Menko Airlangga Sempat Kena Covid-19, Kenapa Dirahasiakan ke Publik?
Logo BeritaSatu

Menko Airlangga Sempat Kena Covid-19, Kenapa Dirahasiakan ke Publik?

Rabu, 20 Januari 2021 | 19:43 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Tidak banyak yang tahu ketika Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terinfeksi Covid-19. Bahkan kondisi Airlangga saat positif Covid-19 tidak diketahui publik dan pihak Istana Kepresidenan. Berbeda dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang langsung mengumumkan ke publik ketika dinyatakan positif Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bila ada menteri yang terkena Covid-19, adalah wajar bila tidak diungkapkan ke publik. Namun di antara menteri, pasti akan mendapatkan informasi terkait menteri yang terkena Covid-19 karena ruang lingkup kerja mereka mengharuskan melakukan komunikasi satu sama lain.

“Saya pikir itu sudah pernah saya jelaskan. Kami-kami ini yang ada di kabinet ya, sangat tahu persis ruang lingkup pekerjaan kami seperti apa, berkomunikasi dengan siapa, dan seterusnya. Yang jelas kita tidak dalam konteks Covid ini, tidak pernah masuk dalam area publik yang sangat besar ya,” kata Moeldoko saat memberikan keterangan pers di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (20/1/2021).

Tidak hanya itu, informasi adanya menteri yang terkena Covid-19 juga dibatasi di antara menteri saja. Bahkan bila perlu, cukup hanya beberapa orang yang tahu saja. “Itu karena kita semua juga membatasi. Sehingga kalau terjadi di menteri ya cukup beberapa orang yang tahu,” ujar Moeldoko.

Menurutnya, yang lebih penting adalah langkah-langkah tindakan kesehatan yang harus dijalankan menteri yang terinfeksi virus corona. Seperti, tindakan tracing atau pelacakan orang-orang yang melakukan kontak erat dengan menteri tersebut.

“Setelah itu ada langkah-langkah tindakan kesehatan yang harus dijalankan. Agar apa? Agar semua hal yang berkaitan dengan tracing itu bisa berjalan,” jelas Moeldoko.

Mantan Panglima TNI ini menegaskan sangat berbeda konteksnya bila yang terkena Covid-19 adalah orang yang melakukan aktivitas di tengah massa yang sangat luar dan sulit dikendalikan. Sehingga ketika ia terkena Covid-19, maka harus diketahui oleh publik. Sedangkan menteri, ruang lingkupnya terbatas dan tidak berada di tengah massa yang sangat banyak dan sudah dikendalikan.

“Jadi saya pikir ini sudah saya jelaskan, bahwa kami-kami para menteri ini memiliki tugas yang relatif mudah, sangat mudah dikenali dengan baik. Kita punya instrumen kesehatan yang bisa setiap saat diberi tahu untuk melakukan tracing dan seterusnya, dan mudah dikontrol. Jadi dalam konteks ini saya pikir case-nya yang kita lihat,” terang Moeldoko.

Airlangga sendiri mengaku sudah sempat mendonorkan plasma kovalesennya pada pencanangan Gerakan Donor Plasma, pada Senin (19/1/2021) kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu mengakui pernah terpapar, namun sudah dinyatakan sembuh. Keinginannya untuk mendonorkan plasma sebagai salah satu bentuk ungkapan syukur karena bisa bertahan dari paparan Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Program Vaksinasi Covid-19, DPR Apresiasi Kinerja Kementerian BUMN

Terjaminnya vaksin yang dipesan pemerintah Indonesia dari berbagai pengembang vaksin ternama di dunia dan dari dalam negeri menunjukkan kinerja yang solid.

POLITIK | 20 Januari 2021

Contohkan Kasus Nenek Minah, Komjen Sigit Minta Penegakkan Hukum Harus Humanis

Sigit menyatakan, saat ini masyarakat memerlukan penegakan hukum yang memberikan rasa keadilan, bukan penegakan hukum dalam rangka untuk kepastian hukum.

POLITIK | 20 Januari 2021

Fit And Proper Test Hari Ini Tahapan Terakhir Komisi III Sebelum Setuju atau Tolak Sigit Jadi Kapolri

Agenda dalam fit and proper test ini adalah penyampaian arah kebijakan Kapolri, dialog dan tanya jawab.

POLITIK | 20 Januari 2021

Kapolri dan Perwakilan Angkatan Temani Sigit di Fit and Proper Test DPR

Apa yang telah diputuslan Presiden sebagai pimpinan tertinggi Polri, hanya dua yakni dilaksanakan dan diamankan.

POLITIK | 20 Januari 2021

Pratikno Lantik 11 Pejabat Eselon I di Kementerian Sekretariat Negara

Dari 11 pejabat yang dilantik, sembilan tetap menduduki jabatan yang sama.

POLITIK | 20 Januari 2021

Mendagri: Pilkada 2020 Mengukir Sejarah Demokrasi di Indonesia

Tito menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pelaksanaan Pilkada 2020.

POLITIK | 19 Januari 2021

AHY Ajak Anak Muda Berani Bersuara

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak anak muda untuk berani bersuara.

POLITIK | 19 Januari 2021

PDIP Rotasi Sejumlah Anggota Termasuk Ribka Tjiptaning

Anggota Fraksi PDIP Ribka Tjiptaning dirotasi dari Komisi IX yang mengurusi isu kesehatan ke Komisi VII yang membidangi energi dan sumber daya mineral.

POLITIK | 19 Januari 2021

Lanjutkan Fit and Proper Test Calon Kapolri, Komisi III Gelar Uji Makalah

Calon Kapolri akan melaksanakan tes wawancara dan tanya jawab yang dijadwalkan Rabu besok.

POLITIK | 19 Januari 2021

PDIP Raih 3 Rekor Muri, dari Penanaman Pohon Terbanyak hingga Tumpeng untuk Rakyat

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku bangga dengan 3 penghargaan Muri yang diperoleh PDI Perjuangan.

POLITIK | 18 Januari 2021


TAG POPULER

# Penganiayaan Perawat


# Reshuffle Kabinet


# Vaksinasi Covid-19


# Larangan Mudik


# Vaksin Nusantara



TERKINI

Menteri BUMN Tantang Milenial Jadi Pengusaha dan Ciptakan Lapangan Kerja

EKONOMI | 4 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS