Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Fahri Hamzah Ungkap Alasan Tulis “Buku Putih: Kronik Daulat Rakyat Vs Daulat Parpol”

Sabtu, 1 Mei 2021 | 22:44 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengungkap alasan menulis buku bertajuk “Buku Putih: Kronik Daulat Rakyat Vs Daulat Parpol”. Fahri menyebut buku itu merupakan karya terakhirnya ketika masih menjadi wakil rakyat.

“Pada akhirnya nanti yang dihadapi sebagai negara demokrasi adalah masa depan daulat rakyat di tengah kegagalan partai politik untuk mengindentifikasi perannya secara baik,” kata Fahri dalam keterangannya, Sabtu (1/5/2021).

Party Watch (Parwa) Institute mengupas buku tersebut di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (30/4/2021). Isi buku juga menyinggung tentang pertengkaran politik secara langsung atau tidak antara Fahri dengan koleganya di Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kondisi itu yang turut mendorong lahirnya organisasi kemasyarakatan Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) dan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia. Fahri sebagai wakil ketua umum Gelora bersyukur kepengurusan partainya telah terbentuk di 34 provinsi dan 514 kabupaten/ kota.

“Tidak lama lagi 100% di sekitar 8.000-an kecamatan. Sekarang kita masuk desa. Kalau dulu ABRI masuk desa, sekarang Gelora masuk desa,” ucap Fahri.

Fahri melalui buku itu juga berharap agar agar masyarakat mengetahui posisi Indonesia setelah sekian tahun berdemokrasi dan mengejar mimpi dengan cara-cara demokratis. Menurut eks politikus PKS tersebut, buku yang ditulisnya mengupas pelajaran tentang cara membangun tradisi yang baik dalam partai politik (parpol) sebagai pilar utama demokrasi.

Fahri menuturkan, Indonesia harus membangun sistem partai politik yang sehat, modern dan terbuka menuju demokrasi Indonesia yang semakin dewasa. Ditegaskan, mandat surat rakyat pada diri seorang pejabat terpilih, tidak boleh dirampas, bahkan dialihkan kepada nama lain oleh otoritas apa pun.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parwa Institute Muh Jusrianto mengatakan buku karya Fahri dapat menjadi referensi untuk pembangunan parpol di masa mendatang. Pemikiran Fahri juga bisa menjadi acuan pemerintah dalam membangun demokrasi substantif.

Menurut Jusrianto, parpol sepatutnya dapat memperkuat diri secara institusionalisasi. Artinya bukan hanya berbicara soal menghargai kebebasan politik dan kebebasan ekonomi, parpol harus mampu menerapkan prinsip dan nilai-nilai demokrasi di internal partainya sendiri.

Pakar hukum tata negara Margarito Kamis menegaskan apabila dicermati sejarah rule of law dan kepartaian, maka tidak ada partai berdaulat. Menurut Margarito, anggota partai justru yang harusnya berdaulat.

“Bukan partai yang melahirkan orang-orang, tapi orang-oranglah yang melahirkan partai,” kata Margarito yang hadir sebagai pembicara dalam bedah buku.

Turut hadir juga dalam acara itu, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya. Yunarto menilai Fahri sebagai seorang marketer.

“Apa pun istilahnya dia seorang marketer, ketika dia terlibat dalam sebuah konflik baik yang sifatnya personal, internal partai atau perbedaan pandangan, wacananya sering kali pro kontra dan bergeser menjadi sebuah isu yang ada dipanggung nasional,” kata Yunarto.

Akan tetapi, menurut Yunarto, hal itu yang menarik. Karakter politikus seperti Fahri dinilai tidak mau terlibat budaya latah, arus populisme yang kemudian ada di media sosial.

“Kalau dulu ditanya politisi yang terkesan paling alergi dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saya yakin ketika disurvei, orang akan mengatakan nomor satu adalah Fahri Hamzah, dan yang luar biasanya adalah orang yang dianggap paling alergi dengan KPK sampai detik ini masih duduk baik-baik saja, tidak pernah terlibat kasus, itu saya pikir perlu tepuk tangan buat seorang Fahri Hamzah,” demikian Yunarto.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sekjen PPK: Tidak Ada Lagi Dualisme di Kosgoro 1957

Sabil Rahman mengakui, PPK Kosgoro sempat terbelah.

POLITIK | 1 Mei 2021

AHY: Selamat Hari Buruh

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan selamat Hari Buruh 2021.

POLITIK | 1 Mei 2021

Survei: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Meningkat

Hasil survei yang dilakukan oleh New Indonesia Research and Consulting menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo meningkat.

POLITIK | 1 Mei 2021

Dana Desa, Ketua DPD: Pengelolaannya Harus Transparan

La Nyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan para kepala desa untuk mengelola dana desa secara transparan.

POLITIK | 1 Mei 2021

Kupas Tuntas Penyederhanaan Birokrasi di Daerah Lewat Podcast Ditjen Otda Kemdagri

Lewat Podcast episode perdananya, Kemdagri mengupas tuntas soal penyederhanaan birokrasi di daerah.

NASIONAL | 1 Mei 2021

Interaktif via Podcast, Kemdagri Jelaskan Agenda Penyederhanaan Birokrasi Pemda

Kemdagri hadir menyapa melalui channel Podcast bertajuk "Otda's Talk".

NASIONAL | 1 Mei 2021

Airlangga Hartarto Dinilai Paling Layak Maju Capres 2024

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto paling layak maju sebagai calon presiden (capres) pada 2024.

POLITIK | 30 April 2021

PAN Soroti Isu Penyederhanaan Partai

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi menyoroti isu penyederhanaan partai politik (parpol).

POLITIK | 30 April 2021

Pendanaan Rp 1 Trilun dan Penyederhanaan Partai, Ini Respons Sekjen PPP

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi menyatakan tidak ada korelasi penyederhanaan partai dengan dana bantuan partai.

POLITIK | 30 April 2021

Politikus Nasdem: Partai Harus Mandiri, Pendanaan Hanya untuk Administrasi

Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya menyatakan partai politik (parpol) harus mandiri.

POLITIK | 30 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS