Menko PMK Minta Patriotisme Pemuda Harus Terus Ditingkatkan
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Menko PMK Minta Patriotisme Pemuda Harus Terus Ditingkatkan

Minggu, 25 Oktober 2020 | 20:37 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, setelah Proklamasi Kemerdekan, pemuda tetap memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa.

“Sebagai generasi penerus bangsa, maka pengetahuan, keterampilan, karakter, dan patriotisme di kalangan muda perlu terus dikembangkan,” kata Muhadjir dalam sambutan yang disampaikan secara daring yang bacakan oleh Staf Menko PMK, Ravik Karsidi pada acara Simposium 92 Tokoh Pemuda di Tengah Pandemi, di Djakarta Theater, Minggu (25/10/2020).

Simposium yang diadakan oleh Merial Institute ini bertemakan "Festival Bonus Demografi Pandemi dan Momentum Terakhir".

Muhadjir menuturkan, berdasarkan UU) Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, jumlah pemuda yang berusia 16-30 tahun dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, sebanyak 64,19 juta jiwa atau 24,02% dari penduduk Indonesia. Artinya, satu dari empat orang Indonesia adalah pemuda.

Untuk itu keberhasilan pembangunan pemuda, menjadi salah satu kunci sukses dalam memanfaatkan bonus demografi yang dialami Indonesia.

Sejak tahun 2010 Indonesia sudah dianugerahi dengan bonus demografi. Oleh karena itu, saat ini Indonesia mempunyai angkatan kerja hampir 68% dari jumlah penduduk, dan akan mencapai puncaknya pada tahun 2030, di mana angkatan kerja Indonesia mencapai 71%,.

Muhadjir menyebutkan, tidak semua negara dianugerahi bonus demografi. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok yang saat ini tergolong negara maju, pernah mendapatkan bonus demografi dan mampu memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, apabila Indonesia tidak memanfaatkan peluang bonus demografi, maka hal tersebut akan menjadi permasalahan yang akan hadapi bersama.

Selanjutnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, isu kepemudaan dalam RPJMN 2020-2024 masuk ke dalam agenda pembangunan meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, dan agenda pembangunan revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.

Dalam hal ini, salah satu alat ukur untuk menilai kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia, telah ditetapkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). Penilaian IPP berdasarkan 15 indikator yang masing-masing dikelompokkan ke dalam lima domain, yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi.

Muhadjir menyebutkan, capaian IPP 2018, Indonesia masih sangat rendah. Bahkan Youth Development Index (YDI) ASEAN yang diukur berdasarkan 4 domain dan 18 indikator, yaitu education, health and well-being, employment and opportunity, dan participation and engagement, misalnya pada 2017 Indonesia hanya menduduki peringkat ke-7 dengan skor YDI 53,3.

“Kita hanya lebih baik dari negara Thailand, Kamboja, dan Laos. Dalam Global Youth Development Index tahun 2016, Indonesia pernah menempati peringkat ke-139 dari 183 negara dengan nilai YDI sebesar 52,7. Bahkan capaian Indonesia di tingkat global ini masih kalah dibandingkan negara Myanmar dan Laos,” ujar Muhadjir.

Berdasarkan capaian indeks pembangunan pemuda tersebut, Muhadjir mengajak semua pemangku kepentingan berkolaborasi dan bersinergi satu sama lainnya dalam penyelenggaraan layanan kepemudaan. Selain itu, kolaborasi tersebut bukan hanya untuk meningkatkan nilai IPP, tetapi juga untuk menyelesaikan segala permasalahan pemuda lainnya.

Di antaranya, pertama, terkait rendahnya keterlibatan dan partisipasi pemuda berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) oleh BPS 2018. Survei tersebut menunjukkan hasil bahwa hanya 6,7% pemuda yang memberikan pendapat dalam setiap pertemuan kemasyarakatan, dan hanya 6,4% pemuda yang aktif dalam organisasi.

Kedua, perilaku destruktif pemuda yang berdasarkan hasil Susenas 2019 menemukan bahwa 25,99% pemuda merokok. “Berdasarkan hasil penelitian, dari merokok inilah asal muasal penyalahgunaan narkoba. Pada tahun 2017, BNN menemukan bahwa jumlah penyalahguna narkoba usia kurang dari 30 tahun lebih tinggi dari usia lebih dari 30 tahun, dengan prevalensi 3,0% berbanding 2,8%,” ucapnya.

Ketiga, jika pemuda sudah memakai narkoba, kecenderungan selanjutnya melakukan seks bebas. Pada 2018 Kemkes melaporkan bahwa 63,8% infeksi HIV/ AIDS terjadi pada rentang usia 15-19 tahun, dan sekitar 56,5% terjadi pada pemuda dengan rentang usia 20-24 tahun. Akibat seks bebas, maka terjadilah pernikahan usia dini karena didapati sudah hamil duluan.

Keempat, tingkat pengangguran terbuka (TPT), menurut BPS 2019, TPT pemuda Indonesia sebesar 13,03%, atau 3 dari 4 pengangguran di Indonesia adalah pemuda.

“Oleh karena itu, maka, perlu kolaborasi antara para pemangku kepentingan untuk menyelesaikannya. Kemko PMK melaksanakan fungsi KSP (koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian,red) bidang kepemudaan agar pelaksanaan pelayanan kepemudaan dari kementerian/lembaga terkait dapat bersinergi, tidak tumpang tindih, dan manfaatnya bisa sampai pada masyarakat dan tepat sasaran,” ucapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kompolnas: Perlu Hukuman Tegas bagi Oknum Polisi yang Terlibat Narkoba

Diperlukan hukuman yang tegas agar ada efek jera.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Lawan Covid-19, Kempora Ajak Kaum Muda Bangkit dan Bersatu

Dalam rangka Sumpah Pemuda, Kempora mengajak kaum pemuda bangkit bersama di era pandemi ini dan bersatu padu melawan Covid-19 sekaligus mencegah penularannya.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Kempora Umumkan Pemenang Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) mengumumkan pemenang Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Tahun 2020.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Kompolnas: Riau Jadi Lokasi Peredaran dan Transit Narkoba

Provinsi Riau adalah daerah peredaran sekaligus transit narkoba.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

JK Saksikan Penandatanganan Pendirian Museum Nabi Muhammad

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan penandatanganan pendirian Museum Nabi Muhammad.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Survei Indikator: 54,3 Persen Masyarakat Nilai Covid-19 Bisa Dikendalikan

Sebagian besar publik menilai penyebaran Covid-19 di Indonesia cukup atau sangat terkendali yaitu 54,3 persen.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Januari-Oktober: Ratusan Polisi Dipecat, Umumnya Soal Narkoba

Mayoritas polisi yang dipecat terkait kasus narkoba.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

PSI: Pesantren Modal Kultural, Sudah Selayaknya Pemerintah Membantu

Keberadaan pesantren telah menghasilkan sangat banyak pemimpin formal dan informal di Indonesia.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

DIY Belum Terima Data Jatah Vaksin Covid-19

Pemda DIY masih belum mengumumkan berapa jumlah jatah vaksin untuk warga DIY, karena memang belum ada kepastian dari Pemerintah Pusat.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Buntut Komodo Halang Truk, KLHK Didesak Lindungi TNK Komodo

Anggota DPR asal NTT dari Fraksi PDI Perjuangan meminta KLHK menjadi benteng pertahanan terakhir dalam melindungi binatang purba Komodo di NTT dari kepunahan.

NASIONAL | 25 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS