Logo BeritaSatu

Kembangkan Vaksin Merah Putih, Kembalikan Status LBM Eijkman

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:20 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah diimbau meninjau ulang dan tidak memaksakan kehendak melebur semua lembaga penelitian ke dalam BRIN. Karena hal ini bukan saja akan menimbulkan kegaduhan tapi juga dapat mengganggu aktivitas penelitian Tanah Air, salah satunya vaksin Merah Putih agar siap diujicobakan.

"Kondisi ini otomatis akan mempengaruhi kinerja ristek, termasuk riset vaksin Merah Putih oleh LBM Eijkman. Kepala BRIN jangan bicara enteng saja, persoalan kelembagaan dan SDM tidak mempengaruhi kinerja riset. Masalah kelembagaan dan SDM, ujung-ujungnya mesti akan menimbulkan masalah pada kinerja,” tegas Mulyanto ketika dihubungi Beritasatu.com, Selasa (18/1/2022).

Memperhatikan segala dampak negatif yang akan terjadi akibat perubahan status kelembagaan penelitian LBM Eijkman, anggota Komisi VII DPR, Mulyanto minta pemerintah mau mendengar masukan para ahli.

Sebelumnya, mantan Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio menyatakan, peleburan Eijkman ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghambat proses pengembangan vaksin Merah Putih. Dikatakan pengembangan vaksin yang direncanakan bisa dimulai pada pertengahan 2022 menjadi terhambat dan diperkirakan baru akan mendapatkan izin penggunaan darurat pada 2023.

Mulyanto mengingatkan, pemerintah bahwa riset vaksin Merah Putih merupakan amanah rakyat Indonesia dalam hal penanggulangan Covid-19. Karena itu upaya ini jangan sampai terhenti hanya karena terjadi perubahan status kelembagaan. Hal ini bisa membuat jadwal produksi vaksin Merah Putih Eijkman semakin molor.

"Pemerintah jangan gegabah, perlu memikirkan soal ini secara saksama. Jangan sampai program strategis yang menjadi amanat PRBM Eijkman, misalnya untuk mengembangkan riset Vaksin Merah Putih menjadi mandek atau terbengkalai," katanya.

Pemerintah sebaiknya mengembalikan status LBM Eijkman seperti semula yakni sebagai lembaga riset independen yang bertanggung-jawab langsung kepada Menteri. Jangan dilebur ke dalam BRIN dan sekadar menjadi sebuah unit kerja setingkat pusat, karena dengan melebur itu sama dengan membunuhnya.

Wakil Ketua FPKS DPR ini mengaku dirinya mengikuti perkembangan aktivitas LBM Eijkman (sekarang Pusat Riset Biologi Molekular Eijkman) sejak masih menjabat sebagai Sesmenristek di tahun 2010. Menurutnya, perkembangan LBM Eijkman sangat luar biasa karena berhasil ditetapkan sebagai salah satu PUI (Pusat Unggulan Iptek) oleh Kemenristek.

Produktivitas risetnya dinilai tinggi dan berkualitas. Diakui rata-rata 1 orang peneliti berhasil menerbitkan 2 buah karya ilmiah di jurnal internasional bergengsi. Tidak banyak lembaga riset dengan kualifikasi seperti itu.

"Prestasi tersebut bisa dicapai karena fleksibilitas kelembagaan LBM Eijkman. Eijkman bukan lembaga riset 100% pemerintah, yang secara organik berada di bawah Kemenristek. Namun ia adalah lembaga yang bertanggungjawab kepada Menristek secara langsung sejak zaman Habibie," jelas Mulyanto.

"Sebagian anggaran memang dibantu oleh Kemenristek, namun LBM Eijkman secara leluasa dapat bekerja sama dengan lembaga riset nasional dan internasional lalu mengelola secara mandiri kelembagaannya. Sudah barang tentu terkait anggaran dan SDM Pemerintah dilaporkan akuntabilitasnya," imbuh Mulyanto.

Lokasi laboratoriun LBM Eijkman yang dekat dengan FKUI/RSCM juga menjadi salah satu faktor keberhasilan itu. Sebab, peneliti Eijkman jadi lebih mudah untuk mengakses data dan informasi kasus-kasus medis. Termasuk mengakses informasi peralatan dan bahan terbaru. Serta dimungkinkan untuk merekrut para doktoral medik FKUI, termasuk para dosennya, untuk ikut meneliti tema-tema riset unggulan mereka.

Dengan kondisi kelembagaan dan SDM unggulan di bidang biologi molekuler medik tersebut, terjadi akumulasi pengetahuan (knowledge production) yang sangat besar di lembaga ini.

"Jadi, kalau LBM Eijkman dilebur ke dalam BRIN, dimana SDM dan lokasinya cerai-berai, maka ini sama juga dengan membunuhnya," kata Mulyanto.

"Roh dan budaya riset, jiwa korsa dan soliditas kelembagaan LBM Eijkman akan hilang. Membangun kelembagaan riset itu tidak seperti membangun gedung atau menata barang. Lembaga itu benda hidup bukan benda mati," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jokowi Terima Majelis Rakyat Papua dan Papua Barat di Istana Bogor

Presiden Jokowi menerima Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Majelis Rakyat Papua Barat di Istana Bogor untuk membahas DOB Papua.

NEWS | 20 Mei 2022

Demo Buruh Besok, Polisi: Sudah Terima Surat Pemberitahuan

Polisi sudah menerima surat pemberitahuan terkait elemen buruh yang akan menyampaikan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR pada Sabtu (21/5/2022) besok.

NEWS | 20 Mei 2022

Polisi Sudah Terima Surat Pemberitahuan Demo Pendukung UAS

Polisi sudah menerima surat pemberitahuan demo yang akan dilakukan oleh kelompok Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai) yang merupakan massa pendukung UAS

NEWS | 20 Mei 2022

Uni Eropa Dukung Indonesia Terapkan Penerbangan Ramah Lingkungan

Uni Eropa (UE) mendukung Indonesia dalam menerapkan penerbangan yang semakin ramah lingkungan dengan prosedur Navigasi Berbasis Kinerja.

NEWS | 20 Mei 2022

Hari Kebangkitan Nasional Beri Semangat Baru bagi KBPP Polri

Ketua Umum Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBPP) Evita Nursanty menilai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) memberikan semangat baru untuk organisasinya.

NEWS | 20 Mei 2022

Tebet Eco Park, Tempat Nyaman untuk Berinteraksi dan Bermain

Tebet Eco Park merupakan ruang terbuka hijau yang nyaman dan luas di tengah di Jakarta untuk berinteraksi dan bermain

NEWS | 20 Mei 2022

Kasus Covid-19 Terkendali, Tracing Masih Tetap Diperlukan

Proses tracing atau pelacakan masyarakat yang kemungkinan terdeteksi Covid-19 harus tetap berjalan.

NEWS | 20 Mei 2022

6 Tahun Jadi Tersangka, Eks Dirjen Hortikultura Kementan Ditahan KPK

KPK menahan mantan Dirjen Hortikultura Kementan, Hasanuddin Ibrahim yang telah berstatus tersangka selama enam tahun atas kasus dugaan korupsi pupuk hayati.

NEWS | 20 Mei 2022

Terawan Ajak Rekan Sejawat Bangun Kesehatan Masyarakat

Terawan mengajak rekan sejawatnya untuk bergabung dalam Persatuan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) agar bisa berkontribusi membangun kesehatan masyarakat

NEWS | 20 Mei 2022

Kemendagri Dorong Digitalisasi Pengelolaan Pendapatan Daerah

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong implementasi elektronifikasi dan digitalisasi pengelolaan pendapatan daerah.

NEWS | 20 Mei 2022


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Demo Buruh Besok, Polisi: Sudah Terima Surat Pemberitahuan

Demo Buruh Besok, Polisi: Sudah Terima Surat Pemberitahuan

NEWS | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings