INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Indef: Resesi Singapura Peringatan bagi Indonesia

Selasa, 14 Juli 2020 | 17:07 WIB
Oleh : Lona Olavia / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai, resesi yang menimpa ekonomi Singapura menjadi peringatan keras bagi Indonesia. Sebab, resesi yang terjadi di negara tetangga itu diprediksi akan menekan sektor perdagangan dalam negeri.

“Singapura menjadi hub perdagangan dan investasi yang cukup penting bagi Indonesia. Indikasi resesi Singapura menjadi warning bagi Indonesia bahwa kinerja perdagangan akan terkontraksi cukup dalam. Arus barang yang keluar dan masuk dari Indonesia sebagian lewat hub Singapura. Kalau volume ekspor impor di sana turun tajam ya kita harus bersiap kinerja perdagangan akan turun sepanjang tahun,” ujarnya, Selasa (14/7/2020).

Kemudian dari sisi investasi, Singapura sambungnya juga punya peran sebagai financial hub.

“Negara asal investasi kalau mau ke Indonesia lewatnya ke Singapura. Itu yang membuat Singapura menjadi negara yang kontribusi investasi PMA-nya terbesar di Indonesia. Mereka resesi berarti kinerja investasi akan turun drastis khusus pada semester kedua,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cathay Life Insurance Siap Ambil Alih Kepemilikan Bank Mayapada

Selain Dato Sri Tahir, pemegang saham pengendali Bank Mayapada adalah JPMCB Na Re-Cathay Life Insurance Co Ltd dengan kepemilikan saham sebesar 37,33 persen.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Garuda Upayakan Kembalikan Pesawat Bombardier dan ATR

Saat ini Garuda Indonesia menguasai 18 pesawat Bombardier CRJ-1000 yang semuanya dalam keadaan grounded atau tak beroperasi.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Tower Bersama Bidik Pertumbuhan Dua Digit

Tower Bersama mengalokasikan belanja modal Rp 2 triliun per tahun untuk membangun 2.000 menara setiap tahun.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Ekonom Indef Nilai Wacana Peleburan OJK ke BI Terlalu Dini

Yang perlu dilakukan saat ini adalah mengoptimalkan peran dari OJK.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Pasokan Apartemen di Surabaya Bertambah 1.961 Unit

Total pasokan apartemen di Surabaya sampai dengan semester I 2020 mencapai 43.942 unit.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Singapura Resesi, Ekspor Indonesia Bisa Terganggu

Singapura juga merupakan pemberi Utang Luar Negeri (ULN) terbesar ke swasta di Indonesia.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Perkuat Segmen KPR, Bank Mandiri Gandeng The Sanctuary Collection

Kerja sama strategis ini, sejalan dengan rencana bank Mandiri yang terus memperkuat ekspansi di pasar KPR.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Sejalan Mata uang Asia, Ditutup Melemah ke Rp 14.450

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.355- Rp 14.450 per dolar AS.

EKONOMI | 14 Juli 2020

IHSG Ditutup Bertambah 14 Poin ke Posisi 5.079

Adapun indeks berbasis syariah yang tergabung Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,2 poin (0,7 persen) menjadi 555,6.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Koperasi Harus Lakukan Terobosan Extraordinary

Koperasi harus diberikan peran yang sentral dan signifikan agar apat menjadi motor utama penggerak perekonomian bangsa.

EKONOMI | 14 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS