Tidak Suka Kompetisi, Muklay Justru Semangat Kolaborasi

Tidak Suka Kompetisi, Muklay Justru Semangat Kolaborasi
Seniman Muchlis Fachry atau yang biasa dikenal dengan Muklay. ( Foto: Dina fitri anisa )
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 2 September 2019 | 14:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Cara kerja generasi milenial memiliki karakter yang berbeda. Dalam bekerja, mereka lebih menyukai kolaborasi. Begitu juga saat bekerja di dunia seni, seperti seniman Muchlis Fachry, atau yang biasa dikenal dengan Muklay. Ia mengatakan, kolaborasi adalah salah satu hal paling penting untuk mendapatkan popularitas dan juga kesuksesan dalam berkarya.

Saat ini, nama Muklay memang sudah dikenal luas. Pascakolaborasi besarnya dengan grup musik RAN di ajang Asian Games, karya Muklay mampu menarik perhatian masyarakat. Karya Muklay dianggap mampu merefleksikan situasi sosial dengan cara yang kekinian. Untuk itulah ia memilih fashion sebagai perantaranya.

"Saya lebih suka kolaborasi dibanding menjual karya (sendiri). Kalau jual karya di galeri, penonton kita hanya ini saja, misalnya bertambah juga hanya sedikit. Kalau kolaborasi, audiensnya beragam. Misal kolaborasi sama baju anak bayi, maka audiens kita bisa saja ibu-ibu. Kalau kemarin sama RAN, audiensnya merambah ke anak-anak musik,” jelas Muklay saat dijumpai Beritasatu.com, di Art Jakarta 2019, pekan lalu.

Bukan sekadar mendatangkan keuntungan bagi dirinya, dengan kolaborasi, Muklay mengaku seperti mendapatkan promosi pemasaran secara cuma-cuma dengan lini orang lain.

"Ini seperti simbiosis mutualisme,” jelasnya.

Rencananya, dalam waktu dekat ini, Muklay akan bekerja sama dengan lini pakaian buatan Youtuber, Arief Muhammad, yaitu Billionaires Project. Karya dengan tema Halloween ini telah siap rilis pada Oktober nanti.

"Sekarang bukan zamannya lagi berkompetisi. Tidak ada karya saya bagus, karya kalian jelek. Trennya sekarang, giat berkarya dan memilih berkolaborasi,” tukasnya.



Sumber: BeritaSatu.com