Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

M Qodari: Jokowi 3 Periode Cegah Polarisasi Ekstrem

Rabu, 14 Juli 2021 | 21:56 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WM

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari berpendapat, gagasan Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden 3 periode dimunculkan untuk mencegah polarisasi ekstrem terjadi lagi di Indonesia. Seperti yang terjadi di saat Pemilu tahun 2014 dan 2019. Bahkan, bila Jokowi tidak maju dan dipasangkan dengan Prabowo Subianto dikhawatirkan akan terjadi polarisasi yang mengarah pada tragedi nasional yang berdarah.

Ide atau gagasan Jokowi-Prabowo 2024, menurut Qodari, merupakan sebuah visi. Wajar jika sebuah visi terjadi penolakan atau banyak yang menentang. Justru, kalau semua setuju dengan gagasan tersebut, maka ide memasangkan Jokowi-Prabowo bukan sebuah visi.

“Sehingga kalau gagasan ini awalnya banyak yang mengalami kebingungan, ketidaktahuan dan, penolakan, menurut saya sudah menjadi indikator benar gagasan ini sebuah visi. Kalau semua setuju dengan gagasan ini, berarti bukan visi. Karena visi itu cuma bisa dilihat oleh segelintir orang,” kata M Qodari dalam diskusi KahmiPreneur Talk yang digelar secara virtual, Rabu (14/7/2021).

Alasan dimunculkannya gagasan Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024, dijelaskan Qodari, untuk menjawab tesis polarisasi ekstrem pada pemilihan presiden (pilpres) 2024 yang polanya semakin mengeras dari pemilu tahun 2014, 2017, dan 2019. Keberadaan Jokpro 2024, diyakininya, dapat menghindari terjadinya tawuran nasional dalam Pilpres 2024.

“Saya pribadi mengusulkan Jokpro 2024 ini karena ingin menjawab tesis polarisasi ekstrem. Kalau tidak, pesta demokrasi bisa berubah menjadi tragedi nasional, konflik komunal. Ini bisa terjadi di seluruh daerah Indonesia. Saya tidak bisa tahan membayangkan skenario itu, terjadi baku pukul, baku parang, menurut saya, Indonesia bisa bubar,” ujar M Qodari.

Situasi polarisasi ekstrem dapat dihindari jika pasangan Jokpro dibukakan pintunya oleh amendemen UUD 1945. Sehingga mereka akan menjadi pasangan calon (paslon) tunggal versus kotak kosong di Pilpres 2024. Maka Indonesia akan aman dan damai, sehingga dapat berkonsentrasi pada pemulihan ekonomi dan pembangunan bangsa.

“Kalau Jokpro bergabung, ya jadi paslon tunggal melawan kotak kosong. Maka tensi polarisasi akan turun. Jokpro akan menang dengan cepat, tidak terjadi tragedi berdarah dan bangsa Indonesia bisa konsentrasi pada pemulihan ekonomi dan pembangunan bangsa,” ungkap M Qodari.

Sehingga, kalau mereka berdua dipasangkan maka akan menjadi tokoh bhinneka tunggal ika yang bisa menjaga kesatuan Republik Indonesia.

“Kenapa harus Prabowo, pertama Prabowo selama ini menjadi pilihan masyarakat. Kedua Prabowo punya partai yang kalau tidak diajak bergabung maka amendemen tidak bisa dilakukan. Ketiga, diluar pengetahuan dan asumsi banyak orang, Jokowi dan Prabowo mempunya persahabatan yang cukup hangat,” jelas M Qodari.

Qodari mengungkapkan, ada tiga kondisi besar yang sedang dihadapi bangsa Indonesia menjelang Pilpres 2024. Pertama, dunia berada di era politik identitas yang melahirkan polarisasi ekstrem dimana-mana, termasuk Indonesia. Pembelahan politik potensial melahirkan benturan sehingga harus diantisipasi.

“Indonesia yang memiliki keragaman suku dan agama, membuat politik identitas lebih sensitif di Indonesia dibandingkan negara lain,” tutur M Qodar.

Kondisi kedua, potensi benturan tersebut diperkuat dengan situasi saat ini, yakni media sosial semakin masif. Ditambah, media sosial memiliki sejumlah kelemahan seperti anonimitas yang menghilangkan tanggung jawab, juga algoritma biner yang melahirkan fenomena echo chamber yang pada 2019 telah melahirkan kelompok “cebong” dan “kampret”

“Saya melihat kalau ini diteruskan dengan internet kita yang semakin meluas, ada 5G, maka akan lahir cebongnya punya gigi, kampretnya punya cakar. Itu yang saya bilang berdarah. Saya jamin hoaks di 2024 akan lebih banyak dibandingkan 2014 dan 2019,” jelas M Qodari.

Kondisi ketiga, pemilu dan pilpres telah berubah sejak 2014. Selain ada isu SARA, juga penggunaan hoax semakin luar biasa.

“Saya yakin fenomena ini akan terulang lagi di 2024. Maka kita harus break dulu dengan masalah seperti selama 5 tahun,” tukas M Qodari.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Mahfud MD dan Tito Bahas Simulasi Jadwal Pemilu dan Pilkada Serentak 2024

Menko Polhukam Mahfud MD dan Mendagri Tito Karnavian rapat koordinasi membahas simulasi tanggal Pemilu dan Pilkada serentak 2024.

POLITIK | 23 September 2021

Yusril Siapkan Argumen Gugat AD/ART Partai Demokrat ke MA

Yusril Ihza Mahendra telah menyiapkan argumenn untuk mengajukan uji materi terkait AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA).

POLITIK | 23 September 2021

Puan: Antisipasi Lonjakan Covid-19 pada Akhir Tahun, Percepat Vaksinasi

Puan Maharani mengingatkan pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan program vaksinasi untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penularan Covid-19

POLITIK | 23 September 2021

IKA PMII Harap Muktamar Ke-34 NU Pertimbangkan Kondisi Objektif Bangsa

Ahmad Muqowam menyatakan, Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) harus mempertimbangkan kondisi objektif bangsa

POLITIK | 23 September 2021

Gerindra dan Muhammadiyah Komitmen Jaga Persatuan dan Kedaulatan Bangsa

Gerindra-Muhammadiyah menegaskan komitmen untuk menjaga persatuan serta kedaulatan bangsa.

POLITIK | 23 September 2021

Bawaslu Rekomendasikan Regulasi Kampanye Virtual

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar merekomendasikan regulasi kampanye virtual.

POLITIK | 23 September 2021

MIPI Usulkan Penerapan E-Voting

MIPI menilai e-voting menjadi salah satu cara agar pelaksanaan pesta demokrasi tidak terhambat situasi pandemi Covid-19.

POLITIK | 23 September 2021

Penting, Kepastian Tanggal Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024

Kepastian tanggal pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 dinilai penting untuk segera ditetapkan.

POLITIK | 23 September 2021

Inovasi Penyelenggaraan Pemilu 2024 Terkendala Regulasi

Inovasi penyelenggaraan pemilu selama ini dinilai kerap terkendala regulasi kepemiluan.

POLITIK | 23 September 2021

KPU Diminta Minimalisasi Anggaran Pemilu 2024

Komisi II DPR mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminimalisasi anggaran Pemilu 2024.

POLITIK | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Kenali Manfaat Kandungan Tranexamic Acid Pada Serum

Kenali Manfaat Kandungan Tranexamic Acid Pada Serum

KESEHATAN | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings