. Mengawasi pemudik yang menggunakan transportasi umum tentu masih terbilang mudah, namun yang harus benar-benar mendapatkan perhatian adalah pemudik yang menggunakan sepeda motor, yang tahun lalu saja jumlahnya lebih dari 1 juta unit.

Di sisi lain, kita juga berharap ada kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk benar-benar mematuhi larangan ini. Masyarakat tidak perlu mencari akal untuk bisa melanggar aturan ini. Kita harus paham betul bahwa larangan itu bertujuan untuk menyelamatkan seluruh rakyat Indonesia dari pandemi Covid-19.

Kerusakan dan kehancuran yang lebih parah, khususnya di sektor ekonomi, akan terjadi jika kita tidak mematuhi larangan dan imbauan pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Kerusakan di sektor ekonomi itu akan merembet ke sektor-sektor lain, terutama masalah sosial dan keamanan. Untuk itu, kita harus bersabar, bergotong royong, dan berjuang bersama untuk melawan Covid-19 agar lenyap dari Bumi Pertiwi.


BAGIKAN


BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS