Survei: 41% Anak Muda Dukung Pilkada 2020
Logo BeritaSatu

Survei: 41% Anak Muda Dukung Pilkada 2020

Selasa, 24 November 2020 | 18:16 WIB
Oleh : Robertus Wardy / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Sebanyak 41% anak muda usia 17-30 tahun mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Meski terjadi pandemi Covid-19, mereka berpandangan Pilkada harus dilanjutkan dengan syarat menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

““Respons anak muda terkait Pilkada 2020 terbagi menjadi dua kubu dengan mayoritas dari mereka menganggap Pilkada harus lanjut dengan protokol kesehatan yang ketat (41%). Sebagian lagi menunda Pilkada karena masih pandemi Covid-19 untuk mengurangi potensi terinfeksi Covid-19 (37%),” kata peneliti Perludem Maharddhika dalam paparan hasil survei atau jajak pendapat “Harapan dan Persepsi Anak Muda Terhadap Pilkada 2020” di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Meski mendukung Pilkada tetap dilanjutkan, hasil survei menunjukkan 70 persen kaum muda melihat pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi Covid 19 akan memengaruhi kualitas Pilkada. Hanya 16% yang menyebut Covid-19 tidak berpengaruh terhadap kualitas Pilkada 2020.

Dia menyebut hasil survei menemukan meski mayoritas anak muda (usia 17-30 tahun) mengetahui adanya Pilkada di daerahnya. Namun mereka tidak mengetahui dan tidak yakin mengenai calon-calon kepala daerahnya. Mayoritas dari mereka juga tidak mengetahui dan tidak yakin dengan rekam jejak dari calon kepala daerah di daerahnya.

“Tingginya partisipasi responden usia muda dalam menyuarakan kepeduliannya terkait pemilihan kepala daerah pada survei ini menjadi sebuah indikasi positif partisipasi politik mereka. Namun tentunya aspirasi tersebut perlu didengar dan ditindaklanjuti oleh para pemegang kebijakan di daerahnya,” ujar Maharddhika.

Sementara Direktur Kerja Sama Change.org Indonesia Desma Murni mengemukakan calon kepala daerah yang ikut pilkada semestinya dapat merangkul anak muda. Kaum muda hendaknya bukan cuma sebagai konstituen atau target pengumpulan suara tiap lima tahun sekali, tapi juga mendengarkan suara dan melibatkan mereka sebagai mitra untuk membangun daerahnya.

“Ada 4 dari 5 responden berpendapat penting bagi anak muda untuk ikut memilih dan mengawal pemerintahan setelah pilkada, termasuk mengawasi kepala daerah terpilih agar memenuhi janji-janji kampanyenya,” ujar Desma.

Survei merupakan kerja sama Warga Muda, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Campaign.com, Golongan Hutan dan Change.org Indonesia. Survei dilakukan selama satu bulan, antara 12 Oktober-10 November 2020.

Survei dilakukan secara daring (online) yang disebarkan melalui kanal-kanal media sosial, aplikasi percakapan, website dan email pengguna Change.org Indonesia serta jejaring mitra penyelenggara. Survei dilakukan terhadap 9,087 responden yang tersebar di 34 provinsi.

Mayoritas responden survei yaitu 82 persen adalah anak muda di rentang usia 17-30 tahun yang merupakan warga muda aktif pengguna media sosial. Data KPU pada Pemilu 2019 menyebutkan pemilih muda pada usia 17-30 tahun mencapai 60 juta orang atau sekitar 31 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini 38 RUU yang Diusulkan Masuk ke Prolegnas Prioritas 2021

RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU tentang Energi Baru dan Terbarukan, dan RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol masuk prolegnas.

POLITIK | 24 November 2020

Gubernur Sumut Pastikan Kesiapan Pilkada Serentak 2020

Pemprov Sumut bersama 23 pemerintah kabupaten/kota terus melakukan koordinasi dalam melaksanakan pilkada di tengah pandemi Covid-19.

POLITIK | 24 November 2020

Survei: Anak Muda Kurang Antusias Sambut Pilkada 2020

Alasannya, pelaksanaan Pilkada tidak banyak memberikan banyak perubahan bagi daerah yang melaksanakan Pilkada, terutama bagi mereka yang berusia muda.

POLITIK | 24 November 2020

Pasangan Mahyeldi-Audy Silaturahmi dengan Suharso Monoarfa

Turunnya Suharso Monoarfa ke Sumbar sebuah bukti keseriusan memenangkan pasangan Mahyeldi-Audy.

POLITIK | 24 November 2020

Polda Sumut Identifikasi 1.352 TPS Rawan Kericuhan

Potensi kericuhan ini masuk dalam dua kategori yakni, rawan kericuhan dan sangat rawan.

POLITIK | 24 November 2020

Surya Paloh Positif Covid-19 Dirawat di RSPAD

Saat ini, Surya Paloh tengah observasi dan perawatan di RSPAD Gatot Soebroto untuk mendapatkan pengobatan lanjutan.

POLITIK | 23 November 2020

Puskapol UI: Fokus KPPS, Sirekap Belum Mendesak

Puskapol Sirekap pada Pilkada Serentak 2020 belum mendesak. Hal paling mendesak sekarang yakni pembentukan KPPS karena Pilkada dilaksanakan di tengah pandemi.

POLITIK | 23 November 2020

Jokowi Minta Laporan Kepastian Vaksin Covid-19 Didatangkan ke Indonesia

"Ini sampai di tangan kita kapan karena mestinya proses-proses administrasi, proses-proses pembayaran mestinya sudah dilakukan,” kata Jokowi.

POLITIK | 23 November 2020

Jokowi: Tegakkan Aturan Protokol Kesehatan dalam Pilkada

“Saya juga minta kepada Mendagri, Kapolri dan Satgas di daerah untuk memberi perhatian khusus pada proses Pilkada,” kata Jokowi.

POLITIK | 23 November 2020

Legislator: Instruksi Mendagri Pengingat Penegakan Protokol Kesehatan

Legislator Zulfikar Arse Sadikin menilai Instruksi Mendagri 6/2020 mengingatkan kepala daerah agar tidak lengah dalam menegakkan protokol kesehatan.

POLITIK | 22 November 2020


TAG POPULER

# Sepeda Motor Masuk Tol


# Pemerasan Wali Kota


# KRI Nanggala


# Universitas Nusa Mandiri


# Larangan Mudik



TERKINI

Terima Suap, Penyidik KPK Ditahan di Rutan KPK

NASIONAL | 12 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS