Ini Analisis M Qodari Soal Kisruh Partai Demokrat
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Ini Analisis M Qodari Soal Kisruh Partai Demokrat

Jumat, 26 Februari 2021 | 21:23 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, menyebut ada dua analisis terkait isu kudeta Partai Demokrat (PD) yang membuat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai turun gunung. Diantaranya yaitu ketidakcakapan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atau memang isu kudeta ini justru sejak dari awal sudah didesain oleh SBY.

Analisis pertama, Qodari menilai isu tersebut terlalu besar sehingga tidak bisa dipadamkan oleh AHY selaku Ketua Umum Partai Demokrat.

"Teori pertama dan dilihat banyak orang bahwa Pak SBY turun gunung dan itu adalah pertanda bahwa api dalam Partai Demokrat terlalu besar untuk dipadamkan oleh seorang AHY, begitu," kata Qodari kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).

"Dan sebetulnya memang begitulah risiko yang terjadi ketika SBY tampil karena itu akan memberikan pesan atau ditafsirkan pihak luar sebagai sebuah pertanda ketidakmampuan AHY," imbuhnya.

Analisis kedua, Qodari menilai SBY sesungguhnya merupakan sutradara atau dalang dari isu kudeta Partai Demokrat. Menurutnya, AHY sosok yang tampil di panggung depan, sementara SBY berada di panggung belakang.

"Sesungguhnya sutradara atau dalang sesungguhnya dari cerita mengenai kudeta PD ini adalah Pak SBY itu sendiri. Jadi panggung depannya adalah AHY, tapi panggung belakangnya, dapurnya sesungguhnya, adalah Pak SBY, gitu," ucapnya.

Menurutnya, hal itu juga terbukti melalui pernyataan SBY yang terkesan menepis pernyataan AHY saat mengungkap isu kudeta PD. Sebab, SBY terkesan menegasikan pernyataan saat mengatakan ia tidak percaya Presiden Joko Widodo terlibat dan nama sejumlah menteri hanya dicatut dalam isu kudeta.

"Jadi ya AHY memberikan pernyataan tapi yang membantah kan SBY. Jadi ini istilahnya main ping pong. Jadi AHY menyatakan, SBY menegasikan. Jadi menurut saya itu pertanda bahwa sebetulnya aktor atau penulis skenarionya adalah SBY," katanya.

Terlebih, kata Qodari, SBY sempat mengeluarkan tulisan yang membahas perihal the good, the bad, and the ugly sehari sebelum AHY mengungkapkan isu kudeta. Qodari menilai unggahan SBY itu merupakan pengantar dari deklarasi AHY terkait kudeta PD.

"Sebelum press conference AHY pada siang hari, malamnya kan SBY sudah mengeluarkan twit yang mengatakan ada the good guy, ada the bad guy, dan ada the ugly. Kira-kira begitu, the good, the bad, and the ugly. Itu kan sebetulnya pengantar menuju press conference-nya AHY," ucapnya.

Qodari juga menyampaikan terkait peluang AHY untuk melenggang ke Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024. Menurutnya, AHY membutuhkan 4P untuk bisa menuju Pilpres 2024 mendatang. Namun AHY dinilai masih punya 2 kekurangan.

"AHY itu memerlukan 4P untuk bisa menuju pentas nasional di masa datang. 2P yang pertama sudah dimiliki AHY yaitu Partai dan Penampilan. Partainya Demokrat, punya kursi lumayan di DPR, penampilan karena ganteng tinggi," ujar Qodari.

Namun, menurut dia, 2P itu sesungguhnya masih tidak cukup untuk menuju Pilpres 2024 mendatang. Karena, kata dia, masyarakat membutuhkan penilaian yang lebih mengenai kemampuan.

"Jadi, kemampuan itu hanya bisa ditunjukkan lewat 2P yang lain yaitu panggung dan pengalaman. Panggung itu ya posisi jabatan publik dan pengalaman itu ya tadi bisa diperoleh juga dari jabatan publik," tuturnya.

Menurut dia, pengalaman-pengalaman menjalankan pemerintahan itu tidak terakomodasi atau tidak tersedia dalam jabatan ketua umum. "Setidaknya tidak komprehensif atau tidak menyeluruh dan pengalaman itu prestasi itu bisa ditunjukkan apabila ada jabatan seperti kepala daerah dan menteri," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Api di Demokrat Terlalu Besar, SBY Turun Tangan

Ada dua teori mengenai tampilnya atau turun gunungnya Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY dalam kisruh partai yang didirikannya itu

POLITIK | 26 Februari 2021

Gus Ami: NU dan Pesantren Adalah Sabuk Pengaman Bangsa

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) dan kalangan pesantren adalah sabuk pengaman bangsa.

POLITIK | 26 Februari 2021

Popularitas AHY Sulit Dongkrak Suara Partai Demokrat

Partai Demokrat sebaiknya lebih berorientasi pada pembangunan kelembagaan partai ketimbang mengandalkan figur

POLITIK | 26 Februari 2021

Partai Demokrat Akan Copot Jhoni Allen Marbun dari DPR

Partai Demokrat akan melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Jhoni Allen Marbun yang merupakan anggota DPR.

POLITIK | 26 Februari 2021

Partai Demokrat Juga Berhentikan Marzuki Alie Sebagai Kader

Partai Demokrat (PD) juga memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai kader terhadap Marzuki Alie.

POLITIK | 26 Februari 2021

Partai Demokrat Pecat Darmizal dan Jhoni Allen Marbun dengan Tidak Hormat

Partai Demokrat (PD) memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat terhadap sejumlah kader.

POLITIK | 26 Februari 2021

Nasdem Akan Gelar Konvensi Capres, Partai Demokrat Fokus Konsolidasi Internal

Partai Demokrat menghargai dan menghormati pandangan serta pilihan cara yang akan ditempuh Partai Nasdem dalam menghadapi Pilpre 2024 yaitu melalui konvensi.

POLITIK | 26 Februari 2021

Soal Kisruh Demokrat, Projo Bela Moeldoko

Handoko menegaskan bahwa Moeldoko adalah tokoh yang sangat konsisten pada konstitusi, aturan, dan asas.

POLITIK | 25 Februari 2021

Pengamat: Berkat Jokowi Effect, Elektabilitas PDIP Makin Naik

PDIP makin kokoh sebagai partai yang paling digemari rakyat meski akhir-akhir ini serangan dengan pemberitaan bernada negatif dilayangkan secara masif.

POLITIK | 25 Februari 2021

Kerumunan Kunker Jokowi Berbeda dengan Kerumunan Rizieq Syihab

Politikus Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago menilai, tidak ada unsur kesengajaan dalam kerumunan massa saat Presiden Jokowi tiba di Maumere, NTT

POLITIK | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS