Serpong Garden 'Topping Off' Bellerosa dan Cattleya

Serpong Garden 'Topping Off' Bellerosa dan Cattleya
Topping off' Tower Bellerosa dan Tower Cattleya di Serpong Garden Apartment, Cisauk, Serpong, Tangerang (28/9). Dari kiri ke kanan Ferdy Sutrisno Direktur Utama PT Hutama Anugrah Propertindo (HAP), Direktur Marketing HAP Marco Iswara, Djoko Pramono Direktur PT Karya Cipta Anugrah Propertindo, Stanislas Hartanto Direktur PT HAP, Lou Xian Feng Perwakilan dari CSCEC. ( Foto: istimewa )
Fajar Widhiyanto / FW Sabtu, 28 September 2019 | 17:07 WIB

Pengembang properti PT Hutama Anugrah Propertindo (HAP) melakukan topping off Tower Bellerosa dan Tower Cattleya – Serpong Garden Apartment (Segar). Serpong Garden merupakan apartemen yang mengaplikasikan konsep TOD (Transit Oriented Development), sebuah pendekatan pengembangan kota yang memaksimalkan angkutan publik, sekaligus meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi.

Disampaikan Direktur Utama PT Hutama Anugrah Propertindo, Ferdy Sutrisno usai topping off di lokasi pembangunan di Cisauk, Serpong, Tangerang (28/9), sebagai apartemen yang menerapkan TOD, Serpong Garden Apartment juga mempelopori koneksitas yang terintegrasi dengan berbagai intermoda seperti Stasiun Cisauk, pasar modern, dan terminal terpadu.

“Apabila nantinya pemerintah jadi mengaplikasikan jalur bagi kereta api massal (Mass Rapid Transit) dan juga kereta api ringan (Light Rapid Transit/LRT), kami sudah siap, termasuk juga kelengkapan jarigan bagi para pejalan kaki/ para pengguna sepeda,” jelas Ferdy.

Dalam kesempatan sama, GM Marketing PT HAP, Clemens Papin Iswara menegaskan, setelah keberhasilan dua tower sebelumnya, Serpong Garden Apartment juga sudah meluncurkan Tower Diamanta yang bergaya hunian pintar dan modern, sehingga layak diperhitungkan sebagai tempat tinggal yang nyaman dan investasi yang menarik.

Berbagai fasilitas kenyamanan, dapat dinikmati oleh pembeli apartemen, yang kini sudah lebih dari 90% terpesan, bersama dua tower yang tidak lama lagi siap dihuni. Menurut Papin, hunian yang tak jauh dari jaringan kereta commuter line, para penghuni apartemen sekaligus memperoleh akses transportasi ke pusat bisnis, mall, kampus ternama, tempat rekreasi, serta fasilitas umum lainnya.

”Jarak Apartemen Segar dari Stasiun Cisauk hanya 25 meter, dan terhubung melalui jembatan layang berdesain futuristik,” jelasnya. Ke depannya pemerintah berencana juga membangun jaringan kereta semi ringan Light Rapid Transportation (LRT), sehingga akses tersebut kian mempertegas simpul kegiatan di wilayah Serpong bagian Barat di dan Timur.

Masih menurut Papin, kenyamanan hidup di apartemen yang siap huni ini, juga dirancang untuk menghasilkan kualitas hidup bagi konsumen lebih cerdas. Selain ditunjang oleh lingkungan asri di tengah kawasan berkembang segitiga emas Tangerang selatan, nantinya akses semakin ditunjang dengan dilengkapinya koneksitas jalan tol yang menghubungkan wilayah Jakarta dengan BSD di Tangerang, khususnya untuk pintu tol keluar arah Aeon Mal.

Secara terpisah pengamat tata kota Yayat Supriatna mengemukakan, perencanaan kota ataupun Kabupaten Tangerang, secara keseluruhan memerlukan perencanaan dalam bentuk master plan dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). “Karena saya melihat, belum ada di wilayah ini,” ujarnya.

Penataan harus dilakukan bersama antara pemda, sehingga pengusaha yang berencana membangun akan disesuaikan dengan berbagai studi dilakukan pemda. Pemda pun tak bisa diserahkan sebagai pelaksana pengembangan secara keseluruhan, karena keterbatasan dana.

Menyinggung konsep TOD yang diusung dalam pembangunan Serpong Garden, Yayat mengatakan, TOD harus didukung juga oleh jaringan jalan dan simpul angkutan umum. “Jangan sampai TOD itu hanya membangun rumah susun di samping stasiun. Juga jangan sampai pembangunan TOD itu nantinya tidak ada trotoar, termasuk juga bangunan di sekitar TOD,” ujarnya.

Pembangunan satu wilayah yang berkonsep TOD harus membentuk sinergi juga dengan operator kereta api, sehingga mereka bersedia menambah frekuensi perjalanan kereta api. Demikian juga harus dipersiapkan halte bus, pangkalan ojek dan kendaraan online, serta terminal terpadu termasuk layanan simpul transportasi. Perlu dipertimbangkan juga penyediaan sarana parkir kendaraan dan fasilitas publik lainnya.



Sumber: Majalah Investor