BNIP Optimistis Penjualan Permata Mutiara Maja Capai Target

BNIP Optimistis Penjualan Permata Mutiara Maja Capai Target
Kiri ke Kanan: Cornelius Widjaja, Direktur PT BNIP dan Daniel Chandra, Direktur PT BNIP sedang mengamati rumah contoh tipe Lotus. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 7 Oktober 2019 | 20:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bukitnusa Indahperkasa (BNIP), pengembang rumah bersubsidi Permata Mutiara Maja menargetkan dapat meraih penjualan sebanyak 1.000 unit rumah subsidi dan 450 unit komersil di sepanjang tahun 2019.

Direktur PT Bukitnusa Indahperkasa (BNIP), Cornelius Widjaja, mengatakan,sampai dengan semester pertama target penjualan 2019 sudah mencapai 50 persen.

“Kami optimistis target akan tercapai karena pasar rumah sederhana di kawasan barat Ibu Kota, khususnya Maja, sangat tinggi. Terlebih lagi, saat ini sedang dibangun proyek Jalan Tol Serpong-Balaraja yang dapat memberikan nilai tambah,” ujar Cornelius melalui siaran persnya yang diterima Beritasatu.com, Senin (7/10/2019).

Baca Juga: Permata Mutiara Maja Bidik Pasangan Muda

Menurut Cornelius, jika jalan tol tersebut telah selesai dan beroperasi maka akan sangat mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Ibu Kota khususnya Maja yang diproyeksikan sebagai kota baru oleh Pemerintah.

“Masyarakat di kota baru Maja ini masih sebagian besar kerja di Jakarta maupun Serpong. Makanya buruan beli rumah di Permata Mutiara Maja sebelum ketinggalan kereta,” papar Cornelius.

Cornelius mengatakan, pihaknya menyiapkan promo program pembelian unit KPR komersial dengan harga mulai dari Rp170 juta hingga Rp305 jutaan pasti mendapatkan hadiah sepeda motor Honda Beat.

“Selain itu, setiap pembelian unit rumah KPR bersubsidi dengan program BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan) dengan harga hanya Rp 140 juta pasti mendapatkan bantuan subsidi plafon kredit sampai dengan Rp 40 juta, kewajiban DP hanya 1 persen dan sertifikat rumah sudah hak milik. Tentunya, syarat dan ketentuan berlaku untuk promo tersebut,” jelas Cornelius.

Baca Juga: Rumah Subsidi Paling Banyak Diincar Konsumen

Sebelumnya, BNIP sukses melakukan peluncuran perdana (grand launching) Rumah Sederhana Sehat (RSH) tipe Lotus di cluster Orion pada tanggal 20 Juli 2019. Rumah tipe Lotus memiliki luas bangunan 27 meter persegi (m2) dan luas tanah 60 m2.

Seiring dengan habis terjualnya unit rumah di cluster Orion, BNIP membuka lagi sebuah cluster terbaru yakni cluster Topaz seluas 6,8 hektare dengan total unit rumah mencapai 642 unit. “Karena antusias dan minat yang tinggi terhadap rumah tipe Lotus ini, BNIP membuka cluster Topaz dengan konsep yang sama,” jelas Cornelius.

Menurut Cornelius, Perumahan Permata Mutiara Maja ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang bisa dibeli dengan menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Perumahan ini dikembangkan sejak akhir tahun 2015. Dari total luas lahan 200 hektare, saat ini sudah terbangun 50 hektare dengan rumah yang sudah terjual sebanyak 2.500 unit dan terbangun sebanyak 1.500 unit dan 35 persen sudah dihuni. Diproyeksikan pengembangan perumahan Permata Mutiara Maja akan selesai dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan. Rencananya rumah bersubsidi di Permata Mutiara Maja akan dibangun sebanyak 5.000 unit.

“Sebagian besar konsumen kami adalah pengguna KRL dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Mereka berasal dari daerah penyangga Jakarta antara lain seperti Tangerang, Serpong, serta Bintaro. Kebanyakan mereka bekerja sebagai karyawan yang kantornya berada dalam radius 5 km dari setiap stasiun KRL serta umumnya merupakan pasangan muda,” kata Cornelius.



Sumber: BeritaSatu.com