Potensi Pasar Hunian Lansia Dinilai Sangat Besar

Potensi Pasar Hunian Lansia Dinilai Sangat Besar
Senior Living D'Khayangan, anak perusahaan dari PT Jababeka Group, menggelar Asli Expo dan Senior Festival (AESF) 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 30 September 2019 | 11:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Banyak kalangan pensiunan yang membutuhkan ketenangan untuk menikmati hari tuanya. Pembangunan hunian untuk buat kalangan seniors atau lansia, tentunya memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan hunian yang nyaman dan aman bagi mereka yang ingin menghabiskan usia emasnya. Hunian tersebut juga harus memenuhi standar internasional dalam bidang kesehatan.

Jababeka

Baca Juga: Kempupera Selesaikan Pembangunan Rusunawa Lansia di Cibubur

Tak heran, potensi pasar bisnis seniors living atau hunian lansia di Indonesia sendiri dinilai masih sangat besar. Pasalnya, ada sekitar 5 persen atau 12 juta lansia yang membutuhkan hunian dan tempat yang nyaman untuk menikmati hari tuanya.

Dalam memberikan fasilitas dan pelayanan lebih kepada kalangan lansia untuk dapat menikmati hidup yang lebih sehat dan menyenangkan, Senior Living D’Khayangan sebagai anak perusahaan dari PT Jababeka Group, menggelar Asli Expo dan Senior Festival (AESF) 2019.

Ketua Asosiasi Senior Living Indonesia (ASLI) sekaligus Presiden Direktur PT Jababeka Longlife City, Marlin Marpaung, menerangkan, AESF 2019 merupakan bentuk kontribusi nyata ASLI kepada seniors (lansia) dalam memberikan hiburan dan keceriaan sehingga mereka bisa lebih merasa sehat, bahagia dan bermartabat.

"Asli selalu berupaya berkontribusi kepada kalangan seniors Indonesia dalam memberikan layanan hidup sehat dan menyenangkan, sehingga mereka bisa merasa berharkat di usia emasnya,” ujar Marlin dalam keterangan persnya kepada Beritasatu.com, Senin (30/9/2019).

Baca Juga: Indonesia Dinilai Pasar Seniors Living Paling Potensial

Menurut Marlin, festival kali ini mengangkat tema 3G Fun Fair (3 Generations), dengan harapan kalangan opa dan oma beserta anak-cucu ikut memeriahkan acara ini.

"Lebih dalam, AESF 2019 diharapkan bisa menjadi wadah untuk tiga generasi bisa terus berkarya, menyalurkan bakat, minat para lansia, serta membangun komunikasi dan interaksi positif," jelas Marlin Marpaung.

Marlin menambahkan, festival kali ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 orang peserta yang berasal dari komunitas lansia di wilayah Jabodetabek, diantaranya komunitas Gereja Paroki Cikarang, Gereja Kristen Indonesia, Komunitas Puskesmas Darmaga Bogor, Muhammadiyah Jakarta, Himawari Bintaro, warga Rukun Senior Living, member Senior Living D’Khayangan dan D’Khayangan Senior Club serta komunitas seniors lainnya.

"Adapun yang menjadi ciri khas dari pagelaran AESF D’Khayangan kali ini adanya permainan 3G (3 Generasi) games seperti Family Maze, Giant Maze, Giant Jingga, Put Put Games, Tic Tac Toe Game. Permainan ini memerlukan kerja sama antara dua orang atau lebih. Dan akan lebih seru lagi jika dimainkan oleh keluarga antara oma dan opa, anak serta cucu," pungkas Marlin Marpaung.



Sumber: BeritaSatu.com