Enam Pengembang Bentuk Komite Koridor Timur Jakarta

Enam Pengembang Bentuk Komite Koridor Timur Jakarta
Kiri ke Kanan: Presiden Direktur PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat,   Executive Director PT Summarecon Agung Tbk Albert Luhur, Director PT Jababeka Tbk Sutedja S Darmono, GM Sales & Marketing PT Sirius Surya Sentosa (Vasanta Innopark) Suranto Tjhai, dan Sales & Marketing Director  PT Pollux Properti Indonesia Tbk Maikel Tanuwidjaja berpose bersama usai menandatangani MoU Komite Koridor Timur di Menara Batavia, Jakarta, Selasa (1/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 1 Oktober 2019 | 23:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Koridor Timur Jakarta yaitu Bekasi, Cikarang, dan Karawang, dinilai sebagai salah satu urat nadi bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya, lebih dari 60 persen aktivitas perekonomian nasional disumbang oleh Koridor Timur Jakarta, yang 70 persen diantaranya berpusat di kawasan Bekasi-Cikarang.

Saat ini, Koridor Timur Jakarta juga telah menjadi kawasan industri terbesar di Asia Tenggara yang mampu menyerap jutaan tenaga kerja. Lebih dari 50.000 industri dari setidaknya 30 negara, baik nasional maupun mulitinasional beroperasi di kawasan industri kelas dunia seperti Kawasan Industri MM2100, Jababeka Industrial Estate, Delta Silicon Industrial Park Lippo Cikarang, Bekasi International Industrial Estate, dan East Jakarta Industrial Park (EJIP).

Koridor Timur Jakarta

Baca Juga: Meikarta Terus Menggeliat

Kawasan Koridor Timur Jakarta dengan luas mencapai 10.000 hektare, juga tumbuh menjadi aset properti unggulan yang didalamnya sudah dilengkapi dengan pusat bisnis, gaya hidup, destinasi hunian, pusat industri, dan pusat lapangan pekerjaan. Pesatnya pengembangan kawasan dan lengkapnya fasilitas, memberikan dampak terhadap tingkat permintaan dan kebutuhan hunian.

Berbagai pengembang properti di Koridor Timur Jakarta turut menyumbang pemenuhan kebutuhan pasar tersebut, di antaranya Summarecon Bekasi seluas 240 hektare, Pollux Properti Indonesia seluas 45 hektare, PP Properti seluas 28 hektare, Vasanta Innopark seluas 100 hektare, Lippo Cikarang seluas 3.400 hektare dan Jababeka seluas 5.600 hektare.

Enam pengembang properti diatas, kemudian memutuskan untuk tergabung dalam Komite Koridor Timur Jakarta, dengan rencana besar untuk mengembangkan Koridor Timur Jakarta, guna memenuhi kebutuhan pasar.

Director PT Jababeka Tbk, Sutedja S Darmono, mengatakan, pembentukan komite ini sebenarnya berawal dari tukar pikiran bersama antara developer terkait permasalahan yang sama mengenai image Koridor Timur Jakarta yang secara tidak langsung turut berdampak pada sisi pemasaran yaitu mengenai kemacetan dan kawasan industri.

“Padahal, image ini sebenarnya tidak tepat. Sebab, macet itu lebih dikarenakan adanya pembangunan infrastruktur. Kemacetan tersebut nantinya akan berakhir seiring selesainya pembangunan infratruktur. Nah, terkait image sebagai kawasan industri, yang patut diingat koridor timur itu adalah light to medium industry yaitu kawasan indutri yang ringan atau tidak menciptakan polusi seperti daerah industri lainnya. Sehingga sangat nyaman sebagai kawasan hunian,” ujar Sutedja di acara konferensi pers pembentukan Komite Koridor Timur Jakarta, di Menara Batavia, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Baca Juga: Bekasi, Kota Metropolitan Setengah Hati

Menurut Sutedja, kehadiran Komite Koridor Timur Jakartaakan menjadi terobosan baru untuk semakin mengukuhkan kawasan tersebut sebagai destinasi hunian dan investasi yang tidak kalah dengan berbagai kawasan lainnya.

“Dengan lengkapnya beragam fasilitas yang ditawarkan, para anggota komite nantinya akan lebih mengintegrasikan berbagai keunggulan dari masing-masing developer yang sudah ada di dalamnya. Dalam hal ini akan dilakukan berbagai kegiatan marketing dan branding yang lebih terintegrasi untuk saling mendukung satu sama lain,” tandas Sutedja.

Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Albert Luhur, menambahkan, Koridor Timur Jakarta ke depannya akan menjadi koridor yang sangat penting, karena nantinya akan saling terintegrasi hingga ke Jawa Timur melalui pembangunan infrastruktur yang masif.

“Tak bisa dipungkiri, awalnya memang kawasan Timur Jakarta lebih dulu dikenal sebagai kawasan industri, namun beberapa tahun kemudian, kawasan residensial di sini justru terus berkembang dan menjadi kawasan hunian yang sangat nyaman. Apalagi, dari sisi harga wilayah timur Jakarta masih cukup affordable dibanding wilayah lainnya. Karena itu Timur Jakarta menjadi opsi investasi yang lebih baik untuk saat ini,” kata Albert Luhur.

Menurutnya, ke depan masyarakat sebagai konsumen tidak lagi berbicara jarak tempuh, tapi waktu tempuh. Wilayah Koridor Timur sendiri dinilai sangat mendukung hal tersebut melalui berbagai transportasi yang telah dibangun pemerintah.

"Maka, tak heran masyarakat nantinya akan sangat nyaman tinggal di wilayah Koridor Timur. Melalui Komite Koridor Timur Jakarta ini, harapannya sejumlah pengembang dapat bersinergi untuk menyampaikan berbagai kelebihan atau plus point yang ada,” tandas Albert Luhur.

Presiden Direktur PT PP Properti Tbk, Taufik Hidayat, menambahkan, dari sisi ruang Koridor Timur Jakarta cukup luas karena pengembangannya berpotensi hingga ke wilayah Kertajati. Di sisi lain, tingkat polusinya rendah, fasilitas pendidikannya juga tidak kalah dengan Koridor Barat.

"Selain itu, kisaran harga juga lebih affordable dibanding barat. Sehingga dapat dilihat, kita yang tergabung dalam komite sangat optimistis jika Koridor Timur Jakarta, merupakan tempat yang layak untuk berinvestasi,” kata Taufik.

 



Sumber: BeritaSatu.com