Logo BeritaSatu

Pemilu 2024, Plus Minus Koalisi Pilpres Lebih Awal

Jumat, 14 Januari 2022 | 20:43 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaksanaan Pemilu 2024 masih sekitar dua tahun lagi. Namun, partai politik (parpol) baik yang berada di parlemen maupun di luar parlemen tampak sudah mulai menjalin komunikasi untuk membangun koalisi menghadapi pilpres. Hal ini juga merupakan salah satu dampak dari pemilu serentak di mana parpol tidak lagi harus menunggu hasil pileg untuk membentuk koalisi.

Lalu, bagaimana untung dan rugi jika koalisi pilpres dilakukan sejak awal?

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai koalisi parpol yang dibentuk lebih awal merupakan sesuatu yang baik dalam tradisi politik. Salah satu keuntungannya, kata dia, memberikan waktu yang lebih banyak kepada parpol untuk membangun komunikasi dengan kandidat yang akan diusung koalisi.

“Selain itu, parpol mempunyai waktu yang banyak untuk membahas program, langkah pemenangan, kerja-kerja politik, pembagian daerah kampanye dan deal-deal politik yang lainnya,” ujar Arya saat dihubungi, Jumat (14/1/2022).

Para capres dan cawapres yang diusung pun, kata Arya, akan mendapatkan dampak positif dari koalisi yang dibangun lebih awal ini. Hal ini karena para kandidat memiliki waktu yang banyak untuk menyosialisasikan diri dan program sehingga masyarakat juga mempunyai waktu yang cukup untuk menilai para kandidat di Pilpres 2024.

“Namun, koalisi Pilpres lebih awal ini juga mempunyai tantangan, yakni bagaimana memastikan koalisi tersebut bisa bertahan dan meyakinkan partai yang berbeda platform dan berbeda pilihan capres-cawapres untuk bisa bergabung sejak awal,” ungkapnya.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Survei SMRC Sirajuddin Abbas menilai koalisi pilpres lebih awal justru kurang menguntungkan bagi stabilitas politik dan koalisi pemerintah. Abbas menyebutkan tiga alasan mengapa koalisi sejak awal kurang menguntungkan.

Pertama, menyulitkan hubungan kerja di parlemen. Mereka akan terpaksa mengambil diferensiasi politik untuk membangun simpati pemilih. Maka sangat mungkin terbentuk multipolarisme politik terlalu dini. Imbasnya bisa turun hingga tingkat masyarakat,” jelas Abbas.

Kedua, lanjut Abbas, menurunkan kohesi di dalam koalisi Jokowi-Ma’ruf yang sedang berjalan. Partai-partai anggota koalisi, katanya, akan mulai lebih kompetitif satu dengan lainnya.

“Koalisi yang ada bahkan berisiko bubar lebih awal sebelum periode jabatan Presiden Jokowi berakhir,” tegasnya.

Ketiga, kata Abbas, koalisi pilpres lebih awal akan menurunkan kinerja pemerintah. Hal ini mengingat menteri-menteri yang berasal dari partai politik tidak akan bisa fokus menjalankan tugas-tugasnya dari Presiden Jokowi. Para menteri tersebut cenderung akan bekerja sesuai misi politik partainya, yang mungkin berada dalam koalisi baru yang berbeda dengan koalisi sebelumnya.

“Di sisi lain, ada juga nilai plusnya (koalisi lebih awal). Koalisi bisa bekerja lebih awal meyakinkan pemilih sekaligus turut menyiapkan calon presiden/wakil presiden yang akan diusungnya. Ini bagus untuk memberi kesempatan pemilih mengenal lebih jauh kualitas calon dan misi politik koalisi pengusungnya,” kata Abbas.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

Berikut Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 23 Mei 2022

Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Jakarta sampai 23 Mei 2022

Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Jakarta sampai 23 Mei 2022.

NEWS | 23 Mei 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 23 Mei 2022

Berikut ini data kasus aktif Covid-19 sampai 23 Mei 2022 sesuai data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 23 Mei 2022

Data Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 23 Mei 2022

Berikut ini Data Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 23 Mei 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 23 Mei 2022

Data NasionalPositivity Rate Covid-19 sampai 23 Mei 2022

Berikut ini data positivity rate Covid-19 sampai 23 Mei 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 23 Mei 2022

Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi pada 23 Mei 2022

Berikut ini data kesembuhan terendah Covid-19 di 10 provinsi pada 23 Mei 2022 sesuai data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 23 Mei 2022

Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 23 Mei 2022

Berikut ini data kasus positif dan kematian Covid-19 sampai 23 Mei 2022 sesuai data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 23 Mei 2022

Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 23 Mei 2022

Berikut ini data kematian tertinggi Covid-19 di 10 provinsi pada 23 Mei 2022 sesuai data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 23 Mei 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data 23 Mei 2022

Berikut ini prediksi puncak Covid-19 berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 23 Mei 2022.

NEWS | 23 Mei 2022

Data Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 23 Mei 2022

Berikut ini data kasus positif kumulatif dan suspek Covid-19 pada 23 Mei 2022 sesuai data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 23 Mei 2022


TAG POPULER

# Timnas Basket


# SEA Games


# Ganjar Pranowo


# Kapal Drone


# Jokowi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

NEWS | 29 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings