Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

SMRC: Mayoritas Warga Optimistis Ekonomi Membaik Tahun Depan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:08 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengeluarkan rilis yang menyatakan, meskipun kondisi ekonomi rumah tangga dan ekonomi nasional memburuk akibat adanya wabah Covid-19, namun mayoritas masyarakat optimistis kondisi ekonomi akan membaik pada tahun depan.

Direktur Eksekutif Survei SMRC Sirajuddin Abbas mengatakan, opini masyarakat terkait kondisi ekonomi rumah tangga sekarang dibandingkan tahun lalu, ada sebanyak 37% warga yang menilai kondisi ekonomi rumah tangganya sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding tahun lalu.

Kemudian warga yang menilai lebih baik atau jauh lebih baik ada sebesar 31,4% dan 31,4% warga menilai tidak ada perubahan. Sedangkan warga yang tidak menjawab atau tidak tahu ada sebanyak 0,2%.

“Ini temuan menarik. Kalau kita lihat trennya, terdapat sentimen positif terhadap kondisi rumah tangga menurun drastis sejak Covid-19 melanda Indonesia. Dari 45,8% di Juni 2019, lalu awal Maret naik 48,6%, kemudian di Oktober 2020 menurun drastis jadi 12,2%,” kata Sirajuddin Abbas dalam penyampaian rilis Survei Opini Publik Nasional SMRC dengan tema "Dua Tahun Kinerja Presiden Jokowi," secara virtual, Selasa (19/10/2021).

Dari hasil survei, lanjut Sirajuddin, tercatat memang ada perbaikan tren kondisi ekonomi rumah tangga sekarang dibanding tahun lalu, antara Oktober 2020 yang mencapai 12,2% menjadi 31,4% di September 2021.

“Ada perbaikan sentimen positif, bahwa kondisi ekonomi setahun terakhir ini sedikit membaik. Sentimen negatifnya juga menurun, dari 59,9% di Oktober 2020 menjadi 37,15 di September 2021. Jadi perbaikan tampaknya memang terjadi dalam setahun terakhir ini, namun belum cukup kuat untuk mencapai situasi sebelum pandemi,” ujar Sirajuddin Abbas.

Selanjutnya, survei mencatat ada sebanyak 48,7% warga yang menilai kondisi ekonomi nasional sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding tahun lalu. Lalu ada 26% menilai lebih baik atau jauh lebih baik, 21,7% menilai tidak ada perubahan dan 3,5% yang tidak tahu atau tidak menjawab.

“Kalau kita lihat trennya, penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional, saya kira masih cukup negatif juga. Dari 43,1% di Juni 2019 menjadi 26% di September tahun ini. Sementara yang negatif meningkat cukup tajam, dari 17,5% di Juni 2019 menjadi 48,7% di September 2021.

Namun, dari hasil survei, SMRC mencatat ada perbaikan lagi selama setahun terakhir. Setelah ada wabah Covid-19, sentimen positif atas kondisi ekonomi nasional dalam setahun terakhir menguat dari 15,2% pada Oktober 2020 menjadi 26% pada September 2021.

“Saya kira ini memang bukan titik terendahnya. Titik terendahnya kita mencatat di bulan Maret 2021 dan setelah itu kita melihat ada perbaikan secara gradual,” terang Sirajuddin Abbas.

Untuk opini pendapatan kotor rumah tangga dibanding sebelum wabah Covid-19, mayoritas warga sebanyak 60,6% menilai pendapatan rumah tangganya turun. Ada 32,3% warga yang pendapatannya tetap dan hanya 6,1% yang pendapatannya naik.

“Penilaian tersebut stabil bila dibandingkan survei Mei 2021. Memang belum ada banyak perubahan dari Mei sampai September ini. Masih belum ada tanda-tanda pemulihan antara Mei sampai September ini,” jelas Sirajuddin Abbas.

Kemudian dalam survei ini, SMRC menemukan ada 21% warga yang tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan pokok tanpa meminjam, 10% warga yang tabungannya hanya cukup untuk 1 minggu, ada 8% yang tabungannya hanya cukup untuk beberapa minggu dan 10% warga yang tabungannya hanya cukup untuk 1 bulan.

“Total dalam survei September 2021 ada sekitar 49% warga yang tabungannya hanya cukup untuk 1 bulan atau kurang, tidak banyak berubah dibanding Mei 2021 yang mencapai 50%,” papar Sirajuddin Abbas.

Kendati demikian, Sirajuddin melihat masyarakat tetap optimistis keadaan ekonomi rumah tangga setahun kedepan akan lebih baik. Ada sekitar 65,6% yang menilai ekonomi rumah tangga tahun depan lebih baik atau jauh lebih baik dibanding sekarang. Sementara yang menilai akan lebih buruk atau jauh lebih buruk ada 9,1% dan yang menilai tidak ada perubahan ada 17,9%, serta yang tidak menjawab atau tidak tahu ada 7,5%.

“Kita lihat angka yang pesimistis jauh lebih kecil dibandingkan yang optimistis. Ini tanda-tanda yang baik di tingkat masyarakat,” tutur Sirajuddin Abbas.

Kemudian dilihat dari trennya, optimisme masyarakat terhadap keadaan ekonomi rumah tangga setahun kedepan cenderung menguat, mulai dari Oktober 2020 hingga September 2021. Meskipun, optimisme itu masih di bawah posisi sebelum Covid-19, seperti di April 2019 mencapai 72,4%. Tetapi tanda-tanda kemajuan positif sangat terlihat dalam setahun terakhir ini. Karena itu, ia mengharapkan progres ini bisa berlanjut terus.

“Lalu keadaan ekonomi nasional setahun ke depan kita mencatat 59,4% masyarakat optimistis bahwa kondisi ekonomi nasional setahun kedepan akan lebih baik, hanya 13,3% yang pesimis bahwa keadaan ekonomi nasional akan lebih baik,” ungkap Sirajuddin Abbas.

Sementara kalau dilihat dari trennya, SMRC melihat ada peningkatan signifikan dari Oktober 2020 sampai September 2021. “Tetapi optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional setahun kedepan masih berada di level rendah dibanding posisi April 2019 yang mencapai 66%, sedangkan September 2021 hanya 59,4%,” tukas Sirajuddin Abbas.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Baleg DPR: UU Cipta Kerja Masih Berlaku sampai 2 Tahun

Anggota Baleg DPR Christina Aryani menegaskan UU Cipta Kerja tetap berlaku sampai batas waktu mengubah UU itu berakhir dalam 2 tahun sebagaimana putusan MK.

POLITIK | 27 November 2021

Gerindra: Event Formula E Jangan Timbulkan Pertentangan

Ahmad Muzani meminta Pemprov DKI Jakarta untuk mengkaji benar penyelenggaraan Formula E agar tidak terjadi pertentangan di masyarakat

POLITIK | 27 November 2021

Muzani Minta Kader Gerindra di Banten Terus Berkonsolidasi

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani meminta kader Partai Gerindra di Banten terus berkonsolidasi untuk memenangkan Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

POLITIK | 27 November 2021

3 Desember, Timsel Akan Umumkan 48 Nama Balon KPU-Bawaslu

Timsel akan mengumumkan 48 bakal calon (balon) KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 3 Desember 2021.

NASIONAL | 27 November 2021

PKS Dorong Pemerintah dan DPR Hormati Putusan MK

Anggota Baleg DPR dari Fraksi PKS Mulyanto mendorong pemerintah dan DPR menghormati putusan MK yang menyatakan UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat.

POLITIK | 26 November 2021

PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

Fraksi Partai Demokrat (PD) menyatakan sebagai fraksi yang pertama kali menolak UU Cipta Kerja sejak awal. Baru kemudian Fraksi PKS mengikuti.

POLITIK | 26 November 2021

PD Setuju Segera Tentukan Jadwal Pemilu 2024

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD) Hinca Panjaitan mendukung penyelenggara pemilu, pemerintah, dan DPR segera memutuskan jadwal Pemilu 2024.

POLITIK | 26 November 2021

DPR-Pemerintah Harus Perbaiki Pembentukan UU Cipta Kerja

Pemerintah dan DPR selaku pembentuk undang-undang (UU) guna memperbaiki UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

POLITIK | 26 November 2021

PAN: DPR dan Pemerintah Harus Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay pemerintah dan DPR harus segera menginisiasi perbaikan UU Cipta Kerja untuk menyikapi putusan MK.

POLITIK | 26 November 2021

Hormati Putusan MK, Baleg Segera Dorong Revisi UU Ciptaker

Baleg DPR segera merespons putusan MK yang menyatakan UU Cipta Kerja inskonstitusional bersyarat dengan mendorong revisi UU tersebut ke prolegnas prioritas.

POLITIK | 26 November 2021


TAG POPULER

# UFO


# Ezra Walian


# Varian Covid-19


# Ralf Rangnick


# Aliran Dana Teroris



TERKINI
Ini Target Indonesia dalam Sidang ITTO ke-57

Ini Target Indonesia dalam Sidang ITTO ke-57

NASIONAL | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings