PTPP dan KAI Bangun Kawasan Hunian Stasiun Juanda

PTPP dan KAI Bangun Kawasan Hunian Stasiun Juanda
Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk, Lukman Hidayat, berfoto bersama dengan Menteri BUMN, Rini M Soemarno, Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro, beserta jajaran direksi lainnya usai tandatangani kerja sama pembangunan kawasan hunian Stasiun Juanda, di Jakarta, Selasa (1/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. PTPP )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 2 Oktober 2019 | 18:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia, melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Usaha (PKSU) dan Berita Acara Kesepakatan pengembangan kawasan hunian Stasiun Juanda, di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Baca Juga: Hunian Berkonsep TOD Manfaatkan Jaringan Komuter

Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Direktur Strategi Korporasi & HCM PTPP, M Aprindy, disaksikan oleh Menteri BUMN, Rini M Soemarno, Direktur Utama PTPP, Lukman Hidayat, Direktur Utama PT KAI (Persero), Edi Sukmoro dan Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha PT KAI (Persero), Amrozi Hamidi.

PTPP dan KAI Bangun Kawasan Hunian Stasiun Juanda

Baca Juga: PTPP dan PGN Kerja Sama Bangun 500.000 Jargas

Direktur Utama PTPP, Lukman Hidayat, mengatakan, perseroan akan mengembangkan kawasan hunian Stasiun Juanda seluas 6.902 meter persegi (m2). Terbagi dalam tiga tahap, kawasan hunian Stasiun Juanda akan dibangun 2 tower dengan jumlah hunian mencapai 621 unit dan diperkirakan dapat menampung hingga 2.484 jiwa.

"Konstruksi tower pertama direncanakan akan selesai pada akhir tahun 2021,” ujar Lukman Hidayat, dalam keterangan persnya kepada Beritasatu.com, Rabu (2/10/2019).

Baca Juga: PTPP Targetkan 2 Proyek di Lombok Tuntas Akhir Tahun

Menurut Lukman, sinergi perseroan bersama PT KAI (Persero) ini merupakan dukungan terhadap program pemerintah dalam penyediaan 1 juta unit hunian untuk mengatasi backlog yang mencapai 15 juta unit.

"Dengan total investasi mencapai Rp 400 miliar, pengembangan hunian di kawasan stasiun yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum ini, diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar yaitu konsep hunian berkualitas yang terintegrasi dengan berbagai akses, tentunya dengan harga yang terjangkau," pungkas Lukman Hidayat.



Sumber: BeritaSatu.com