Disparitas Kemiskinan Masih Tinggi, Pemanfaatan Dana Desa Harus Lebih Optimal
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Disparitas Kemiskinan Masih Tinggi, Pemanfaatan Dana Desa Harus Lebih Optimal

Jumat, 17 Juli 2020 | 10:05 WIB
Oleh : Herman / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Persentase penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 9,78%, meningkat 0,56% poin dibandingkan September 2019, dan meningkat 0,37% poin terhadap Maret 2019. Sehingga jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 menjadi 26,42 juta orang, meningkat 1,63 juta orang dibandingkan September 2019, dan meningkat 1,28 juta orang terhadap Maret 2019.

Di sisi lain, masih ada disparitas kemiskinan yang cukup tinggi antara kota dan desa. Persentase penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2020 sebesar 7,38%, sementara di daerah perdesaan 12,82%. Dibanding September 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 1,3 juta orang menjadi 11,16 juta orang. Sementara itu, daerah perdesaan naik sebanyak 333.900 orang menjadi 15,26 juta orang.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Mudrajad Kuncoro menyampaikan, masalah tingginya angka kemiskinan dan juga disparitas kemiskinan antara di perkotaan dan perdesan ini memang jadi persoalan yang belum terselesaikan, di mana kemiskinan di desa persentasenya selalu lebih tinggi dibandingkan di kota.

Karenanya, menurut Mudrajad upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan di desa harus lebih masif lagi. Salah satunya melalui pemanfaatan dana desa yang lebih efektif dalam upaya mendorong perekonomian di desa, sehingga akhirnya berpengaruh kepada perbaikan tingkat kemiskinan penduduknya.

“Dana Desa harus lebih dioptimalkan untuk kegiatan ekonomi produktif, khususnya untuk menggerakkan UMKM yang terdampak Covid-19, Bumdes, koperasi, atau kelompok masyarakat, misalnya kelompok sadar wisata. Kemudian menurunkan isolasi ekonomi daerah, terutama daerah tertinggal yang memiliki keterbatasan infrastruktur,” kata Mudrajad Kuncoro kepada Beritasatu.com, Kamis (16/7/2020).

Bila melihat profil kemiskinan Maret 2020, Mudrajad mengatakan persentase penduduk miskin di provinsi yang selama ini menjadi kantung terbesar kemiskinan juga masih tinggi, antara lain Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

“Artinya kalau ingin fokus pada penanganan kemiskinan, ya fokus di penanganan Indonesia bagian timur karena persentasenya paling tinggi sejak dulu. Bahkan Papua persentasenya di atas 25%,” kata Mudrajat.

Sementara itu berdasarkan hasil kajian Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, persebaran Covid-19 yang saat ini terpusat di wilayah perkotaan justru menyebabkan potensi peningkatan kemiskinan lebih besar terjadi di perkotaan.

Ekonom CORE Indonesia Akhmad Akbar Susanto memaparkan, untuk skenario berat, potensi pertambahan jumlah penduduk miskin di perkotaan pada triwulan II-2020 mencapai 3 juta, sementara di pedesaan 2,6 juta orang. Untuk skenario lebih berat, potensi pertambahan jumlah penduduk miskin di perkotaan mencapai 6 juta, sementara di pedesaan 2,8 juta orang. Sedangkan untuk skenario sangat berat, potensi pertambahan jumlah penduduk miskin di perkotaan dapat mencapai 9,7 juta, sementara di pedesaan hanya 3 juta orang.

Sebagai dampak dari pandemi Covid-19, ekonomi di desa memang ikut terpengaruh, yang pada akhirnya dapat meningkatkan angka kemiskinan di desa. Dalam memulihkan ekonomi di desa, Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) saat ini terus melakukan upaya revitalisasi dengan beberapa langkah strategis, salah satunya melakukan revitalisasi BUMDes.

Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Dodik Pranata Wijaya menyampaikan, langkah yang dilakukan adalah dengan meregistrasi Bumdes di aplikasi android Bumdes dari Kemdes PDTT, sehingga lebih mudah dalam pengawasan atau pendampingan Bumdes.

Sementara itu diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dalam upaya mengatasi angka kemikinan yang meningkat akibat pandemi Covid-19, Bappenas telah menyusun strategi reformasi perlindungan sosial, di mana prasyarat dalam pelaksanaan reformasi tersebut adalah penyempurnaan data kemiskinan yang harus dimulai dari tingkat desa. Untuk itu, Bappenas mengusulkan penyusunan social registry dengan mencakup 100% penduduk yang dimulai dengan digitalisasi monograf desa. Karenanya, perlu ada penguatan sistem perencanaan berbasis bukti di tingkat daerah.

“Pada 2018, Bappenas sudah merilis Sepakat atau Sistem Perencanaan, Penganggaran, Pemantauan, Evaluasi dan Analisis Kemiskinan Terpadu. Sepakat membantu meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam perumusan kebijakaan pengentasan kemiskinan ekstrim yang berbasis bukti dan adaptif terhadap bencana. Sepakat juga dapat menjadi cikal bakal digitalisasi monograf desa yang terintegrasi, yaitu pendataan dan analisis proses perencanaan, penganggaran, monitoring dan evaluasi yang inklusif dan pro-poor,” kata Suharso, baru-baru ini.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Saat Masa Transisi, Program AIA 1dapat4 Beri Perlindungan Keluarga

PT AIA Financial (AIA) meluncurkan satu program proteksi bagi keluarga Indonesia saat masa transisi pandemi virus corona baru atau Covid-19 yakni AIA 1dapat4 di Jakarta, Kamis (16/7).

EKONOMI | 17 Juli 2020

Emas Antam Turun ke Rp 944.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 442,320 juta.

EKONOMI | 17 Juli 2020

Ini 4 Faktor yang Buat Daya Saing Indonesia Merosot

Komponen yang mengalami penurunan paling drastis adalah efisiensi bisnis, yang menurun dari peringkat 20 di tahun 2019 menjadi 31 pada 2020.

NASIONAL | 17 Juli 2020

Awal Sesi, Rupiah Terkoreksi Saat Mata Uang Asia Menguat

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.585 - Rp 14.670 per dolar AS.

EKONOMI | 17 Juli 2020

Awali Perdagangan, IHSG Dilanda Aksi Jual Saham

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan turun 18,3 poin (0,37 persen) menjadi 5.080.

EKONOMI | 17 Juli 2020

IPO Subholding Pertamina Sesuai Konstitusi dan Perundangan-undangan

Yang dilakukan sekarang adalah restrukturisasi, belum privatisasi. Kalau pun privatisasi, nantinya juga bukan Pertamina, tetapi anak perusahaannya.

EKONOMI | 17 Juli 2020

Harga Minyak di Perdagangan Asia Menguat Pagi Ini

Patokan minyak mentah berjangka internasional Brent naik menjadi US$ 43,41 per barel.

EKONOMI | 17 Juli 2020

Startup Digitels Bisa Tingkatkan Pendapatan Hotel 30%

Digitels membawa perubahan revolusioner pada sektor perhotelan, baik dari segi biaya operasional, efisiensi layanan, standar kesehatan dan keamanan.

EKONOMI | 17 Juli 2020

Bursa Asia Menguat setelah Kejatuhan Saham Tiongkok

Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,41 persen.

EKONOMI | 17 Juli 2020

Harga Emas Turun karena Kebijakan ECB

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus merosot US$ 13,5 atau 0,74 persen, menjadi US$ 1.800,30 per ounce.

EKONOMI | 17 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS