Kamar Keluarga Tawarkan Peluang Passive Income

Kamar Keluarga Tawarkan Peluang Passive Income
CEO Kamar Keluarga Charles Kwok (kanan) dan COO Kamar Keluarga Ferry Lukas (kiri) sedang menujukkan cara pemesanan kamar melalui website kamarkeluarga.id saat berada di salah satu unit Kamar Keluarga yang ada di daerah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 28 September 2019 | 08:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Hoppor International atau Kamar Keluarga membuka peluang kerja sama bagi masyarakat yang memiliki lahan atau bangunan tidak terpakai untuk dijadikan indekos dengan konsep co-living yang akan memberikan passive income.

Direktur Utama Hoppor International, Charles Kwok, mengatakan, menjawab kebutuhan indekos co-living yang semakin tinggi, Kamar Keluarga membuka peluang bagi masyarakat pemilik lahan maupun bangunan tidak terpakai untuk dijadikan passive income. Ini sesuai dengan identitas Kamar Keluarga sebagai perusahaan rintisan atau startup, yang mengubah aset tidak produktif menjadi aset produktif dengan passive income.

"Kamar Keluarga akan membangun lahan maupun bangunan tidak terpakai menjadi bangunan kamar kos-kosan yang aman, nyaman dan terjangkau. Nantinya kami akan memberikan bagi hasil untuk pemilik lahan maupun bangunan awal dengan besaran disesuaikan dengan pembangunan yang dilakukan Kamar Keluarga," ujar Charles kepada Beritasatu.com, Sabtu (28/9/2019).

Charles menambahkan, sesuai dengan salah satu pilar bisnis perusahaan, yakni Kamar Keluarga Aset, perusahaan bekerja sama dengan banyak investor. Adapun investor disini maksudnya adalah orang pemilik lahan yang sulit untuk dijual atau lahan peninggalan orang tuanya seperti rumah warisan, rumah tua, bisa diubah oleh Kamar Keluarga dengan skema kerja sama agar menghasilkan passive income.

"Dengan pola BOT (Build Operate Transfer) atau sistem bagi hasil, bagi pemilik lahan atau bangunan, Kamar Keluarga menjadikan lahan atau bangunan tidak produktif menjadi indekos. Nantinya, mereka akan mendapat uang sewa jangka panjang 10 tahun hingga 25 tahun, tergantung besarnya dana yang kami keluarkan. Setelah masa akhir penyewaan, maka bangunan akan menjadi milik mereka, terserah mereka mau perpanjang atau tidak," kata Charles.

Direktur Hoppor International, Ferry Lukas, menambahkan, Kamar Keluarga menyediakan layanan hunian co-living dengan jaringan terlengkap di Indonesia. Saat ini, Kamar Keluarga memiliki 2.041 kamar di 75 lokasi strategis dan mudah diakses oleh transportasi umum yang berada di Jabodetabek dan Bandung.

Selain itu, Kamar Keluarga memanfaatkan teknologi untuk memberikan fasilitas dan pelayanan yang komprehensif sehingga seluruh kebutuhan end to end pelanggan dapat terpenuhi hanya dengan telepon genggam.

"Kamar Keluarga ini beda, karena kami menggunakan konsep co-living. Perbedaannya adalah, di Kamar Keluarga kita juga membangun komunitas. Penghuni kos nantinya tidak hidup sendiri-sendiri. Kami mempertemukan mereka dengan membuat acara-acara edukasi, talkshow, mengundang ahli-ahli yang menarik untuk pengembangan diri penghuni," tandas Ferry.



Sumber: BeritaSatu.com