Pengamat: Rekonsialisi Moeldoko dan AHY Jadi Pilihan Tepat demi Partai Demokrat 2024
Logo BeritaSatu

Pengamat: Rekonsialisi Moeldoko dan AHY Jadi Pilihan Tepat demi Partai Demokrat 2024

Sabtu, 6 Maret 2021 | 13:05 WIB
Oleh : Yustinus Paat / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Muradi, menilai rekonsiliasi antara kubu Moeldoko dan kubu AHY menjadi pilihan tepat untuk menyelamatkan Partai Demokrat di Pemilu Serentak 2024. Menurut Muradi, jika dualisme kepemimpinan ini terus berlangsung, maka Partai Demokrat bisa anjlok di Pemilu 2024.

“Saya pikir rekonsiliasi menjadi pilihan yang tepat, siapa dapat apa dan semuanya happy, tidak ada yang terluka. Jika tidak, Partai Demokrat akan kehilangan dukungan elektoral di Pemilu 2024, apalagi tantangan ke depannya sangat berat,” ujar Muradi ketika dihubungi, Sabtu (6/3/2021).

Muradi memandang, ada kekuatan besar jika Moeldoko dan AHY bersatu untuk membangun Partai Demokrat. Pasalnya, terlepas dari Moeldoko dianggap orang luar Demokrat, tetapi terbukti Kongres Luar Biasa (KLB) di Deliserdang, Sumatera Utara menunjukkan bahwa Moeldoko mempunyai basis massa.

“Titik rekonsiliasinya adalah masa depan Partai Demokrat sehingga bisa saja nanti Pak Moeldoko menjadi Ketum-nya dan AHY menjadi Ketua Harian. Kemudian lihat dinamika menjelang tahun 2024, jika elektabilitas Moeldoko lebih tinggi dari AHY, maka Moeldoko yang didorong menjadi Capres, begitu juga sebaliknya, AHY yang didorong menjadi Capres jika elektabilitas lebih tinggi,” terang dia.

Menurut Muradi, komposisi dengan Ketum Moeldoko dan AHY menjadi Ketua Harian, akan mulai menghapus secara perlahan kesan bahwa Partai Demokrat sebagai partai keluarga SBY. Pasalnya, kata Muradi, kekecewaan sejumlah para penggagas, pendiri, senior, dan kader Partai Demokrat berawal dari adanya kesan partai berlambang mercy ini menjadi partai tertutup atau partai keluarga.

“Jadi, paradigmanya harus mulai diubah. Tidak terkesan lain Partai Demokrat milik keluarga SBY, tetapi partai milik bersama, partai terbuka dan modern,” tandas dia.

Apalagi, kata Muradi, dinamika yang terjadi di internal partai Demokrat belakangan ini menunjukkan bahwa AHY belum terlalu matang dalam mengelola partai. Menurut dia, jika AHY sebelumnya mengambil inisiatif untuk sowan atau mendatangi para senior, pendiri dan penggagas Partai Demokrat untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan mereka, maka mungkin dualisme kepemimpinan bisa dicegah.

“Tetapi, dualisme telah terjadi, maka perlu dicarikan solusinya, apakah mau melalui pengadilan atau rekonsiliasi. Menurut saya, yang terbaik adalah rekonsiliasi demi menyelamatkan Partai Demokrat,” pungkas Muradi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Andi Mallarangeng: SBY Sedih Moeldoko Jadi Begal Politik

SBY yang merupakan Presiden ke-6 RI merupakan orang yang melantik Moeldoko sebagai Panglima TNI pada Agustus 2013.

POLITIK | 6 Maret 2021

Mahfud MD: Pemerintah Tak Bisa Larang KLB Demokrat

Menurut Menko Polhukam Mahfud MD, pemerintah tidak bisa melarang KLB Partai Demokrat karena itu hak menyampaikan pendapat di muka umum.

POLITIK | 6 Maret 2021

Pengamat: Moeldoko Punya Hak Politik untuk Pimpin Partai Demokrat

Moeldoko diminta menjadi Ketua Umum Partai Demokrat oleh kader partai tersebut pada KLB, Jumat (6/3/2021).

POLITIK | 6 Maret 2021

KLB Demokrat Dinilai Menurunkan Kualitas Demokrasi

KLB yang digelar segelintir kader dan mantan kader Partai Demokrat, semakin menurunkan kualitas demokrasi Indonesia.

POLITIK | 6 Maret 2021

SBY: Langgar AD/ART, KLB Demokrat Cacat Hukum

Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebutkan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumut cacat hukum

POLITIK | 6 Maret 2021


Airlangga Ajak Kader Golkar Dukung Program Jokowi

Airlangga Hartarto mengajak seluruh kader Golkar dan peserta rapat pimpinan nasional (Rapimnas) untuk mendukung program Presiden Joko Widodo.

POLITIK | 5 Maret 2021

SBY: Moeldoko Membuat Malu TNI

SBY merasa menyesal dan meminta maaf pernah memberikan jabatan kepada Moeldoko sebagai Panglima TNI.

POLITIK | 5 Maret 2021

SBY Sebut Moeldoko Lakukan Kudeta

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mengatakan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat abal-abal.

POLITIK | 5 Maret 2021

Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Ini Kata "Wanita Emas"

Hasnaeni memberikan apresiasi kepada Moeldoko yang berhasil menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB, Sumut.

POLITIK | 5 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS