Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kode Inisiatif Usulkan 3 Tahapan Pemilu 2024 Diperpendek

Senin, 20 September 2021 | 20:28 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti lembaga riset Konstitusi dan Demokrasi atau Kode Inisiatif Muhammad Ihsan Maulana mengusulkan tiga tahapan pemilu 2024 diperpendek. Pertama, kata Ihsan, tahapan kampanye yang bisa diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedemikian rupa sehingga tidak terlalu memakan waktu yang lama.

“Untuk kampanye sebaiknya tidak terlalu lama, apalagi kalau situasi pandemi Covid-19 belum benar-benar terkendali. Bisa-bisa nanti kampanye menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,” ujar Ihsan saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (20/9/2021).

KPU, kata Ihsan, bisa menentukan metode-metode kampanye yang efektif dan efisien sehingga peserta pemilu bisa memanfaatkan waktu yang singkat untuk menyampaikan visi, misi dan programnya. Metode ini juga harus disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang terbuka kemungkinan masih terjadi pada tahun 2024 mendatang.

"Idealnya tahapan kampanye sekitar empat hingga lima bulan cukup. Tetapi memang perlu aturan yang ketat untuk memastikan tidak terjadinya kampanye di luar jadwal,” tegas Ihsan.

Kedua, lanjut Ihsan, tahapan pendaftaran dan verifikasi partai politik peserta pemilu juga bisa dipersingkat. Hal ini lantaan sembilan partai di parlemen hanya dilakukan verifikasi administrasi dan tidak perlu lagi melakukan verifikasi faktual.

“Waktu pendaftaran parpol peserta pemilu juga dapat dipersingkat dan tidak membutuhkan waktu lama, karena sembilan parpol parlemen hanya perlu mendaftar secara administratif, tanpa dilakukan faktual, ini akan mempersingkat waktu tahapan pendaftaran parpol, berbeda dengan Pemilu 2019 kemarin yang seluruh parpol harus dilakukan verifikasi administrasi dan faktual,” jelasnya.

Selain itu, kata Ihsan, tahapan rekapitulasi penghitungan suara juga bisa dipersingkat dengan memanfaatkan rekapitulasi elektronik atau e-recap. Menurut dia, e-recap bisa memotong waktu rekapitulasi yang terhitung sangat lama, apalagi di Pemilu 2024 nanti, KPU dan Bawaslu juga dihadapkan pada tahapan pilkada.

“Jika melalui e-recap dapat memangkas waktu rekapitulasi yang signifikan, penyelenggara bisa fokus pada sengketa pemilu dan tahapan pilkada,” ungkap dia.

Ihsan mengatakan embrio penggunaan e-recap sudah dilakukan oleh KPU di Pilkada Serentak 2020. Namun, kata dia, KPU perlu melakukan penyesuaian karena pemilu dan pilkada merupakan dua jenis pemilihan yang memiliki karakteristik berbeda. KPU, menurut dia, sudah memiliki waktu yang cukup melakukan penyesuaian sejak Pilkada Serentak 2020.

“Hanya saja memang tetap dilakukan rekapitulasi berjenjang karena UU Pemilu mengharuskan itu. Tetapi, setidaknya rekapitulasi elektronik bisa mempermudah dan bahkan mempersingkat waktu rekapitulasi berjenjang,” kata Ihsan.

Diketahui, sejumlah kalangan menyoroti waktu 25 bulan tahapan Pemilu 2024 yang dinilai terlalu panjang. Selain durasi yang panjang, sejumlah pihak juga menyoroti anggaran Pemilu yang diusulkan KPU sebesar Rp 86 triliun untuk membiayai penyelenggaraan Pemilu 2024 dan Rp 26,2 triliun untuk Pilkada.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Puan Dukung Kenaikan Upah Minimum 2022 Demi Pemulihan Ekonomi Rakyat

Puan mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja yang memberi sinyal akan ada kenaikan upah minimum.

POLITIK | 25 Oktober 2021


Bamsoet: Membiarkan Negara Tanpa Arah, Tidak Sesuai Ajaran Islam

Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet menyebut Indonesia membutuhkan haluan negara. Sebab, membiarkan negara tanpa arah, tidak sesuai ajaran Islam.

POLITIK | 25 Oktober 2021

PPP Harap Jubir Presiden Jago Komunikasi Bukan Miskomunikasi

Waketum PPP Arsul Sani berharap jubir Presiden Joko Widodo, benar-benar andal dalam hal komunikasi.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

Fahri Hamzah didorong untuk menjadi jubir Presiden Joko Widodo. Diketahui, kursi jubir kini kosong setelah Fadjroel Rachman resmi dilantik sebagai dubes.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Publik Dukung Jokowi Lakukan Reshuffle

Mayoritas publik mendukung Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle atau perombakan kabinet.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Tiga Jalur Capres 2024: Kepala Daerah, Menteri, dan Politikus

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menyatakan terdapat tiga jalur capres 2024, yakni dari kepala daerah, menteri, dan politikus.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Survei Poltracking Indonesia: Elektabilitas Ganjar Pranowo Salip Prabowo Subianto

Elektabilitas Ganjar Pranowo menyalip Prabowo Subianto. Hal itu tercermin dalam survei Poltracking Indonesia.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Survei Poltracking Indonesia: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Jokowi-Ma’ruf

Mayoritas publik atau 67,4 persen responden survei Poltracking Indonesia mengaku puas dengan kinerja Jokowi-Ma'ruf.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Konvensi Capres Nasdem, Bima Arya: Kita Lihat Nanti

Bima Arya tertarik ikuti konvensi Capres Partai Nasdem.

NASIONAL | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Fahri Hamzah


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
Bidik Rp 24,9 Triliun, Mitratel Berpeluang Pecahkan Rekor IPO Terbesar Bukalapak

Bidik Rp 24,9 Triliun, Mitratel Berpeluang Pecahkan Rekor IPO Terbesar Bukalapak

EKONOMI | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings