Memahami Remaja Berkebutuhan Khusus Lewat Drama Musikal

Memahami Remaja Berkebutuhan Khusus Lewat Drama Musikal
Pertunjukan drama musikal 'Cinta Sejati' oleh siswa London School Beyond Academy (LSBA) di The Amani Palladium Theatre, LSPR Transpark Juanda, Bekasi. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. LSPR )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 2 Oktober 2019 | 22:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - London School Beyond Academy (LSBA) memiliki sebuah cara tersendiri untuk mengajarkan kehidupan sosial bagi para siswanya yang memiliki kebutuhan khusus.

Direktur LSBA, Chrisdina Wempi, mengungkapkan, kalangan remaja autistik dan tuna grahita bukanlah tidak peka dan tidak peduli. Namun, ada kesulitan tertentu yang menjadikan mereka sulit untuk mengekspresikan diri atau mengungkapkan perasaan.

"Hal tersebut tentunya sering kali menjadi masalah ketika mereka harus menjadi bagian dari lingkungan sosial. Stigma tertentu juga muncul di benak masyarakat bahwa individu autistik sulit untuk dapat berkembang,” ujar Chrisdina Wempi, kepada Beritasatu.com, Rabu (2/10/2019).

Drama Musikal LSBA

Chrisdina mengatakan, LSBA mencoba melatih dan mengasah rasa pada para remaja autistik ini melalui drama musikal. Dalam prosesnya, banyak pembelajaran yang mereka alami seperti berempati, saling membantu, bersabar, fokus, dan mengutarakan pendapat. "Kegiatan ini dirasakan membawa hasil yang positif dan menunjukan kemajuan bagi para siswa,” tambahnya.

Tahun ini, merupakan kali kelima LSBA mementaskan drama musikal yang bertajuk Cinta Sejati. Drama musikal ini, merupakan karya original yang ditulis dengan apik oleh Budi Sobar dan disutradarai oleh Michael Cobis. Bersama-sama dengan para dosen LSPR lainnya mereka menjadikan para siswa mampu berakting, menari, dan membawakan dialog dengan baik.

"Kami mulai dengan bedah naskah, kemudian belajar tarian, merekam dialog, dan menghafal posisi saat di panggung, semua dilakukan bertahap selama 1,5 bulan,” jelas Greta, selaku tim penata seni.

Chrisdina menambahkan, kondisi yang paling menantang adalah menyatukan tahapan-tahapan tersebut menjadi sebuah pertunjukan. Namun, seluruh latihan terbayar saat pertunjukan berdurasi 1 jam 15 menit ini dipentaskan di The Amani Palladium Theater, yang berlokasi di LSPR Transpark Juanda, Bekasi.

Warna-warni yang ditampilkan melalui lagu, gerak, kostum, dan tata panggung mencerminkan keragaman setiap individu berkebutuhan khusus, yang dapat berpadu dan melalui seni semua bisa saling berkomunikasi.

“Hal yang paling penting adalah pembelajaran saat mereka berlatih, apa yang kita saksikan dalam pementasan drama musikal tersebut, merupakan bonus dari hasil kerja keras mereka,” pungkas Chrisdina.

 



Sumber: BeritaSatu.com