Menlu Retno Prihatin dan Miris dengan Kasus Kawin Kontrak di Kalbar

Minta Dihentikan

Menlu Retno Prihatin dan Miris dengan Kasus Kawin Kontrak di Kalbar

Jumat, 26 Juli 2019 | 10:37 WIB
Oleh : Sahat Oloan Saragih / RSAT

Pontianak, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan merasa miris dan prihatin melihat kejadian perkawinan kontrak yang melibatkan pihak luar negeri yang banyak terjadi di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar). Karena banyak kawin kontrak melibatkan anak di bawah umur yaitu ada korban yang berusia 14 tahun.

"Saya sebagai perempuan sangat miris, melihat kasus ini, karena melibatkan perempuan Indonesia yang menjadi korban, dan sebagian dari mereke masih berusia sangat muda. Satu di antara 7 yang saya temui ada yang berusia 14 tahun," kata Menlu Retno Marsudi kepada wartawan seusai bertemu Gubernur Kalbar H Sutarmidi dan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, di Mapolda Kalbar, Kamis (25/7/2019).

Di bidang diplomatik, Menlu menegaskan pihaknya sudah menyampaikan konsen kita pada pemerintah Tiongkok. Dan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Tiongkok dan Duta Besar Indonesia yang berada di Tiongkok, serta menteri luar negeri Tiongkok untuk menyamakan persepsi bahwa kasus ini dilihat sebagai dugaan tindak pidana penjualan orang (TPPO), bukan hanya pernikahan biasa.

Untuk itu dia berharap kerja sama yang baik antara semua pihak, terutama yang berada di hulu untuk melakukan pencegahan. “Dari pihak kepolisian juga saya minta komitmen yang tinggi untuk membuka dan mengungkap kasus kejahatan transnasional ini,” tegas Menlu Retno Marsudi.

Sementara itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono meminta masyarakat untuk menghentikan perkawinan kontrak atau pengantin pesanan yang melibatkan pihak luar negeri. Sebab banyak kasus perkawinan kontrak yang ditemukan merupakan tindak pidana penjualan orang.

Didi Haryono mengatakan melihat kasus dan para korban pengantin pesanan seharusnya semua pihak sadar akan arti pentingnya menjaga keluarga di antara mereka. Sebab perkawinan kontrak ini tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Menurutnya banyak kasus pengantin pesanan atau kawin kontrak termasuk kejahatan transnasional sehingga penanganannya termasuk extra ordinary crime. “Hal ini akan menjadi perhatian utama kita, dan harus dituntaskan,” ujar Kapolda Didi Haryono.

Disebutkan dalam menangani kasus ini pihaknya tidak akan main-main dan akan mengusut tuntas. Nanti akan dikembangkan lagi terkait kasus masalah kependudukannya di Dukcapil, yaitu pemalsuan identitas dan sebagainya.

“Sekarang ini dari tiga tersangka yang ditangani, lima orang korbannya sudah berangkat dan yang belum berangkat dua orang. Untuk itu pihaknya secara intensif menangani dan menindak hingga “mak comblangnya”,” tegasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ketua BPK Menghadiri Pertemuan ASOSAI Governing Board Ke-54 di Kuwait City

Ketua BPK, Moermahadi Soerja Djanegara menghadiri pertemuan ASOSAI Governing Board ke-54 yang diselenggarakan pada tanggal 23 – 24 Juli 2019 di Kuwait City

NASIONAL | 26 Juli 2019

Pembangunan Jalan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini Dilanjutkan

Kempupera melanjutkan penyelesaian pembangunan jalan perbatasan Indonesia–Papua Nugini dari Merauke hingga Jayapura di Provinsi Papua sepanjang 1.098 kilometer.

NASIONAL | 26 Juli 2019

Kodam Cenderawasih: Senjata KKB Didapatkan dari Berbagai Sumber

Pasokan senjata dan amunisi yang didapatkan Kelompok Separatis Bersenjata didapatkan dari berbagai sumber yaitu dari perusuh dan luar negeri.

NASIONAL | 26 Juli 2019

Korupsi, 21 Oknum ASN Mukomuko Dipecat

Sebanyak 21 oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Mukomuko, Bengkulu yang tersangkut kasus korupsi diberhentikan dengan tidak hormat.

NASIONAL | 26 Juli 2019

Polda Bengkulu Amankan Ratusan Liter BBM Oplosan

Anggota Reskrimsus Polda Bengkulu mengamankan ratusan liter bahan bakar minyak (BBM) oplosan di Kecamantan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, Bengkulu.

NASIONAL | 26 Juli 2019

29 Calon Haji Asal Sumsel Gagal Berangkat

Sebanyak 29 calon haji asal Sumatera Selatan gagal berangkat untuk menunaikan rukun Islam ke lima karena berbagai alasan.

NASIONAL | 26 Juli 2019

Terbukti Korupsi, Bupati Pakpak Bharat Nonaktif Divonis 7 Tahun Penjara

Menyikapi putusan ini, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan pikir-pikir.

NASIONAL | 26 Juli 2019

Pangdam IV Diponegoro: Proyek Infrastruktur Jalan TMMD Tegal Capai 70 Persen

Program yang merupakan program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah itu ditargetkan selesai pada 8 Agustus 2019.

NASIONAL | 26 Juli 2019

BMKG Denpasar Peringatkan Gelombang Tinggi di Bali

BMKG juga memberikan peringatan dini kepada masyarakat agar mewaspadai adanya potensi gelombang tinggi di beberapa perairan Bali.

NASIONAL | 26 Juli 2019

Golomory Coffee Tawarkan Sensasi Nikmat Kopi Khas Flores

Kopi Golomory Manggarai enak.

NASIONAL | 25 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS