RUU Cipta Kerja Bisa Jadi Jalan Tengah bagi Semua Pihak
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

RUU Cipta Kerja Bisa Jadi Jalan Tengah bagi Semua Pihak

Kamis, 30 Juli 2020 | 16:51 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat ekonomi Universitas Lambung Mangkurat, Muhammad Handry Imansyah menyatakan RUU Cipta Kerja diperlukan untuk mengatasi masalah perekonomian nasional. Menurutnya, RUU Cipta Kerja bisa menjadi jalan tengah bagi semua pihak.

"Intinya kita membuat peraturan atau hukum UU itu untuk kepentingan bersama," ujar Handry saat dihubungi Kamis, (30/7/2020.

Handry mengatakan polemik yang timbul akibat pembahasan RUU Cipta Kerja harus dihindari. Semua pihak harus mengedepankan negosiasi agar tujuan utama dari RUU Cipta Kerja bisa terwujud.

Hendry menyebut salah satu manfaat dari RUU Cipta Kerja adalah dapat mengundang investasi. Dia berkata investasi yang masuk ke dalam negeri bisa menciptakan lapangan kerja baru.

Selama ini regulasi terkait investasi terlalu kaku. Hal itu mengakibatkan investor memilih negara lain untuk berinvestasi.

Berdasarkan data, dia menyebut Indonesia tidak masuk urutan atas sebagai negara di ASEAN yang menjadi pilihan investasi. Indonesia berada di bawah negara seperti Thailand, Filipina, Singapura, dan Vietnam.

"Jadi kalau Indonesia tidak memberikan aturan yang baik bagi investasi atau ketenagakerjaan, ya tamat. Kita tidak bisa terlalu kaku," ujarnya.

Di sisi lain, Handry menyatakan RUU Cipta Kerja juga dapat memberi jaminan kepastian upah pekerja. Akan tetapi, dia meminta semua pihak harus realistis memahami bahwa upah disesuaikan dengan produktivitas kerja.

"Yang penting itu diperbaiki sistemnya," ujar Handry.

Lebih dari itu, Handry kembali mengingatkan kepentingan bersama harus dikedepankan dalam membahas RUU Cipta Kerja. Dia juga meminta buruh tidak terpengaruh dengan kepentingan segelintir elite yang mengarahkan untuk menolak RUU Cipta Kerja.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Paruh Tahun, Pendapatan Indosat Naik 9,4% Tembus Rp 13,5 Triliun

EBITDA mencapai Rp 4,4 triliun atau meningkat 22,5 persen.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Covid-19 Bisa Jadi Momentum Pertumbuhan Jasa Laundry

Kekhawatiran akan infeksi virus corona atau Covid-19 membuat banyak orang kini lebih telaten memperhatikan kebersihan.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Daftar Saham Teraktif Hari Ini

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan frekuensi 39.495 kali.

EKONOMI | 30 Juli 2020

BTN Lelang Aset Properti Senilai Rp 6,06 Triliun

Bank BTN mematok target penjualan aset sebesar Rp 1 triliun

EKONOMI | 30 Juli 2020

Sejalan Mata Uang Asia, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.600

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.455- Rp 14.632 per dolar AS.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Modernland Realty Raih 2 Penghargaan Top CSR Awards 2020

Modernland Realty meraih penghargaan Top CSR Awards 2020 di kategori #Star 3.

EKONOMI | 30 Juli 2020

IHSG Ditutup Bertambah 38 Poin ke 5.149

Indeks LQ-45 naik 7,6 poin (0,96 persen) ke level 803,1.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Bursa Eropa Terkoreksi karena Investor Fokus Laporan Kinerja Emiten

Pan-European Stoxx 600 melemah 0,7 persen di awal perdagangan.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Modernisasi Koperasi Perlu Peran Aktif Milenial

Regulasi koperasi dinilai masih tertinggal, belum bisa menyamai perkembangan zaman yang ada saat ini.

EKONOMI | 29 Juli 2020

Trans Power Anggarkan 51% Laba 2019 untuk Dividen

Pendapatan hingga akhir 2020 akan turun 10-15 persen dibanding realisasi pendapatan 2019.

EKONOMI | 30 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS