Kasus Djoko Tjandra, IPW Usulkan Bentuk Tim Pencari Fakta Independen
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Kasus Djoko Tjandra, IPW Usulkan Bentuk Tim Pencari Fakta Independen

Minggu, 19 Juli 2020 | 12:57 WIB
Oleh : Gardi Gazarin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Masih menjadi pertanyaaan kenapa dua jenderal lulusan Akpol 1991 yakni Brigjen Nugroho Slamet Wibowo (51) dan Prasetijo Utomo (50) bisa terlibat persekongkolan jahat dalam memberi keistimewaan kepada buronan kelas kakap Djoko Tjandra. Sehingga mereka dicopot dari jabatannya dan terancam diproses pidana.

“Kenapa mereka nekat mempertaruhkan harga diri dan jabatannya hanya untuk melindungi buronan Djoko Tjandra. Padahal teman satu angkatannya, Komjen Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kabareskrim. Apakah ini ada kaitannya juga jelang pergantian Kapolri, Januari 2021 mendatang,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada Beritasatu.com, Minggu (19/7/2020).

Penelurusan IPW saat ini sedikitnya ada 13 jenderal dari Akpol 91 yang memegang jabatan strategis di Polri. Di era Kapolri Idham Azis, Akpol 91 memang mendapat keistimewaan karena memegang jabatan strategis di Polri.

Sebut saja ada empat orang menjadi Kapolda (Irjen M Fadil Imran, Irjen Wahyu Widada, Irjen M Iqbal, dan Irjen Merdisyam), Irjen Argo Yuwono menjadi Kadiv Humas, Brigjen Syahar Diantono di SDM Polri.

Selain itu, ada nama-nama alumni Akpol 91 yang cukup populer di masyarakat, di antaranya Brigjen Krishna Murti, Brigjen Yusri Yunus dan lainnya.

Lulusan Akpol 91 ada sebanyak 123 orang. Di urutan pertama Batalyon Bhara Daksa 91 itu terdapat nama K Yani Sudarto kelahiran September 1969 dan urutan terakhir adalah Krishna Murti kelahiran Januari 1970.

Dua brigjen yang terkena kasus Djoko Tjandra, Brigjen Nugroho Wibowo berada di urutan 81 dan Brigjen Prasetijo Utomo di urutan 53, sementara Kabareskrim Sigit menempati urutan 84.

Lulusan Akpol 91 yang termuda adalah Ruben Verry kelahiran Agustus 1970 dan paling tua Chairul Azis kelahiran Januari 1967. Sedangkan Adhimakayasa (lulusan terbaik) Akpol 91 adalah Irjen Wahyu Widada.

Begitu banyak Akpol 91 di posisi strategis, kenapa kedua brigjen itu tega mencoreng citra Promoter Polri. Akibat ulah dua jenderal Akpol 91 ini, harkat dan martabat Bangsa Indonesia mereka “gadaikan”.

Polri telah dijadikan agunan oleh kedua jenderal Polri ini untuk kepentingannya. Kasus ini benar benar memprihatinkan dan sangat memalukan.

Untuk itu IPW mengusulkan agar Presiden Jokowi membentuk Tim Pencari Fakta Independen atau minimal memerintahkan Menkopolhukam Mahfud MD memimpin penyelidikan kasus Djoko Tjandra ini.

Dengan demikian Mahfud bisa meneliti dan berkoordinasi dengan Polri terkait pencabutan red notice buronan kelas kakap Indonesia tersebut.

IPW meyakini bahwa jenderal Polri yang terlibat dalam persekongkolan jahat melindungi Joko Tjandra itu memiliki kepentingan sendiri maupun kepentingan oknum lain hingga harus mencabut red notice buronan Djoko Tjandra dari Interpol dan memberi keistimewaan lain pada buronan kakap itu.

Kasus ini harus segera dituntaskan karena di luar negeri saat ini masih ada 38 buronan lain, seperti Djoko Tjandra. Jangan sampai ke 38 buronan ini kembali berkolusi dengan para jenderal polisi untuk mendapatkan keistimewaan dan karpet merah.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPK Bantu Polda dan Kejati Aceh Tangani 6 Kasus Korupsi

Bantuan ini diberikan KPK saat menggelar koordinasi dan supervisi bersama Polda dan Kejati Aceh pada 13 - 18 Juli 2020.

NASIONAL | 19 Juli 2020

Mortir Peninggalan Masa Penjajahan Ditemukan di Medan

Mortir itu ditemukan 3 orang anak yang sedang mencari barang bekas di pinggiran sungai.

NASIONAL | 19 Juli 2020

DPRD Dukungan Penggunaan Bosda untuk Kuota Internet Siswa di Banten

Usulan yang disampaikan Gubernur Wahidin Halim didasari atas aspirasi dari masyarakat Banten.

NASIONAL | 19 Juli 2020

Kunjungi Riau, Menteri LHK Mantapkan Upaya Pencegahan Permanen Karhutla

Provinsi Riau disebut Siti Nurbaya, sudah memiliki sistem dashboard pemantau karhutla yang baik.

NASIONAL | 19 Juli 2020

KPK: Wacana Tim Pemburu Koruptor Tak Sesuai Semangat Perampingan

"Kita seharusnya belajar dari sepak terjang keberadaan tim pemburu koruptor di masa lalu yang nyatanya tidak menunjukkan hasil guna," kata Nawawi Pomolango.

NASIONAL | 19 Juli 2020

Prasetijo, Jenderal “Pemain” dengan Banyak Kasus

“Saat Prasetijo masih jadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, ia main kasus tanah. Akhirnya dicopot dan dipindah, padahal harusnya naik Kombes".

NASIONAL | 19 Juli 2020

Kempupera Bangun Rusunawa Ponpes Wali Songo di Poso

Rusunawa tersebut diharapkan dapat membantu para santri untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak selama menuntut ilmu agama di Ponpes tersebut.

NASIONAL | 19 Juli 2020

Waspadai Penebar Kebencian dan Perusak Kedamaian di Indonesia

Perlu ada upaya bersama dari para tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk bisa membuat masyarakat menjadi tetap rukun menjaga persatuan dan kedamaian.

NASIONAL | 18 Juli 2020

Imbas Covid-19, Penjualan Hewan Kurban Turun 50%

Penjualan hewan kurban pada tahun ini mengalami penurunan hingga 50 persen.

NASIONAL | 18 Juli 2020

Mendagri Minta Pemda Masifkan Gerakan Sejuta Masker

Pilkada 2020 dinilai merupakan momentum tepat untuk mengimplementasikan gerakan menekan penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 18 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS