Modernisasi Koperasi Perlu Peran Aktif Milenial
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Modernisasi Koperasi Perlu Peran Aktif Milenial

Rabu, 29 Juli 2020 | 14:56 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo) Sahala Panggabean menyebutkan tantangan perkembangan koperasi saat ini adalah melibatkan generasi milenial, dan selalu kampanyekan bahwa berkoperasi itu keren dan kekinian. Tantangan ini harus serius ditransformasi dalam momentum 73 tahun Koperasi Indonesia, dan 75 tahun Indonesia Merdeka.

"Koperasi juga dapat mendatangkan para ahli ekonomi kreatif dan ekonomi digital sebagai think tank (wadah pemikir) untuk memajukan koperasi. Selain itu juga merekrut milenial sebagai regenerasi, serta tentu saja tidak melupakan ciri utama kegiatan koperasi dengan prinsip kekeluargaan," kata Sahala dalam pemaparan seminar daring nasional Viunomics yang diadakan oleh Visi Indonesia Unggul (VIU), Rabu (29/7/2020).

Seminar daring ini menghadirkan narasumber Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim sebagai keynote speaker, dan Ketua Umum VIU Horas Sinaga sebagai moderator.

Sahala mengatakan selain itu perlunya pengawasan dan pengendalian, karena saat ini banyak koperasi yang kurang terpuji mengenai manajemen. "Pemerintah diharapkan segera melaksanakan pengawasan yang sangat ketat pada koperasi. Baik pengawasan dalam pengurusan, maupun secara eksternal karena semakin ketat pengawasan semakin baik koperasi ke depannya," ujar Sahala.

Arif Rahman Hakim melihat banyak pengurus koperasi saat ini masih kurang keterlibatan generasi muda, tentu jadi tantangan bagaimana koperasi harus memiliki daya tarik bagi generasi muda. Selain itu regulasi koperasi masih tertinggal, belum bisa menyamai perkembangan zaman yang ada saat ini.

Sebagai contoh untuk membentuk koperasi baru dirasakan masih sulit dan ini salah satu ketidaktertarikan. Begitu juga minim inovasi dibandingkan BUMN maupun perusahaan swasta non koperasi, hal ini terkait dengan SDM pengelola koperasi masih memiliki tingkat pendidikan yang rendah, dan saat perekrutan tidak mengikuti asas prinsip manajemen modern.

Ia melanjutkan, koperasi punya potensi besar di masa depan dan pemerintah telah melakukan dukungan koperasi agar lebih baik waktu ke waktu. Pertama, dukungan dari sisi pembiayaan yang ramah dan Menteri Koperasi sudah menugaskan Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) untuk fokus mendukung pembiyaan koperasi dengan metode murah, mudah, dan cepat.

Kedua, digitalisasi koperasi melalui pelatihan dilakukan untuk memudahkan pemasaran dan akses permodalan.

Ketiga, transformasi produk barang dan jasa diharapkan dibutuhkan di market yang saat ini unggulannya lebih banyak melalui hasil perikanan, pertanian, dan perkebunan.

Keempat, adanya peluang mikro dan kecil bisa masuk dalam katalog LKPP diharapkan memanfaat peluang yang ada," jelas Arif Rahman Hakim.

Menanggapi itu, praktisi Koperasi Milenial, Frans Meroga menyoroti bonus demografi 40% komposisi masyarakat Indonesia adalah generasi milenial. "Ini yang harus diakomodir, bagaimana kita harus peka atau responsif terhadap prefensi dan karakter milenial. Mereka menyukai kumpul atau guyup, dan mereka gemar untuk sharing economy, serta mereka menjunjung tinggi nilai egaliter ataupun kesetaraan," ujarnya.

"Keberadaan mereka sangat erat kaitannya dengan koperasi dengan rapat anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi sejalan dengan karakter milenial yang senang kumpul hingga dapat tersalurkan secara positif. Lalu karakter ekonomi berbagi yang tren dalam generasi milenial dapat terakomodir dengan adanya pembagian sisa hasil usaha (SHU)," jelas Wakil Ketua Koperasi Simpan Pinjam Nasari ini.

Generasi milenial yang juga sangat menjunjung tinggi kesetaraan sudah otomatis sejalan dengan jati diri koperasi yang menganut one man one vote, dan bukan one share one vote seperti pada perseroan.

“Jadi sangat jelas bahwa koperasi adalah badan usaha paling cocok dengan generasi milenial," pungkas Frans.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Trans Power Anggarkan 51% Laba 2019 untuk Dividen

Pendapatan hingga akhir 2020 akan turun 10-15 persen dibanding realisasi pendapatan 2019.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Pengamat Nilai Rencana IPO Subholding Pertamina Tidak Ada Masalah

Program restrukturisasi yang dilakukan PT Pertamina (Persero) dan rencana IPO terhadap subholding-nya dipastikan tidak melanggar undang-undang yang berlaku.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Pertamina EP Tingkatkan Produksi Minyak di Sumur SKW-21

PT Pertamina EP sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero) berhasil meningkatkan produksi minyak melalui program well intervention di sumur SKW-21.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Laba Astra Naik 16% Tertolong Penjualan Bank Permata

Namun jika tanpa penjualan tersebut, maka laba Astra anjlok 44 persen menjadi Rp 5,5 triliun.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Minus 9%, Resesi Hong Kong Empat Kuartal Berturut-turut

Resesi itu merupakan yang pertama dalam satu dekade.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Sentral Mitra Informatika Raup Laba Rp 4,3 Miliar

Perseroan juga berhasil membukukan pendapatan Rp 62,8 miliar per 30 Juni 2020.

EKONOMI | 30 Juli 2020

9 Industri Ini Bisa Peroleh Penjaminan Modal Kerja Hingga 80% dari Pemerintah

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan ada sembilan industri padat karya yang menjadi prioritas untuk memperoleh Penjaminan Kredit Modal Kerja hingga 80%.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Lelang Aset Properti, BTN Bidik Target Penjualan Rp 1 Triliun

Sebanyak 1.831 aset properti senilai Rp 6,06 triliun ditawarkan BTN kepada para investor untuk dibeli atau dikelola.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Triwulan II 2020, Kredit BTPN Tumbuh 5%

PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) membukukukan pertumbuhan kredit mencapai Rp 150,5 tiliun pada triwulan II 2020, atau naik sebesar 5% dari periode sama pada 2019.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Menkop dan UKM Berharap Mahasiswa Bantu UMKM Terhubung ke Marketplace Online

Mahasiswa dan akademisi dapat turut serta membantu para pelaku UMKM untuk terhubung ke marketplace online.

EKONOMI | 30 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS