KRI Bung Tomo-357 Tangkap Kapal Ikan Vietnam di Laut Natuna
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

KRI Bung Tomo-357 Tangkap Kapal Ikan Vietnam di Laut Natuna

Rabu, 26 Agustus 2020 | 10:22 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - TNI AL kembali menangkap kapal ikan asing (KIA) KG 90186 TS berbendera Vietnam yang melakukan aktivitas illegal fishing di wilayah perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, di Laut Natuna Utara, Minggu (23/8/2020).

Demikian dikatakan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K di Mako Armada I Jakarta, Selasa (25/8/20).

Abdul Rasyid mengatakan Koarmada I saat itu sedang melaksanakan Operasi Rakata Jaya 20, dan mendapati aktivitas ilegal yang dilakukan kapal berbendera asing di perairan Landas Kontinen Indonesia. "KRI Bung Tomo-357 yang saat itu sedang berpatroli, melakukan penangkapan terhadap KIA Vietnam KG 90186 TS" ujar Pangkoarmada I.

Dijelaskan penangkapan berawal saat KRI Bung Tomo-357 yang sedang melaksanakan Operasi Rakata Jaya 20 mendapatkan kontak radar dari kapal yang dicurigai melakukan aktifitas ilegal di Laut Natuna Utara, dan langsung ditindaklanjuti KRI Bung Tomo-357 dengan melakukan pengejaran.

Kapal ikan asing berbendera Vietnam itu sempat melarikan diri ke utara, berusaha keluar dari garis Landas Kontinen Indonesia dengan sengaja mematikan lampu kapal untuk mengelabuhi pengejaran, namun akhirnya KRI Bung Tomo-357 berhasil menangkap kapal tersebut. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap muatan, dokumen, dan ABK kapal ikan asing tersebut.

Baca Juga: KRI Yos Sudarso Tangkap 2 Kapal Ikan Vietnam

Dari hasil pemeriksaan, kapal bernama KG 90186 TS itu berisi 12 ABK berkewarganegaraan Vietnam, memuat ikan campur sekitar 1 ton dari hasil kegiatan menangkap ikan di perairan ZEE Indonesia, di Laut Natuna Utara.

"Berdasarkan beberapa bukti pelanggaran yang di lakukan, selanjutnya kapal ditarik ke Lanal Tarempa untuk dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjutan," ujar Pangkoarmada I.

Ditambahkan seluruh ABK diperiksa kesehatan sesuai protokol Covid-19. Kapal yang digunakan beserta barang yang dibawa disterilkan dengan disemprot disinfektan. Terhadap 12 ABK akan dilakukan isolasi mandiri di kapal dengan pengawasan personel Lanal Tarempa untuk meyakinkan ABK tersebut tidak membawa wabah Covid-19 ke Anambas.

Mereka telah melanggar Pasal 92 Jo Pasal 26 Ayat (1) dan Pasal 93 Jo Pasal 27 Ayat (2) UU Perikanan Nomor 45 Tahun 2009 selanjutnya diperiksa untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tarempa, Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau.

Ditegaskan TNI AL khususnya Armada I berkomitmen memberantas tindak pidana di laut, salah satunya pencurian ikan. Dengan melakukan patroli baik melalui operasi laut maupun operasi intelijen dengan menggunakan KRI ataupun kapal patrol dan pesawat udara, Koarmada I akan selalu melakukan pengawasan di wilayah kerja termasuk di Laut Natuna Utara yang disinyalir sampai saat ini masih didapati aktifitas illegal fishing oleh kapal ikan asing.

Menurut Pangkoarmada I, daerah perbatasan sangat rawan dari berbagai macam pencurian dan penyelundupan. Keberhasilan KRI Bung Tomo-357 dalam menangkap kapal berbendera asing merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam hal ini Koarmada I melalui KRI dalam menegakkan hukum di laut.

" KIA KG 90186 TS berbendera Vietnam akan kita dalami dan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Komitmen Pimpinan TNI AL sudah jelas untuk menindak tegas segala bentuk kegiatan ilegal yang terjadi di wilayah Koarmada I," pungkas Pangkoarmada I.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Firli Bahuri: Presiden Dukung KPK Diperkuat

KPK harus didukung dengan kewenangan dan kekuatan yang memadai dan harus lebih kuat dibanding dengan lembaga-lembaga lain dalam pemberantasan korupsi.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Jokowi: Tata Kelola Pemerintahan Harus Dibangun Akuntabel dan Bebas Korupsi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) yang digelar KPK secara virtual,

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Meski Unggul di Survei Pilkada Jambi, Parpol Tak Minat Dukung Syarif Fasha

PDIP di saat-saat terakhir penentuan dukungan Agustus ini akhirnya mendukung pasangan Cek Endra – Ratu Munawaroh.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Irwan Hidayat: Tentrem Dibangun Demi Lapangan Kerja dan Pemulihan Ekonomi

Biaya terbesar sebesar 38% adalah untuk gaji karyawan kemudian disusul listrik, perawatan, dan lain-lain.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Jenderal Polri Mengaku Menerima Suap dari Djoko Tjandra

Awi tidak menjelaskan siapa tersangka yang mengaku menerima uang itu, apakah Prasetijo atau Napoleon atau keduanya.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

11 Tahun Kasus Montara Sengaja Ditutupi, Ada Apa?

Tumpahan minyak diperkirakan telah meluas hingga 90.000 kilometer persegi.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Kasus Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Belum Ditahan

Irjen Napoleon Bonaparte dan pengusaha Tommy Sumardi masih belum ditahan, sementara Brigjen Prasetijo Utomo sudah ditahan.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Daur Ulang Buka Peluang untuk 3,3 Juta Pekerja Informal Pendukung

Pimpinan daerah untuk bisa mendukung program penanganan sampah plastik

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Ragam Budaya Pengaruhi Pengembangan Arsitektur Nusantara

Bangun Indonesia lebih baik, Kenari Djaja mendukung karya arsitek dan desain interior Indonesia.

NASIONAL | 25 Agustus 2020

Persatuan Insinyur Indonesia: Tantangan Terbesar Inovasi Adalah Komersialisasi

Bahkan ada istilah the valley of death atau lembah kematian yang berarti banyak inovasi yang memberi nilai tambah tetapi tidak bisa bisa dikomersialisasikan.

NASIONAL | 25 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS