Nara Hotels Lebarkan Sayap Bisnis

Nara Hotels Lebarkan Sayap Bisnis
Tijili Benoa, Bali ( Foto: istimewa )
Edo Rusyanto / EDO Kamis, 10 Oktober 2019 | 00:22 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Nara Hotels International berencana melebarkan sayap bisnis tak semata sebagai operator, namun juga sekaligus membangun dan memiliki properti hotel sendiri.

“Strategi ini kami lakukan supaya bisa lebih maksimal dalam memberi pelayanan kepada para tamu,” kata Francis Dehnhardt, managing director Nara Hotels International, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Lalu, kata Francis, bila memiliki properti sendiri, manajemen Nara Hotels lebih all out dalam memperoleh marketing sales. “Selain itu, dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan,” tegas dia.

Kini, tambah Francis, Nara Hotels mengelola penginapan (hotel dan vila) serta pusat kuliner (food and beverage) serta beach club yang tersebar di berbagai lokasi. Jaringan Nara Hotels tersebut mencakup Tijili Benoa, Tijili Seminyak, Tijili Lodge, Tijili Square, Kampung Jimba, Arwana Estate, dan The Shadow Canggu.

“Target kami dapat memiliki dan mengoperasikan berkisar 12-15 properti dalam lima tahun kedepan. Kini, ada 12 properti ada yang sudah operasi dan sedang dibangun,” kata dia.

Terkait pembangunan hotel milik sendiri, jelas Francis, pada tahap awal, Nara Hotels akan membangun hotel di Nusa Penida, Bali. Kawasan wisata itu dinilai sangat potensial mengingat fasilitas akomodasi berstandar internasional masih minim. Di sisi lain, jumlah kunjungan wisatawan cukup tinggi, yakni 133.848 wisatawan pada 2018.

“Kami akan hadir di Nusa Penida dengan mendirikan hotel berstandar internasional berkapasitas 120 kamar setara dengan bintang tiga premium. Investasi pembangunan hotel itu sekitar Rp 250 miliar,” ujar Francis.

Selain hotel, jelas dia, Nara Hotels International juga berencana membangun pusat perbelanjaan, festival area, hotel, theme park, business center, waterpark, watersport, beach club, dan floating restaurant. Selain itu, luxury estate yang akan dijual dengan harga Rp 10 miliar per unit.

“Hotel yang kami bangun tujuannya untuk menampung wisatawan mancanegara yang kekurangan kamar untuk menginap. Biasanya mereka datang untuk berwisata, lalu pulang di hari yang sama karena tidak ada hotel yang memadai. Ceruk pasar ini yang kami sasar,” papar Francis.

Nusa Penida masuk dalam Kabupaten Klungkung, Bali. Kawasan ini terdiri atas tiga pulau, yang terbesar adalah Pulau Nusa Penida. Dua lainnya adalah Pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan.

Survey Bank Indonesia (BI), baru-baru ini menyebutkan bahwa pasokan hotel di Bali mendorong pertumbuhan pasokan properti komersial di Indonesia. Pada triwulan II-2019, pasokan hotel meningkat 1,79% (qtq) hal itu terutama di wilayah Denpasar, Bali seiring dengan pembangunan Grand Hyatt Sanur, Kyriad Royal Seminyak, dan Lloyid Hotel Seminyak.

Di sisi lain, bisnis hotel masih cukup moncer jika merujuk pada pendapatan emiten properti dan operator hotel pada semester I-2019. Pendapatan usaha para pengembang properti dan operator hotel naik 1,2% pada semester I-2019 menjadi Rp 1,68 triliun.



Sumber: Investor Daily