Perlu Edukasi Pembentukan Karakter Agar Pelajar Tidak Dimanfaatkan Kelompok Tertentu Berbuat Anarkis
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Perlu Edukasi Pembentukan Karakter Agar Pelajar Tidak Dimanfaatkan Kelompok Tertentu Berbuat Anarkis

Senin, 26 Oktober 2020 | 16:45 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Edukasi, pembentukan karakter, dan pencegahan perlu dilakukan agar pelajar tidak dimanfaatkan kelompok tertentu untuk berbuat tindakan anarkis.

"Seperti kita ketahui beberapa waktu lalu ada aksi demo yang melibatkan para pelajar tanggal 8, 13, dan tanggal 20 Oktober. Dalam hal ini, kami memang ada upaya-upaya untuk mencari solusi bagaimana hal terbaik agar para pelajar jangan sampai kemudian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok anti kemapanan yang kemudian juga menimbulkan aksi-aksi bersikap anarkis," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/10/2020).

Nana menyampaikan hal itu usai pertemuan antara Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Pemprov DKI Jakarta, dan pihak sekolah menyikapi banyaknya pelajar ikut aksi unjuk rasa yang berujung ricuh beberapa waktu lalu.

Dikatakan Nana, sebanyak 2.667 orang diamankan dalam tiga kali unjuk rasa itu, di Jakarta dan sekitarnya. Ironisnya, 70% di antaranya merupakan pelajar dari Jakarta, Bogor, Sukabumi, Subang, Indramayu, Bekasi, Tangerang, dan Cilegon.

"Dari 2.667 orang, ada 143 orang yang menjadi tersangka, dan 67 orang di antaranya kami tahan. Dari 67 orang itu, ada 31 orang pelajar. Nah ini tentunya kami mencari solusi jangan sampai kemudian para pelajar ini dimanfaatkan oleh kelompok anti kemapanan yang kemudian mereka menjadi salah arah," ungkapnya.

Nana menyampaikan, para pelajar itu terlibat aksi unjuk rasa karena mendapatkan ajakan dari media sosial maupun secara langsung.

"Dari hasil keterangan beberapa pelajar bahwa mereka memang lebih banyak diajak dari media sosial, diajak untuk melakukan aksi demo tetapi di situ ada penekanan mengarah kepada demo anarkis. Dari pengajak memang hasil penyelidikan kita, dari aksi beberapa waktu lalu, kami mengamankan lima orang selaku admin yang selama ini mereka terus menyuarakan, menghasut dan memprovokasi para pelajar ini datang ke Jakarta untuk melakukan aksi. Lima admin ini sudah kita tahan," katanya.

Merespon permasalah itu, Nana, bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Dinas Pendidikan, termasuk sejumlah kepala sekolah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, melakukan diskusi dan sepakat untuk memberikan edukasi serta pembentukan karakter kepada pelajar.

"Kami perlu bersama-sama mengingatkan para pelajar adalah tunas bangsa, anak-anak kami yang perlu diberikan pembelajaran yang positif, yang kemudian tidak terbawa oleh kelompok-kelompok yang negatif," jelasnya.

Nana menuturkan, sekolah merupakan rumah kedua pelajar, sehingga diharapkan adanya kegiatan yang mengarah kepada pembentukan karakter.

"Kami mengharapkan adanya dalam hal lebih menekankan kembali masalah pembentukan karakter. Tentunya dengan kegiatan ekstrakurikuler yang mengarah kepada pembentukan karakter dalam hal ini pengetahuan dalam hal Pancasila atau hal-hal positif. Supaya para pelajar ini tidak mudah terhasut dengan ajakan-ajakan yang mengarah kepada masalah pidana," katanya.

Nana menyebutkan, mengacu Pasal 15 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, seorang pelajar yang masih di bawah umur atau anak berhak mendapatkan perlindungan terkait penyalahgunaan dalam kegiatan politik praktis, masalah kerusuhan sosial, hingga eksploitasi pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan.

"Maka dalam hal ini kami bersama-sama dengan Pak Pangdam, Gubernur, mengundang kepala dinas pendidikan, dan kepala sekolah ini supaya mereka betul-betul mengarahkan terhadap anak-anak ini. Jangan sampai anak-anak ini dimanfaatkan kelompok-kelompok tertentu demi kepentingan politiknya atau pun supaya negara ini tidak aman," jelasnya.

Menyoal apakah memang ada pihak yang memanfaatkan pelajar untuk melakukan aksi unjuk rasa anarkis, Nana mengatakan, dari ajakan-ajakan di media sosial jelas ada.

"Ada lima admin yang selama ini mereka mempunyai akun STM Sejabodetabek, itu memang mengarah kepada menghasut, memprovokasi. Jadi mereka dengan barang bukti yang ada seperti batu, molotov, mereka sudah mempersiapkan. Ada ketapel. Ini sudah tidak baik hasutannya mengarah ke anarkis. Tentunya kami tidak bisa berjalan sendiri. Perlu instansi lain bersama-sama supaya pelajar ini jangan sampai kemudian dimanfaatkan," katanya.

Ihwal bagaimana mengantisipasi hasutan di media sosial, Nana mengungkapkan, tim siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terus melakukan patroli siber. "Jadi kita punya unit timsus siber. Kami terus patroli siber, terus kita lakukan setiap hari untuk mengetahui perkembangan di dunia maya," katanya.

Nana menegaskan, lebih baik melakukan pencegahan jangan sampai pelajar terhasut dan turun dalam aksi unjuk rasa yang berujung anarkis. Sehingga pelajar tidak menjadi korban atau malah melakukan tindakan pidana dan berhadapan dengan hukum.

"Anak-anak dipidana dengan aturan tertentu. Jadi misalnya perlakuan untuk masyarakat pada umumnya kita penahanan di kepolisian 20 hari, untuk anak-anak satu minggu. Mulai dari kepolisian, kejaksaan sampai sidang itu didampingi orang tuanya, ada perlakuan khusus buat anak-anak ini. Tetapi dalam hal ini mereka bisa juga dipidana, supaya ada efek jera, kemudian tidak melakukan lagi. Kita lebih baik melakukan pencegahan jangan sampai kemudian anak-anak ini terkena hasutan," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pria Tewas Terbakar di Pinggir Kali Ciliwung Diduga Bunuh Diri

Korban bunuh diri dengan cara membakar badannya menggunakan bensin akibat depresi.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2020

Anies Ingin UU Cipta Kerja Jadi Bahan Ajar di Sekolah

Anies ingin siswa tingkat SMA dan SMK ikut mendiskusikan tentang UU Cipta Kerja.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2020

25 Rumah Terkena Dampak Kebakaran di Depan Mal Senayan City

Luas area yang terbakar sekitar 1.200 meter per segi (m2) dan pemadaman dan pendinginan kawasan terbakar itu selesai pukul 10.40 WIB.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2020

Operasi Zebra di Jakarta Utara Terpusat di Tiga Lokasi

Sasaran yang ditindak petugas di Operasi Zebra Jaya diantaranya adalah melawan arus, tidak menggunakan helm, dan melintas melewati garis stop line.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2020

Main PS Sambil Tenggak Miras, WNA Ghana Tewas Ditusuk

Ketika saksi Luciana mengecek dan membuka pintu kamar mandi, terlihat pelaku sedang memegang pisau menusuk korban.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2020

Jelang Libur Panjang, Polres Bogor Gelar Operasi Zebra 2020

Operasi Zebra Lodaya 2020 dilaksanakan selama dua minggu mulai Senin 26 Oktober hingga 8 November 2020.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2020

2.343 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di Wisma Atlet Kemayoran

Jumlah pasien di Tower 4 dan 5 saat ini sebanyak 1.036 orang atau berkurang 34 orang dibandingkan sebelumnya 1.070 orang.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2020

Rusak Estetika Kota, Tiang Monorel Harus Dibongkar

Kalau bicara lansekap kota di Jalan Rasuna Said, dan Asia Afrika, pilihannya tiang monorel itu harus dibongkar.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2020

Kebakaran Terjadi di Lapangan Parkir Mal Senayan City

Ada empat unit mobil pemadam kebakaran di lokasi.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2020

Epidemiolog: Hasil PSBB Transisi Kurang Bermakna

Epidemiolog Tri Yunis Miko Wahyono menilai, hasil PSBB transisi yang berlangsung di DKI Jakarta dua minggu lalu terbilang kurang memuaskan.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS