Membidik Peluang Investasi Properti di Bali Barat

Membidik Peluang Investasi Properti di Bali Barat
Proyek Ciputra Beach Resort. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 28 September 2019 | 08:58 WIB

Tabanan, Beritasatu.com - Bali selalu punya daya tarik bagi warga Indonesia maupun dunia karena memiliki kebudayaan dan alamnya yang sungguh memesona. Tidak heran, Bali menjadi salah satu destinasi wisata favorit di dunia.

Selain keindahan alamnya, Properti di Bali juga menjadi salah satu prioritas yang sangat menjanjikan bagi para investor. Terlebih, properti yang dipasarkan membidik segmen menengah atas, memberikan added value, dan jaminan income yang berkelanjutan bagi para investor.

Merujuk pencarian online terkait property listings di Bali, angka yang dihasilkan sangatlah fantastis. Produk tersebut mulai dari properti sewa hingga jual. Selain itu, produk yang banyak terdaftar adalah rumah mewah dan villa. Ini menunjukan, Bali merupakan lokasi paling diminati oleh para pemburu investasi properti premium.

Pembangunan jalan di Tabanan

General Manager Marketing Ciputra Group, Andreas Raditya mencontohkan, kawasan yang sudah berkembang seperti Kuta, Seminyak dan Nusa Dua merupakan kawasan favorit. Namun, harganya sudah menuju puncaknya dan tentu kenaikannya tidak akan banyak dan produk yang ditawarkan cukup banyak, sehingga sangat kompetitif.

"Bali yang menjadi destinasi wisata sangat potensial untuk investasi properti. Namun, dalam memilih properti untuk investasi, tentunya harus memperhatikan faktor lokasi yang memiliki potensi terus tumbuh," ujar Andreas Raditya kepada Beritasatu.com, Sabtu (27/9/2019).

Andreas mengatakan, Ciputra Group sejak setahun lalu mengembangkan proyek Ciputra Beach Resort, dengan mengambil lokasi di Tabanan, dan berada di pinggir pantai yang eksotis yaitu Yeh Gangga. "Tabanan, merupakan salah satu kawasan di Pulau Dewata yang layak diperhitungkan oleh para investor. Pasalnya, Tabanan akan berkembang pesat kedepannya karena pembangunan infrastruktur di kawasan ini sedang gencar dilakukan," jelas Andreas.

Adapun pembangunan infrastruktur tersebut, berupa jalan tol yang semuanya akan melintasi wilayah Tabanan. Jalan tol tersebut adalah, Kuta-Canggu-Tanah Lot-Soka sepanjang 28 kilometer (km), Soka-Pekutatan (25,1 km), Pekutatan-Gilimanuk (54,4 km), dan Pekutatan-Lovina (46,7 km).

"Selain itu, jika pembangunan Bandara Bali Utara di sekitar Pantai Lovina, Kubutambahan, Buleleng terealisasi, maka traffic kawasan Tabanan juga akan ikut bergerak, dan itu memberi peluang bagi pertumbuhan harga tanah dan properti di kawasan tersebut," tandas Andreas.

Ciputra Beach Resort menjawab kebutuhan tersebut dengan produk prestige, dan memiliki potensi kenaikan investasi yang tinggi. Andreas menjelaskan, hal itu diwujudkan dalam pengembangan proyek perumahan dengan konsep klaster eksklusif Nivata Residence dan Sadana Residence. Selain berada di lokasi yang strategis, proyek ini juga berpeluang besar untuk growth.

"Lokasi proyek ini sangat alami sekali, jauh dari hingar-bingar, sangat cocok untuk destinasi rest and relax, healthy tourism atau liburan yang membutuhkan ketenangan," paparnya.

Sejak dipasarkan pertama kali pada 2016, kata Andreas, saat ini Sadana Residence merupakan produk tahap pertama di proyek Ciputra Beach Resort dan sudah habis terjual. Saat ini, fokus pemasaran berada di Nivata Residence seluas 6 hektare yang menawarkan unit rumah dan kavling.

"Unit kavling yang ditawarkan ukurannya dari 250 meter persegi (m2) hingga 500 m2. Unit kavling terkecil kita tawarkan mulai dari harga Rp 2,6 miliar. Sementara, unit rumah dengan konsep vila di Nivata Residence harganya mulai dari Rp 5 miliar," pungkas Andreas.



Sumber: BeritaSatu.com