Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jhoni Allen Beberkan Alasan Berseberangan dengan Kubu SBY-AHY

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:40 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Jhoni Allen Marbun membeberkan alasannya memilih berseberangan dengan kubu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Jhoni mengaku menginginkan agar Partai Demokrat berjalan sesuai dengan tujuan diinginkan para pendiri partai.

"Pak SBY itu ketua umum keempat. Sepanjang kepemimpinan ketua umum sebelumnya tidak pernah ada masalah walaupun terjadi perbedaan pandangan. Justru terjadi dinamika, perbaikan atas perbedaan pendapat. Kalau sekarang tidak. Mereka mengadopsi kekuatan-kekuatan yang menurut mereka paling benar dan mereka merasakan bahwa itu miliknya," tutur Jhoni, dalam keterangannya, Senin (18/10/2021).

Jhoni menyontohkan AHY. Jhoni mempertanyakan, sejak kapan anak sulung SBY itu tercatat secara resmi menjadi kader dan pengurus Partai Demokrat.

"Kemudian AHY direkayasa menjadi ketua umum. Dari mana asal kadernya? Melalui Kogasma? Apakah dia (Kogasma) masuk ke dalam struktur Partai Demokrat? Tidak! Sejak kapan ada Kogasma di Partai Demokrat? Di struktur mana dia? Kogasma sekarang sudah hilang," papar Jhoni.

Jhoni juga mengklarifikasi pernyataan jika AHY pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat.

"Kapan dia jadi wakil ketua umum? Forum apa yang menjadikan dia wakil ketua umum? Apakah ada hal mendesak terjadi kekosongan kursi wakil ketua umum dan itu menjadi masalah? Tidak!" tegas Jhoni.

Saat itu, Jhoni menyebut SBY masih menjabat posisi sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Jhoni Allen menyebut AHY bertindak arogan lantaran mendapat legitimasi yang kuat dari sang ayah.

"AHY bertindak semena-mena terhadap kami, para kader dari Sabang sampai Merauke. Yang tidak setuju dengan pendapatnya, terjadi perbedaan pendapat, pecat," cerita Jhoni.

Hal itulah yang saat ini dilawan Jhoni Allen melalui KLB Partai Demokrat.

"Kenapa kita melawan, karena tidak sesuai dengan khitah Partai Demokrat yang diinginkan para pendiri sebagai partai terbuka, partai modern dan partai yang bebas dari tirani," terang dia.

Di berbagai kesempatan, Jhoni menyebut SBY selalu mengajak agar kita semua harus menjadi Demokrat sejati. Namun, katanya, fakta justru menunjukkan sebaliknya.

"Dalam AD/ART 2020 hanya ada dua pemegang kekuasaan tertinggi yakni Ketua Majelis Tinggi Pak SBY dan AHY yang kita tidak tahu kapan dia jadi kader Demokrat, kecuali pada saat pencalonan Gubernur DKI Jakarta. Itu pun sedikit dipaksakan. Saat itu saya menjadi tim. Tiba-tiba kok berubah," tegasnya.

Jhoni menyebut sesungguhnya yang sedang kubu SBY-AHY hadapi adalah diri mereka sendiri, bukan kubu Partai Demokrat hasil KLB.

"Jadi, yang dilawan sesungguhnya bukan kami, tetapi diri mereka sendiri yang menyatakan telah melalui proses demokratis ternyata ada kediktatoran. Dikatakan bahwa partai ini milik rakyat, faktanya, pelaksanaannya partai ini milik kelompok dan keluarga Cikeas," papar dia.

Sebagai contoh, Mahkamah Partai diangkat oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yakni SBY, baru dikirim ke Kemenkumham. Lalu, ketua umum berhak mengangkat dan memberhentikan dewan pimpinan pusat, membatalkan keputusan DPD dan DPC.

"Ini yang lari dari substansi keorganisasian Partai Demokrat yang kita bangun sejak tahun 2001," tegasnya.

Menilik kepada sejarah, Jhoni paham betul bagaimana SBY berproses di Partai Demokrat. Saat itu, Partai Demokrat tengah menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas) di Bogor. Kebetulan Jhoni yang menjabat Ketua Panitia Rapimnas Partai Demokrat.

"Di situlah SBY secara terbuka menyatakan bergabung ke Partai Demokrat. Saat itu beliau bersama Max Sopacua," terang Jhoni.

Dikatakan, apa yang dilakukannya dan rekan-rekannya saat ini adalah upaya memberikan masukan untuk kembalinya Partai Demokrat ke jalan yang benar.

"AHY tidak paham dinamika Partai Demokrat, makanya dia semena-mena, karena dia tidak punya sejarah perjuangan di Demokrat. Di mana sejarah perjuangannya? Menikmatinya iya. Menikmati pilkada-pilkada dengan kesewenangan, yang berbeda pendapat dan tidak sesuai dengan yang diinginkan diganti," ulas Jhoni.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

NU: Cegah Regresi Demokrasi Selama Pandemi

Terjadi penurunan kualitas demokrasi Indonesia dan banyak negara selama pandemi.

POLITIK | 2 Desember 2021

Garda Bangsa Siap Usung Cak Imin di Pilpres 2024

DKN Garda Bangsa berkomitmen mengusung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai capres di Pilpres 2024. 

POLITIK | 2 Desember 2021

12 DPC Pilih Agung Nugroho Sebagai Ketua DPD PD Riau

Sebanyak 12 DPC PD secara aklamasi memilih Agung Nugroho sebagai ketua DPD PD Riau dalam musyawarah daerah yang digelar di Pekanbaru.

POLITIK | 2 Desember 2021

Pimpin KNPI, Andreas Bertekad Satukan Organisasi Pemuda

Andreas Nandiwardhana terus mengimbau agar organisasi pemuda tetap bersatu.

POLITIK | 2 Desember 2021

Terpapar Radikalisme, 16 ASN Gagal Jadi Eselon I

Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mengungkap lebih dari 16 ASN gagal menjadi eselon I.

POLITIK | 1 Desember 2021

Merespons Fadel Muhammad, Mensesneg: Itu Urusan Presiden

Merespons Fadel Muhammad yang minta Sri Mulyani dicopot, Mensesneg Pratikno menekankan pemberhentian dan pengangkatan meteri merupakan urusan presiden.

POLITIK | 1 Desember 2021

ASN Dinilai Kurang Dibekali Pancasila

Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan menyebut ASN pascareformasi kurang dibekali Pancasila.

POLITIK | 1 Desember 2021

5 Kursi Wamen Kosong, Begini Jawaban Mensesneg

Sampai saat ini masih ada 5 posisi wakil menteri (wamen) yang belum terisi di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi.

POLITIK | 1 Desember 2021

Bertemu Jokowi, Johan Budi Bantah Bahas Wamen atau Jubir

Anggota DPR dari Fraksi PDIP Johan Budi membantah pertemuannya dengan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi). Johan membahas posisi Wamen atau jubir presiden.

POLITIK | 1 Desember 2021

Johan Budi Bertemu Jokowi, Mensesneg: Silaturahmi

Pratikno menegaskan pertemuan antara anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Johan Budi dengan Presiden Jokowi hanya sekadar silaturahmi.

POLITIK | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Vaksin Sinovac


# Reuni 212


# BWF World Tour


# Sri Mulyani



TERKINI
Omicron Mendominasi Kasus Covid di Afsel

Omicron Mendominasi Kasus Covid di Afsel

DUNIA | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings