Kurangi Risiko kecelakaan, Dirlantas Polda Jateng Intensifkan Pembinaan Pengendara Motor
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kurangi Risiko kecelakaan, Dirlantas Polda Jateng Intensifkan Pembinaan Pengendara Motor

Rabu, 15 Juli 2020 | 19:01 WIB
Oleh : Gardi Gazarin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Arman Achdiat mengintensifkan pembinaan kepada masyarakat khususnya pengguna kendaraan bermotor yang luar biasa banyaknya di wilayah ini.

“Mengingat banyak kendaraan bermotor sehingga diperlukan pembinaan lebih intensif dan pengaturan secara seksama guna mengurangi risiko kecelakaan,” ujar Kombes Pol Arman Achdiat kepada Beritasatu.com, Rabu (15/7/2020).

Arman Achdiat mengatakan populasi kendaraan bermotor di Jateng menempati posisi ketiga terbesar secara nasional, setelah Jawa Timur (Jatim) dan DKI Jakarta.

Data Korps Lalu Lintas (Korlantas) per 15 Juli 2020 menyebutkan jumlah kendaraan bermotor di Jateng menempati posisi ketiga sebanyak 17.864.480 unit atau setara 13,40% dari populasi kendaraan bermotor nasional. Populasi terbesar Jatim mencapai 21.871.606 unit (16,41%), disusul DKI 19.795.954 unit (14,85%). Jumlah itu mencakup mobil penumpang, bus, mobil beban, sepeda motor, dan kendaraan khusus.

"Namun jika dilihat dari populasi sepeda motor, Jateng menduduki urutan kedua setelah Jatim. Di Jateng terdapat 15.924.197 unit sepeda motor, sementara di Jatim 19.224.545 unit sepeda motor, dan ketiga DKI sebanyak 15.777.005 unit sepeda motor." ujar Arman Achdiat.

Disebutkan konsekuensi dari besarnya populasi kendaraan bermotor adalah besarnya pengguna kendaraan yang mensyaratkan lisensi. Kalau asumsinya satu sepeda motor dipakai dua orang pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) kategori C, setidaknya sekitar 39 juta SIM C beredar di Jateng.

“Kita perlu memprioritaskan pembinaan ke masyarakat agar mematuhi aturan. Jangan membawa kendaraan tanpa mengantongi SIM,” tegas perwira polisi penyuka krupuk terung itu.

Selain menimbang populasi kendaraan bermotor yang sangat besar, posisi Jawa Tengah juga menjadi pusat perlintasan dari Jabar dan DKI Jakarta ke Jatim maupun ke Jogja dan sebaliknya, merupakan faktor lain perlunya pembinaan digalakkan.

“Posisi wilayah Jateng persis berada di pusat lintasan, sehingga perlu program pembinaan yang lebih intensif kepada para pengendara,” ujar Arman Achdiat

Pembinaan itu meliputi pengetahuan kondisi jalan, mengajak pengguna kendaraan bermotor mematuhi ketentuan hukum, yakni jangan membawa kendaran jika tidak memiliki SIM, hingga ajakan bagi pemilik SIM memperbaharui pengetahuan ketrampilan dalam berkendara.

Arman Achdiat berpendapat, bagi yang sudah memiliki SIM pun polisi tetap memandang perlu pembinaan. Pemegang SIM diharapkan meningkatkan pemahaman dan ketrampilan berkendara di samping memperbaharui pengetahuannya tentang kondisi jalan dan spesifikasi kendaraan bermotor.

“Pengetahuan pengendara seyogianya terus menerus di-up date bagaimana berkendara yang baik dan benar,” ujarnya.

Menurut perwira polisi yang berpengalaman pada berbagai bidang penugasan ini, pembinaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tidak melulu ceramah, seminar atau diskusi. Bisa dengan membaca, menonton maupun edukasi yang dikemas dalam bentuk permainan dan simulasi.

Karenanya Arman Achdiat mengharapkan para kreator konten berpartisipasi membuat konten keselamatan berkendara dan pengetahuan lain yang relevan.

“Saya sudah ajak youtuber dan masyarakat yang gemar bermedsos membuat konten tentang lalulintas. Beberapa sudah dirilis, tapi masih diperlukan lebih banyak lagi,” tukasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bantu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Resmi Ditahan

Polri menahan mantan Kepala Biro Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo yang membantu pelarian Djoko S. Tjandra.

NASIONAL | 15 Juli 2020

KASN Bantu Alih Status Pegawai KPK Jadi ASN

Status penyidik nantinya akan dilihat tergantung kebutuhan dari formasi.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Tak Ada Jaringan Internet, 400 Kecamatan Sulit Akses Data Pemilih Pilkada

Sebanyak 400 kecamatan di Tanah Air, saat ini tidak ada jaringan internet, sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengecek data pemilih pilkada.

NASIONAL | 15 Juli 2020

11 Tenaga Medis RSUP Haji Adam Malik Terpapar Covid-19

11 tenaga medis yang dinyatakan positif itu tidak terpapar saat menjalani tugasnya di RSUP Haji Adam Malik tersebut.

NASIONAL | 15 Juli 2020

KPK Diminta Usut Tuntas Politikus Pemberi Uang ke Bowo Sidik

Pembuktian untuk terus mengusut kasus ini hingga tuntas tidak mudah.

NASIONAL | 15 Juli 2020

OJK Temukan 1.915 Iklan Jasa Keuangan Langgar Aturan

OJK mencatat selama periode Januari hingga Juni 2020 ditemukan 1.915 iklan telah melanggar ketentuan terkait "market conduct".

NASIONAL | 15 Juli 2020

Hanya Dicopot, Apa Motif Brigjen Prasetijo Utomo Bantu Djoko Tjandra?

Brigjen Prasetijo Utomo hanya dicopot dari jabatannya setelah yang bersangkutan mengeluarkan surat jalan bagi buronan Djoko Tjandra.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Mahfud: Pancasila Bukan Eka Atau Trisila tetapi Panca

Pancasila yang diakui itu adalah disahkan tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia yang terdiri dari lima sila.

NASIONAL | 15 Juli 2020

KPU Depok Terjunkan 4.015 Orang PPDP

Proses pencocokan dan penelitian dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dari rumah ke rumah (door to door) mulai 15 Juli-13 Agustus 2020.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Tekan Angka Kemiskinan, Realisasi Bansos Harus Cepat dan Tepat

Akibat pandemi Covid-19, Akhmad memperkirakan jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan pada triwulan II 2020 berpotensi bertambah lebih dari 5,1 juta orang.

NASIONAL | 15 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS