Mengulik Ruang Kreatif 28 Seniman dalam "Inside Studios"

Mengulik Ruang Kreatif 28 Seniman dalam
Peluncuran perdana buku “Inside Studios” di Art Jakarta akhir pekan lalu. ( Foto: istimewa / istimewa )
Dina Fitri Anisa / IDS Kamis, 5 September 2019 | 12:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ditulis selama 5 tahun, sebuah buku bertajuk Inside Studios berusaha mengulik ruang kreatif milik 28 seniman Tanah Air. Buku visual dan fotografi ini diprakarsai oleh sejarawan seni rupa Alexandra Corradini, desainer grafis Hermawan Tanzil, perwakilan Art Basel Asia Tenggara Amelia Wirjono, dan fotografer Indra Leonardi.

Berdasarkan rilis yang diterima SP, Kamis (5/9), buku ini berisi foto-foto studio 28 seniman kontemporer terkemuka asal Indonesia yang tampil secara lugas dan apa adanya. Para seniman yang ditulis di buku ini di antaranya adalah AD Pirous, Ade Darmawan, Aditya Novali, Agung Kurniawan, Agus Suwage, Angki Purbandono, Arin Sunaryo.

Selain itu juga ada pelukis Christine Ay Tjoe, Dolorosa Sinaga, Eddi Prabandono, Eko Nugroho, Entang Wiharso, FX Harsono, Hanafi, Handiwirman Saputra, I Nyoman Masriadi, Mella Jaarsma hingga Ugo Untoro.

Sebagai penulis, Alexandra Corradini mengatakan bahwa buku ini dilengkapi dengan tanya jawab (Q and A) yang unik. Pertanyaan dijawab melalui gambar, lukisan, kolase, atau kata-kata, sesuai dengan gaya dan karakter masing-masing seniman dalan mengekspresikan diri.

Alasan memilih tema studio adalah karena bagi seorang seniman, studio merupakan ruang yang unik dan ekspresif, dan menyelidikinya adalah pengalaman yang menarik. Autentisitas karya, ruang setiap seniman, dan aspek pribadi dalam hidup mereka tertangkap dalam foto dan gambar yang ditampilkan di dalam buku ini.

"Kita ngobrol dengan para seniman, saya tulis 7 pertanyaan dan mereka menjawab dengan cara mereka. Kadang ada yang jawab sebulan, ada yang jawab setahun. Jawaban-jawabannya sangat menarik, sangat passionate," kata Alexandra.

Setelah dilelang dalam Art Jakarta yang berlangsung minggu lalu, buku Inside Studios juga akan turut serta di ajang Ubud Writers Festival 2019. Diharapkan, misi dan kerja keras dalam membuat buku ini bisa terealisasikan dengan baik.

“Dunia seni rupa Indonesia adalah salah satu yang paling dinamis di dunia, terutama dalam 10 tahun terakhir. 10 tahun yang melambangkan kisah sukses Indonesia sebagai sumber kreativitas. Dalam konteks ini, buku ini adalah sebuah proyek yang niscaya. Ia menjangkau para pecinta senirupa maupun pemerhati gaya hidup dan interior,” jelas Hermawan Tanzil.



Sumber: Suara Pembaruan