Logo BeritaSatu

Politikus PKS Ingin Pemerintah Perhatikan Anggaran Sektor Pertanian

Selasa, 21 September 2021 | 19:23 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKS Johan Rosihan menginginkan pemerintah agar lebih memperhatikan anggaran sektor pertanian. Johan mengatakan dari total APBN sekitar Rp 2.000 triliun, alokasi untuk pembangunan pertanian hanya Rp 14 triliun. Johan menyatakan kerja keras para petani, penyuluh dan stakeholders di bidang pertanian justru dapat menjaga Indonesia tetap tegak walau dilanda pandemi Covid-19.

“Semoga pemerintah terbuka hatinya dan pikirannya. Kalau 30 persen rakyat Indonesia hidup di pertanian, harusnya anggaranya adalah 30 persen juga. Saya juga mengapresiasikan Ketua DPR Puan Maharani sudah membicarakan tentang peningkatan anggaran pertanian. Secara khusus ketua DPR menyampaikan agar anggaran pertanian ditingkatkan,” kata Johan, Selasa (21/9/2021).

Johan menegaskan ketahanan pangan dan kemandirian pangan di Indonesia bukan sebuah wacana. Hal ini karena jenis beras varietas unggul, seperti beras merah pulen, beras beraroma tinggi dan beras tarakas untuk sushi bisa ditanam oleh petani di Sumbawa.

“Mekanisme pertanian kita menggunakan alat pertanian yang handal, dan kelima tidak kalah penting adalah penyuluh pertanian yang hebat. Jadi, dari sisi produksi kita sudah memenuhi persyaratan untuk terus meningkat, perlu kita syukuri kemudian semangat dalam meningkatkan produksi pangan,” ujar legislator dari Sumbawa ini.

Johan juga menyoroti mengenai harga yang kerap disebut-sebut terjadi anomali. Johan beranggapan, hal tersebut disebabkan karena antara pembangunan hulu pertanian dengan sektor hilirnya tidak menjadi satu kesatuan.

“Kalau kita berbicara dengan Dinas Pertanian itu jangan bicara tentang harga, karena harga itu tidak diatur oleh Kementerian Pertanian itu hanya bicara soal peningkatkan produksi. Siapa yang menentukan harga? Kementerian Perdagangan,” kata Johan.

Johan menyebut Komisi IV sedang melakukan pendekatan kepada pemerintah agar Badan Pangan Nasional menjadi mitra komisinya. “Sehingga nantinya ketika berbicara produksi, bicara juga soal retribusi harga,” ucapnya.

“Jadi apa yang dikeluhkan oleh petani kita juga akan terus mengawalnya, anomali di Indonesia ini soal dukungan anggaran 30 persen penduduk Indonesia itu hidup ketergantungan di sektor pertanian. Tetapi anggaran pertanian dari tahun terus diturunkan oleh pemerintah,” imbuh Johan.

Pada Senin (20/9/2021), Johan mengikuti kegiatan panen padi bersama Balitbang Kementerian Pertanian di Sumbawa. Johan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi agar hasil petani bisa dirasakan oleh rakyat.

“Kenapa Asparnas kita tunjuk, karena nanti kita meminta dari Bupati untuk membuat instruksi agar semua hotel yang berada di Sumbawa ini memakan beras asli dari sini. Misalnya makan daging sapinya dari Sumbawa, minum kopi asli dari Sumbawa,” kata Johan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Partai Nasionalis dan Religius Menentukan pada Pilpres dan Pileg 2024

Partai nasionalis dan religius menentukan pada Pilpres 2024 karena sampai saat ini gabungan dua kekuatan ini masih cukup kuat di kancah perpolitikan Tanah Air.

POLITIK | 26 Oktober 2021

Puan Dukung Kenaikan Upah Minimum 2022 Demi Pemulihan Ekonomi Rakyat

Puan mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja yang memberi sinyal akan ada kenaikan upah minimum.

POLITIK | 25 Oktober 2021


Bamsoet: Membiarkan Negara Tanpa Arah, Tidak Sesuai Ajaran Islam

Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet menyebut Indonesia membutuhkan haluan negara. Sebab, membiarkan negara tanpa arah, tidak sesuai ajaran Islam.

POLITIK | 25 Oktober 2021

PPP Harap Jubir Presiden Jago Komunikasi Bukan Miskomunikasi

Waketum PPP Arsul Sani berharap jubir Presiden Joko Widodo, benar-benar andal dalam hal komunikasi.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

Fahri Hamzah didorong untuk menjadi jubir Presiden Joko Widodo. Diketahui, kursi jubir kini kosong setelah Fadjroel Rachman resmi dilantik sebagai dubes.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Publik Dukung Jokowi Lakukan Reshuffle

Mayoritas publik mendukung Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle atau perombakan kabinet.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Tiga Jalur Capres 2024: Kepala Daerah, Menteri, dan Politikus

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menyatakan terdapat tiga jalur capres 2024, yakni dari kepala daerah, menteri, dan politikus.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Survei Poltracking Indonesia: Elektabilitas Ganjar Pranowo Salip Prabowo Subianto

Elektabilitas Ganjar Pranowo menyalip Prabowo Subianto. Hal itu tercermin dalam survei Poltracking Indonesia.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Survei Poltracking Indonesia: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Jokowi-Ma’ruf

Mayoritas publik atau 67,4 persen responden survei Poltracking Indonesia mengaku puas dengan kinerja Jokowi-Ma'ruf.

POLITIK | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Fahri Hamzah


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
IHSG Rawan Koreksi, Cermati MEDC, AGII, hingga AMRT

IHSG Rawan Koreksi, Cermati MEDC, AGII, hingga AMRT

EKONOMI | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings