PDIP Bantul dan Kota Yogyakarta Gelar Aksi Protes Pembakaran Bendera
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

PDIP Bantul dan Kota Yogyakarta Gelar Aksi Protes Pembakaran Bendera

Sabtu, 27 Juni 2020 | 20:42 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Para pengurus dan kader PDI Perjuangan (PDIP) di Yogyakarta melaksanakan aksi konsolidasi dan kibar bendera sebagai wujud pelaksanaan perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, serta bentuk protes terhadap pembakaran bendera partai itu dalam demonstrasi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Bantul, Joko Purnomo, menyatakan hari ini ratusan kader partai berkumpul dengan mengikuti protokol Covid-19, untuk berkonsolidasi serta melaksanakan aksi pawai bendera.

"Kami memperkokoh dan memperkuat barisan sampai tingkat bawah sesuai perintah Ibu Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Joko dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2020) sore.

Aksi tersebut dilaksanakan dengan tetap menjalankan disiplin kesehatan sesuai dengan protokol Covid-19. Ratusan kader yang terlibat bergerak ke arah Lingkar Selatan, Bantul, Yogyakarta. Terakhir massa kembali berkumpul memperkuat konsolidasi di kantor DPC Kabupaten Bantul. Turut dalam aksi tersebut, mantan Bupati Bantul sekaligus politikus senior PDIP Idham Samawi.

Joko tak membantah bila kejadian pembakaran bendera partainya di Jakarta benar-benar menyinggung perasaan para kader PDIP seluruh Indonesia. Karenanya, kader justru ingin menunjukkan sikap serta bukti bahwa semuanya tetap fokus dan setia kepada perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Pihaknya menyayangkan aksi pembakaran tersebut, apalagi sampai berusaha menuduh PDIP sebagai partai komunis. Padahal, sudah jelas Indonesia adalah negara yang mengakui agama, dan semua penduduk Indonesia beragama. Bahkan hukum negara juga dipengaruhi serta bersandingan dengan moral agama.

"Kami mendoakan semoga mereka-mereka yang saat ini melakukan hal-hal seperti itu, ya semoga bisa berpikir ulang, dan tidak mengulangi hal-hal yang menurut saya kurang pas dilakukan sebagai bangsa Indonesia," kata Joko.

Sementara itu, konsolidasi juga dilakukan oleh Satuan Petugas (Satgas) DPC PDIP Kota Yogyakarta. Ketua DPC Eko Suwanto mengatakan selain aksi apel siaga, kader partai juga mengibarkan bendera partai di rumahnya masing-masing.

Eko mengatakan, setelah membuat laporan resmi ke Polda DIY berkaitan dengan akun-akun yang menebar kebencian dan fitnah, DPC PDIP juga mengawal proses hukumnya. Sebagai simbol desakan keras tersebut, bahkan kader mengibarkan bendera di rumahnya masing-masing.

Kegiatan dipadukan dengan aksi pelayanan rakyat dalam mencegah dan menangani Covid-19. Program penyemprotan disinfektan, membagikan masker, faceshield, hingga membagikan jamu dan menanam tanaman buah terus dilakukan.

"Sesuai dengan perintah harian Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan Kota Yogyakarta telah bergerak membela harkat dan martabat partai. Kader partai di daerah mendukung proses hukum bagi pelaku dan penanggung jawab aksi demo di Jakarta," ujar Eko.

Wakil Ketua DPC PDIP Kota Yogyakarta Subagyo menambahkan pihaknya menilai pembakaran bendera partai oleh sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab telah mencoreng prinsip-prinsip demokrasi. Seluruh elemen kader partai tidak rela jika ada pihak luar yang bertindak di luar batas, melecehkan PDIP yang sah secara konstitusional telah mendapatkan kepercayaan rakyat. Yakni dipilih dalam pemilihan umum 2014 dan 2019 termasuk menjadi partai pengusung Joko Widodo - Maruf Amin.

"Kita tidak ingin ada pihak yang seenaknya melakukan provokasi, mereka yang buat kegaduhan harus bertanggung jawab," tegas Eko Suwanto.

Satgas PDIP Kota Yogyakarta, Andika Wiratama, menegaskan pihaknya mengutuk dan mengecam tindakan anarkisme dan perusakan lambang-lambang partai.

"Kami mendesak kepolisian segera menangkap dalang dan memberikan hukuman berat sesuai hukum yang berlaku di Indonesia," tegas Andika.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

41 PMI di PNG Pulang ke Indonesia Lewat PLBN Skouw

Sebanyak 41 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Papua Nugini (PNG) pada Sabtu (27/6/2020) pulang ke Indonesia melalui PLBN Skouw, Jayapura.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Kemsos Salurkan Bantuan untuk Pekerja Seni

Mensos Juliari mengapresiasi peran dan aksi sosial Yayasan Hati Indonesia di tengah pandemi Covid-19 membantu menyalurkan bantuan.

NASIONAL | 27 Juni 2020

PDIP Yogyakarta Desak Aparat Tangkap Pelaku Pembakaran Bendera

Kade PDIP Yogyakarta mematuhi instruksi dan kebijakan partai yaitu menempuh jalur hukum dan meminta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran bendera.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Tambah 8, Kasus Positif Covid-19 di Aceh Jadi 77

Delapan kasus tersebut diantaranya empat berasal dari Kabupaten Aceh Besar dan empat lainnya dari Kota Banda Aceh.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Polemik RUU HIP Bukti Pancasila Milik Semua Orang

Jangan lagi Pancasila diutak-atik, tinggal diperkuat pelaksanaannya saja.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Salurkan Bansos, PT Pelindo I Gandeng UMKM

Selama masa pandemi Covid-19 ini, Pelindo 1 juga bekerja sama dengan mitra binaan di seluruh cabang wilayah untuk menyediakan kebutuhan program bantuan sosial.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Kemdikbud Luncurkan Rekam Pandemi, Dokumentasi Perubahan Sosial Akibat Covid-19

Untuk memberikan stimulus dan jaring pengaman sosial bagi pekerja seni dan budaya terdampak Covid-19, khususnya dokumenteris, Kemdikbud luncurkan Rekam Pandemi.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Mendikbud: Pendidikan SMK Harus Jalani “Pernikahan” dengan Industri

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, "link and match" di pendidikan SMK dengan dunia industri dianalogikan dengan pernikahan.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Mendikbud: Kepala SMK Harus Jadi CEO Industri Mini

Kalangan industri hadir dalam pendidikan vokasi, mulai penyusunan kurikulum hingga turut aktif menjadi tenaga pendidik di SMK.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Zuhairi: Bung Karno Tidak Bisa Lepas dari Dunia Islam

Pada 1960, Bung Karno mendapat gelar doktor honoris causa dari Universitas al-Azhar Mesir dalam bidang filsafat Islam.

NASIONAL | 27 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS