Logo BeritaSatu

Dukung Jokowi-Prabowo untuk Pilpres 2024, M Qodari: Indonesia Akan Maju

Jumat, 17 September 2021 | 16:24 WIB
Oleh : Stefani Wijaya/Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari optimistis Indonesia akan maju apabila Joko Widodo (Jokowi) berpasangan dengan Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024. Qodari memaparkan sejumlah alasan, sehingga mendukung Jokowi-Prabowo maju pilpres.

Qodari menegaskan Jokowi-Prabowo merupakan solusi dari problem polarisasi yang terjadi tengah masyarakat, khususnya pascapilpres. Hal tersebut disampaikan Qodari dalam Integrity Constitutional Discussion #3 bertajuk “Pro-Kontra Tiga Periode Masa Jabatan Presiden” secara virtual yang digelar Integrity Law Firm, Jumat (17/9/2021).

“Saya melihat persoalan yang besar bagi Indonesia yang harus diselesaikan itu adalah soal potensi konflik ya dan polarisasi ekstrem. Solusinya Jokowi-Prabowo 2024. Kalau dua-duanya kompak, ini memang Indonesia menjadi lebih kuat. Kalau saya sangat percaya Indonesia akan maju, seperti contoh di Asean Games, kita sukses,” kata Qodari.

Qodari menuturkan Indonesia harus belajar dari pengalaman Pilpres Amerika Serikat (AS) pada 2016. Kala itu, Donald Trump terpilih melalui maraknya berita hoax. Pada Pilpres AS 2020, kata Qodari, Trump tidak mengakui kekalahan, bahkan memerintahkan pendukungnya untuk menolak kemenangan Joe Biden lewat media sosial (medsos). Diketahui, pendukung Trump menyerbu gedung Capitol untuk membatalkan penetapan kemenangan Biden.

Qodari menyatakan Indonesia berada pada era politik identitas. Indonesia merupakan negara yang memiliki latar belakang masyarakat beragam secara suku, agama, dan pembelahan politik, sehingga potensial melahirkan benturan.

Potensi benturan tersebut diperkuat oleh situasi saat ini. Media sosial (medsos) makin masif. Medsos memiliki sejumlah kelemahan seperti anonimitas yang menghilangkan tanggung jawab. Pada 2019, kata Qodari, muncul fenomena “cebong” dan “kampret”.

Qodari mengatakan situasi pilpres Indonesia sudah sangat berubah sejak 2014. Penggunaan isu suku, agama, ras, dan antargolongan sangat masif. Dikatakan, elite politik sangat berani bermain api. Fenomena hoax tersebut, ujar Qodari, berlanjut pada Pilpres 2019. Pembelahan makin dalam dengan besarnya peran medsos di tengah masyarakat.

Qodari menegaskan Jokowi dan Prabowo sesungguhnya sosok yang mewakili aspirasi masyarakat Indonesia, baik pada 2014 maupun 2019 sampai dengan sekarang. “Jika keduanya bergabung, maka akan sangat kuat, tidak hanya di parlemen, tetapi juga di masyarakat,” ucap Qodari.

Pasangan Jokowi-Prabowo diyakini akan melahirkan pilpres dengan pasangan calon tunggal atau melawan kolom kosong. Tensi politik, kata Qodari, akan menurun secara sangat signifikan, sehingga Indonesia aman dan damai, serta polarisasi ekstrem hilang.

Selain Qodari, turut hadir sebagai pembicara kunci pakar hukum tata negara (HTN) sekaligus senior partner Integrity Law Firm, Denny Indrayana, Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini, pakar HTN Refly Harun, dan Profesor dari Melbourne Law School, Tim Lindsey.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Partai Nasionalis dan Religius Menentukan pada Pilpres dan Pileg 2024

Partai nasionalis dan religius menentukan pada Pilpres 2024 karena sampai saat ini gabungan dua kekuatan ini masih cukup kuat di kancah perpolitikan Tanah Air.

POLITIK | 26 Oktober 2021

Puan Dukung Kenaikan Upah Minimum 2022 Demi Pemulihan Ekonomi Rakyat

Puan mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja yang memberi sinyal akan ada kenaikan upah minimum.

POLITIK | 25 Oktober 2021


Bamsoet: Membiarkan Negara Tanpa Arah, Tidak Sesuai Ajaran Islam

Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet menyebut Indonesia membutuhkan haluan negara. Sebab, membiarkan negara tanpa arah, tidak sesuai ajaran Islam.

POLITIK | 25 Oktober 2021

PPP Harap Jubir Presiden Jago Komunikasi Bukan Miskomunikasi

Waketum PPP Arsul Sani berharap jubir Presiden Joko Widodo, benar-benar andal dalam hal komunikasi.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

Fahri Hamzah didorong untuk menjadi jubir Presiden Joko Widodo. Diketahui, kursi jubir kini kosong setelah Fadjroel Rachman resmi dilantik sebagai dubes.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Publik Dukung Jokowi Lakukan Reshuffle

Mayoritas publik mendukung Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle atau perombakan kabinet.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Tiga Jalur Capres 2024: Kepala Daerah, Menteri, dan Politikus

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menyatakan terdapat tiga jalur capres 2024, yakni dari kepala daerah, menteri, dan politikus.

POLITIK | 25 Oktober 2021

Survei Poltracking Indonesia: Elektabilitas Ganjar Pranowo Salip Prabowo Subianto

Elektabilitas Ganjar Pranowo menyalip Prabowo Subianto. Hal itu tercermin dalam survei Poltracking Indonesia.

POLITIK | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Fahri Hamzah


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
Lintasarta Dukung Program Desa Digital di 15 Kabupaten di Jawa Barat

Lintasarta Dukung Program Desa Digital di 15 Kabupaten di Jawa Barat

DIGITAL | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings