Daya Beli Lemah, Juli 2020 Terjadi Deflasi 0,10%
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Daya Beli Lemah, Juli 2020 Terjadi Deflasi 0,10%

Senin, 3 Agustus 2020 | 13:11 WIB
Oleh : Herman / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2020 secara umum menunjukkan adanya penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Juli 2020 terjadi deflasi sebesar 0,10% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 104,95. Sehingga tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juli) 2020 sebesar 0,98%, dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2020 terhadap Juli 2019) sebesar 1,54%.

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan, dari 90 kota IHK, 61 kota mengalami deflasi dan 29 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,09% dengan IHK sebesar 107,21, dan terendah terjadi di Gunungsitoli, Bogor, Bekasi, Luwuk, dan Bulukumba masing-masing sebesar 0,01% dengan IHK masing-masing sebesar 103,29; 106,22; 106,98; 107,22; dan 106,05. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 1,45% dengan IHK sebesar 106,95 dan terendah terjadi di Jember dan Banyuwangi masing-masing sebesar 0,01% dengan IHK masing-masing sebesar 104,77 dan 103,50.

“Saat ini perekonomian global masih dipenuhi ketidakpastian. Setiap negara selalu mengutamakan kesehatan, tetapi di sisi lain juga berupaya supaya denyut ekonominya bergerak. Untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi ini tentu saja tidak mudah. Ekonomi di berbagai negara banyak yang mengalami perlambatan dan kontraksi. Harga komoditas yang fluktuatif juga cenderung menurun, sehingga membuat pergerakan inflasi di berbagai negara mengalami perlambatan. Bahkan juga mengarah kepada deflasi. Berdasarkan hasil pemandauan BPS di 90 kota, pada Juli 2020 ini terjadi deflasi 0,10%,” kata Suhariyanto dalam pemaparan inflasi Juni 2020, Senin (3/8/2020).

Menurut Suhariyanto, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,73%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,01%; dan kelompok transportasi 0,17%.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,10%; kelompok kesehatan 0,29%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,15%; kelompok pendidikan 0,16%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,15%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,93%.

“Pada Juli 2020, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, beras, jeruk, cabai rawit, kelapa, gula pasir, dan tarif angkutan udara. Komoditas lainnya juga ada yang mengalami kenaikan harga, antara lain telur ayam ras, rokok putih, tarif angkutan antarkota, tarif kendaraan roda empat online, uang sekolah SD, dan emas perhiasan,” papar Suhariyanto.

Pada Juli 2020 dari 11 kelompok pengeluaran, dua kelompok memberikan andil deflasi, enam kelompok memberikan andil inflasi, dan tiga kelompok tidak memberikan andil terhadap deflasi nasional.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, tembakau sebesar 0,19% dan kelompok transportasi 0,02%. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,01%; kelompok kesehatan 0,01%; kelompok pendidikan 0,01%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,01%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,06%.

Sementara itu kelompok pengeluaran yang tidak memberikan andil terhadap deflasi nasional, yakni kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya.

Jika dilihat menurut komponen, dua komponen mengalami deflasi, di mana deflasi yang paling dalam yakni komponen harga bergejolak sebesar 1,19% dan sumbangannya kepada deflasi 0,20%. Deflasi pada komponen ini utamanya disebabkan oleh penurunan harga bawang merah, daging ayam ras, beras, hingga bawang putih.

Untuk komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami deflasi 0,07%, dan sumbangannya kepada deflasi sebesar 0,01%. Sedangkan inflasi inti mengalami inflasi sebesar 0,16%.

“Kalau melihat komponennya, deflasi pada bulan Juli ini terutama disebabkan oleh menurutnya komponen harga-harga bergejolak. Sementara inflasi intinya masih lemah, meskipun ada sedikit peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa kita masih harus berupaya untuk terus meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Suhariyanto.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bursa Asia Berbalik Menguat Ditopang Data Tiongkok

Bursa Asia cenderung menguat menjelang akhir perdagangan Senin (3/8/2020) ditopang pemulihan sektor manufaktur Tiongkok.

EKONOMI | 3 Agustus 2020

Semester I-2020, BTN Kantongi Laba Bersih Rp 768 Miliar

Laba bersih BTN ditopang oleh perolehan pendapatan bunga bersih semester 1-2020 sebesar Rp 4,43 triliun.

EKONOMI | 3 Agustus 2020

Tim Tripartit Tuntas Bahas RUU Cipta Kerja

Tim Tripartit telah selesaikan bahas RUU Cipta Kerja.

EKONOMI | 3 Agustus 2020

Kurs Rupiah Terdepresiasi ke Rp 14.625

Kurs rupiah berada di level Rp 14.625 per dolar AS atau terdepresiasi 25 poin (0,17 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.600.

EKONOMI | 3 Agustus 2020

400 Saham Melemah, IHSG Terjungkal 2,6%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,57 persen ke kisaran 5.017,36 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (3/8/2020).

EKONOMI | 3 Agustus 2020

TelkomGroup Salurkan Lebih dari 1.000 Hewan Kurban di Seluruh Indonesia

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada 31 Juli 2020, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bekerjasama dengan Majelis Ta'lim

EKONOMI | 3 Agustus 2020

BPS Catat Deflasi Juli Sebesar 0,1%

Badan Pusat Statistik mencatat pada Juli 2020 terjadi deflasi sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,95.

EKONOMI | 3 Agustus 2020

Semester I, Laba Emiten Kapal Tanker BULL Naik 3,3 Kali Lipat

Pendapatan usaha sebesar US$ 98 juta di semester pertama 2020 atau naik 2 kali lipat dari US$ 48,8 juta di semester pertama 2019.

EKONOMI | 3 Agustus 2020

Kempupera Bangun Rusun Mahasiswa ITP Senilai Rp 12,49 Miliar

Kempupera terus dorong pembangunan rusun mahasiswa.

EKONOMI | 3 Agustus 2020

Kempupera Tata Kawasan Saribu Rumah Gadang di Solok

Kempupera tuntaskan pembangunan rumah Gadang di Solok Selatan.

EKONOMI | 3 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS