Baran Energy Perluas Jangkauan Energy Storage System

Baran Energy Perluas Jangkauan Energy Storage System
Baran Energy memperkenalkan produk teknologi energi baru dan terbarukan (EBT), PowerWall. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 29 Juli 2019 | 19:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah mendapat sambutan yang luar biasa di Jakarta saat launching (peluncuran) baterai listrik, atau energy storage system (baterai penyimpan energi skala besar) dengan program Rp 1, Baran Energy bakal memperkenalkan produk teknologi energi baru dan terbarukan (EBT) ini ke masyarakat Bandung, pada tanggal 13 Agustus mendatang.

"Kami tidak menyangka antusiasme masyarakat Jakarta sangat tinggi saat peluncuran beberapa saat lalu. Awalnya, kami hanya ingin memperkenalkan terlebih dahulu baterai listrik ini. Namun, di luar dugaan banyak sekali masyarakat yang langsung melakukan order (pemesanan),” tutur CEO dan Founder Baran Energy, Victor Wirawan kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Baran Energy

Baca Juga: Baran Energy Luncurkan Baterai Penyimpanan Skala Besar

Victor menyampaikan, Baran Energi saat ini sedang mengembangkan tiga varian produk, yaitu PowerWall yang berkapasitas 8,8 kWh yang bisa dipakai di rumah atau industri berskala kecil. Kemudian, PowerPack 126 kWh untuk industri berskala menengah, serta PowerCube 1,2 Mwh untuk industri berskala besar.

"Sementara, yang telah diluncurkan adalah PowerWall. Perangkat teknologi ini bisa dimanfaatkan, terutama untuk menampung energi yang dihasilkan oleh energi terbarukan, seperti energi yang bersumber dari matahari, angin, air dan lain-lain," jelas Victor.

Victor mengakui, tidak mudah meciptakan baterai tersebut, karena dibutuhkan Research and Development (R&D) yang mendalam, biaya yang besar, juga memakan waktu. Alhasil, banyak stigma yang mucul, bahwa baterai tersebut mahal.

"Oleh karena itu, kami ingin memberikan penawaran, bahwa untuk memiliki perangkat energi EBT yang selama ini terkesan mahal, bisa dimiliki dengan harga terjangkau. Kami adakan program Rp 1, dan ada juga program easy payment untuk mencicil uang muka atau down payment," tutur Victor.

Victor menambahkan, strategi program Rp 1 ini juga merupakan salah satu inovasi model kepemilikan, bagaimana supaya teknologi ini menjadi terjangkau, sehingga lebih banyak lagi orang yang bisa berpindah ke energi terbarukan. Program ini diharapkan dapat membantu percepatan peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan.

"Sebagai generasi milenial, kami sangat peduli dengan keberlangsungan sumber energi fosil yang saat ini terus menipis dan sangat mendukung program pemerintah untuk mendorong masyarakat mulai beralih dari energi fosil ke energi terbarukan. Bahkan, pemerintah telah menargetkan pemanfaatan energi yang bersumber dari EBT pada 2025 pendatang porsinya sebesar 23 persen, Ini adalah salah satu bentuk dukungan kami terhadap program tersebut," tandas Victor.

 



Sumber: BeritaSatu.com