Pengamat: Ada Dualisme di Tubuh Demokrat
Logo BeritaSatu

Pengamat: Ada Dualisme di Tubuh Demokrat

Jumat, 26 Februari 2021 | 21:36 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM


Jakarta, Beritasatu.com - Kelompok yang menamakan diri Kader Muda Demokrat (KMD) meminta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mundur dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat. Sebagai gantinya, organisasi sayap Demokrat ini mengusulkan nama Moeldoko untuk menduduki kursi AHY dan Edhy Baskoro Yudhoyono atau Ibas menjadi Sekjen.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari menilai, mencuatnya nama Ibas mengindikasikan terjadinya dualisme di tubuh Partai Demokrat. Setidaknya, terdapat kelompok di internal partai berlambang mercy tersebut yang sedari awal melihat Ibas lebih cocok atau pantas memimpin Partai Demokrat ketimbang sang kakak. Hal ini lantaran Ibas dinilai lebih memiliki pengalaman politik di internal partai dan DPR.

"Dan ya terutama ketika saya kira menjadi Sekjen, dimana di situ kemudian warga atau orang-orang Demokrat khususnya yang di daerah itu melihat bahwa Ibas lebih bisa diajak komunikasi lebih aksesibel ketimbang AHY," kata M Qodari, Jumat (26/2/2021).

Menurut Qodari, munculnya nama Ibas sudah sepatutnya menjadi bahan evaluasi bagi SBY sebagai pendiri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Terutama untuk mendengar gema suara kader Partai Demokrat di akar rumput mengenai sosok pemimpin partai tersebut.

"Sebetulnya yang lebih menggema di hati kader Demokrat itu adalah Ibas atau AHY. Pada titik ini saya menganalisa bahwa SBY melihat AHY lebih tepat menjadi ketua umum tetapi sesungguhnya di lapangan itu daerah lebih menghendaki Ibas," katanya.

Qodari menilai, SBY seakan mengulang kesalahannya membaca dinamika internal Partai Demokrat seperti yang terjadi pada 2010. Saat itu, SBY lebih menghendaki Andi Mallarangeng sebagai Ketua Umum, namun Marzuki Alie dan Anas Urbaningrum justru meraih suara terbanyak.

"Sebetulnya kan nggak ada ceritanya bahwa seorang Andi Mallarangeng yang di belakangnya ada presiden berkuasa itu kalah. Itu kan artinya betul-betul kondisi di lapangan di daerah itu betul-betul berbeda dengan apa yang kelihatan dari dari Jakarta," katanya.

Terlepas dari itu, Qodari menilai berlarutnya kisruh di Partai Demokrat hingga mencuatnya nama Moeldoko dan Ibas menunjukkan dalamnya persoalan di internal Partai Demokrat. Dikatakan, jika 'api' persoalan kecil, tak mungkin kekisruhan yang terjadi mencuat ke tengah publik.

"Biasanya kalau api kecil itu tidak perlu disampaikan atau diceritakan keluar, tapi kalau api sudah besar maka diceritakan keluar," kata Qodari.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Analisis M Qodari Soal Kisruh Partai Demokrat

Menurut M Qodari terdapat dua analisis terkait kisruh yang tengah terjadi di Partai Demokrat.

POLITIK | 26 Februari 2021

Api di Demokrat Terlalu Besar, SBY Turun Tangan

Ada dua teori mengenai tampilnya atau turun gunungnya Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY dalam kisruh partai yang didirikannya itu

POLITIK | 26 Februari 2021

Gus Ami: NU dan Pesantren Adalah Sabuk Pengaman Bangsa

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) dan kalangan pesantren adalah sabuk pengaman bangsa.

POLITIK | 26 Februari 2021

Popularitas AHY Sulit Dongkrak Suara Partai Demokrat

Partai Demokrat sebaiknya lebih berorientasi pada pembangunan kelembagaan partai ketimbang mengandalkan figur

POLITIK | 26 Februari 2021

Partai Demokrat Akan Copot Jhoni Allen Marbun dari DPR

Partai Demokrat akan melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Jhoni Allen Marbun yang merupakan anggota DPR.

POLITIK | 26 Februari 2021

Partai Demokrat Juga Berhentikan Marzuki Alie Sebagai Kader

Partai Demokrat (PD) juga memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai kader terhadap Marzuki Alie.

POLITIK | 26 Februari 2021

Partai Demokrat Pecat Darmizal dan Jhoni Allen Marbun dengan Tidak Hormat

Partai Demokrat (PD) memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat terhadap sejumlah kader.

POLITIK | 26 Februari 2021

Nasdem Akan Gelar Konvensi Capres, Partai Demokrat Fokus Konsolidasi Internal

Partai Demokrat menghargai dan menghormati pandangan serta pilihan cara yang akan ditempuh Partai Nasdem dalam menghadapi Pilpre 2024 yaitu melalui konvensi.

POLITIK | 26 Februari 2021

Soal Kisruh Demokrat, Projo Bela Moeldoko

Handoko menegaskan bahwa Moeldoko adalah tokoh yang sangat konsisten pada konstitusi, aturan, dan asas.

POLITIK | 25 Februari 2021

Pengamat: Berkat Jokowi Effect, Elektabilitas PDIP Makin Naik

PDIP makin kokoh sebagai partai yang paling digemari rakyat meski akhir-akhir ini serangan dengan pemberitaan bernada negatif dilayangkan secara masif.

POLITIK | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS