MGI Bantah Klaim Nadia Purwoko Belum Terima Hadiah

MGI Bantah Klaim Nadia Purwoko Belum Terima Hadiah
Nadia Purwoko menjuarai Miss Grand Indonesia 2018. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Kamis, 17 Oktober 2019 | 22:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketidakhadiran Miss Grand Indonesia (MGI) 2018, Nadia Purwoko dalam acara puncak perhelatan Miss Grand Indonesia 2019 yang memenangkan Sarlin Jones sebagai juaranya menimbulkan pertanyaan. Terlebih sebelumnya, Nadia dalam sebuah unggahan di media sosialnya mengungkapkan dirinya hingga sekarang belum menerima hak-hak hadiah yang seharusnya diterimanya sebagai juara.

Klaim Nadia dibantah Yayasan Dharma Gantari selaku pemegang lisensi MGI.

"Pernyataan Nadia Purwoko yang mengaku hingga sekarang belum menerima hadiah-hadiah yang dijanjikan oleh pihak penyelenggara adalah tidak benar. Nadia Purwoko sendiri menolak menandatangani kontrak sebagai pemenang Miss Grand Indonesia 2018, sementara beberapa hadiah telah diberikan. Jadi bagaimana kita sebagai penyelenggara bisa memenuhi hak dan keinginan Nadia tentang hadiah utama berupa apartemen," ungkap Putra Tegar Sianipar, SH, LLM selaku Kuasa hukum Yayasan Dharma Gantari saat menggelar jumpa pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

Satu hal lagi ditambahkan Putra Tegar, selama menjadi Miss Grand Indonesia 2018, Nadia jarang mengikuti arahan dan juga menjalani kewajibannya sebagai pemenang.

Lebih lanjut Dikna Faradiba selaku National Director MGI menambahkan kalau MGI sudah berusaha mengingatkan dan juga berkomunikasi dengan Nadia, meski berakhir dengan kebuntuan.

"Saya sendiri sudah berupaya berkomunikasi dengan Nadia dan juga menjelaskan masalahnya sedetail mungkin. Tak hanya itu, saya juga tak pernah berhenti mengingatkan Nadia tentang kewajiban dirinya sebagai Juara Miss Grand Indonesia 2018 salah satunya dengan menandatangani kontrak. Namun Nadia selalu mengabaikan arahan dari pihak Yayasan. Puncaknya, Nadia memutuskan komunikasi dengan kami dan malah membuat video tentang dirinya yang merasa didzalimi dan dirugikan oleh kami. Jadi bagaimana kita mau menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan dan baik-baik. Oleh sebab itu, kami berharap Nadia mau kembali menjalin komunikasi dengan kami," jelas Dikna.

Sampai saat ini pihak Yayasan dan juga kuasa hukum sendiri masih menunggu itikad baik Nadia untuk bisa menyelesaikan dengan cara musyawarah.

"Belum ada ke arah situ (mengambl jalur hukum). Kita masih berupaya menyelesaikan dengan cara kekeluargaan dan musyawarah. Karena disadari atau tidak dengan adanya kasus ini, pastinya akan menyebabkan nama Yayasan dan citra Miss Grand Indonesia bisa buruk. Padahal dia selama ini selalu mengaku Miss Grand Indonesia, oleh sebab itu kami berharap Nadia bisa berkomunikasi lagi dengan kami," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com