Dewas KPK Didesak Selidiki Penarikan Jaksa di Tengah Masa Tugas
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Dewas KPK Didesak Selidiki Penarikan Jaksa di Tengah Masa Tugas

Sabtu, 1 Februari 2020 | 12:20 WIB
Oleh : Fana Suparman / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Kejaksaan Agung memutuskan menarik Jaksa Yadyn Palebangan dan Jaksa Sugeng yang sedang bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penarikan Yadyn dan Sugeng ini terasa janggal lantaran masa tugas mereka di Lembaga Antikorupsi itu belum selesai.

Yadyn misalnya, mulai bertugas di KPK pada 2014. Dengan demikian, masa tugas Yadyn seharusnya baru berakhir pada 2022 mendatang dan dapat diperpanjang hingga 2024.

Ketua Wadah Pegawai KPK (WP-KPK), Yudi Purnomo menyesalkan adanya penarikan pegawai yang sedang menjalankan tugas di KPK. Menurutnya, Dewan Pengawas (Dewas) KPK seharusnya merespon dengan menelusuri penarikan tersebut.

"Saya pikir ketika Dewas melihat ada sesuatu yang tidak beres dari penarikan ini, ya seharusnya Dewas bertindak dengan kewenangan yang diberikan UU 19/2019. Agar jangan sampai ini akan menjadi preseden yang buruk. Nanti pegawai KPK yang lain akan menjadi sinyal bahwa ketika pegawai KPK menangani kasus besar, siap-siap saja ditarik," kata Yudi di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Sejumlah isu pun berhembus terkait langkah mendadak Kejaksaan menarik kedua Jaksa. Salah satu isu itu menyebutkan, penarikan Yadyn diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR yang menjerat mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan dan caleg PDIP, Harun Masiku. Yadyn disebut sebagai salah seorang tim analisis kasus suap tersebut.

Penelusuran oleh Dewas diperlukan untuk memastikan latar belakang yang menyebabkan Yadyn dan Sugeng ditarik Kejaksaan Agung. Yudi mengaku khawatir penarikan pegawai saat sedang bertugas menjadi preseden buruk bagi upaya pemberantasan korupsi. Penarikan pegawai tersebut dikhawatirkan menjadi salah satu modus untuk melemahkan Lembaga Antikorupsi.

"Sebab, jika nantinya pegawai negeri yang dipekerjakan tersebut sedang menangani kasus besar, kasus yang serius, atau melibatkan orang-orang yang profilnya sangat tinggi, itu bisa sewaktu-waktu ditarik kembali. Dan ketika ditarik, yang terjadi adalah kasusnya akan menjadi tunggakan dan tidak ada regenerasinya," kata Yudi.

Meski demikian, Yudi mengaku pihaknya belum berencana melaporkan penarikan pegawai tersebut ke Dewas. Dikatakan, WP KPK saat ini masih terkejut dengan langkah Kejaksaan yang menarik Yadyn dan Sugeng.

"Sampai saat ini kami belum melaporkannya karena memang mendadak juga dan pengembalian terhadap bang Yadin dan Mas Sugeng sudah ada. Dan hari ini mereka adalah hari terakhir bekerja di KPK," katanya.

Yudi meminta tidak ada lagi penyidik dan jaksa atau pegawai negeri yang dipekerjakan di Lembaga Antikorupsi yang ditarik instansi asal saat masa tugas mereka belum berakhir. Hal ini penting untuk menjaga independensi KPK, terutama saat menangani kasus besar.

"Kami meminta agar ke depannya harus ada peraturan yang mengikat terkait dengan ketika ada pegawai negeri yang dipekerjakan di KPK itu harus benar-benar tuntas masa periodenya," tegasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Natal PDIP Jabar, Penuh Keragaman dan Persahabatan

PDIP ingin meneguhkan bahwa perbedaan dan keragaman adalah satu keniscayaan yang harus dijaga dan dipelihara.

NASIONAL | 1 Februari 2020

24 Rumah Karyawan PT MIR di Tapsel Habis Terbakar

Api berhasil dikuasai sekira pukul 05.00 WIB, namun 24 rumah papan itu sudah rata dengan tanah.

NASIONAL | 1 Februari 2020

BNPT-Bravo Lima Kerja Sama Cegah Pencegahan Radikalisme

Berbagai langkah telah dilakukan BNPT dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme.

NASIONAL | 1 Februari 2020

Menpora: GAMKI Harus Memperkokoh Kebhinekaan

Menpora Zainudin Amali mendorong partisipasi Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) untuk memperkokoh kebhinekaan Tanah Air.

NASIONAL | 1 Februari 2020

Tangani WNI Dievakuasi, Marinir Kirim Satgas Kemanusiaan ke Natuna

Ia mengatakan, para prajurit-prajurit Marinir bukan hanya jadi ahli dalam peperangan, namun harus mampu menjalankan tugas kemanusiaan.

NASIONAL | 1 Februari 2020

Wapres Ajak NU Bersama Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM dan Bangun Ekonomi dari Bawah

"Tetapi bukan membenturkan yang atas dengan yang bawah, tetapi kolaborasi yang kita bangun. Sehingga sama-sama kuat," tambah Wapres.

NASIONAL | 1 Februari 2020

Polisi Panggil Rekanan PT Indosat Terkait Laporan Ilham Bintang

Saat mengecek ATM Commonwealth Bank di Melbourne pada 6 Januari 2020, Ilham melihat rekeningnya dikuras habis.

NASIONAL | 1 Februari 2020

Ditarik Kejaksaan Agung, Jaksa Yadyn Punya Banyak Informasi Kasus Suap Harun Masiku

Jaksa Yadyn akan menangani kasus Jiwasraya.

NASIONAL | 1 Februari 2020

Harga BBM Disesuaikan, Pertamax Turun Rp 200 Per Liter

Di wilayah DKI Jakarta, Pertamax Turbo juga mengalami penyesuaian dari harga semula Rp 9.900 menjadi Rp 9.850 per liter.

NASIONAL | 1 Februari 2020

Wapres Apresiasi dan Dorong Pengembangan Program Koin NU

Baginya, semua itu adalah babak baru dari kemandirian yang dimiliki oleh NU.

NASIONAL | 1 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS