Ketua MPR Minta Tim Pemburu Koruptor Kembali Dikaji

Ketua MPR Minta Tim Pemburu Koruptor Kembali Dikaji
Bambang Soesatyo. (Foto: Antara)
Markus Junianto Sihaloho / YUD Rabu, 15 Juli 2020 | 15:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo meminta agar Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD mengkaji lagi pengaktifan Tim Pemburu Koruptor (TPK) dengan melihat dari sisi urgensi pembentukannya di tengah banyaknya jajaran penegak hukum negara.

"Mengingat seharusnya pemerintah belajar dari kegagalan TPK pada masa lalu yang terbukti tidak efektif memberikan hasil optimal," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, Rabu (15/7/2020).

Baginya, lebih baik Kemenko Polhukam meningkatkan sinergitas dan koordinasi serta supervisi instrumen hukum yang ada. Seperti dengan Kepolisian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan, agar dapat meneguhkan kembali integrated criminal justice system.

Bamsoet mengaku saat ini jauh lebih baik mendorong institusi-institusi penegak hukum yang ada terus bekerja secara optimal dan konsekuen dalam memburu koruptor. Termasuk untuk menyelamatkan aset negara yang dirampok dengan cara korupsi. "Sehingga pengaktifan TPK tidak diperlukan kembali," imbuhnya.

Diketahui, Menko Polhukam, Mahfud MD mengaku telah mengaktifkan kembali Tim Pemburu Koruptor untuk memburu aset para tersangka atau terpidana yang melarikan diri atau yang bersembunyi atau yang disembunyikan. Tim ini pernah ada sebelumnya tetapi tidak diperpanjang karena masa kerjanya habis. Dengan munculnya buronan Djoko Tjandra bulan Juni lalu, tetapi kemudian hilang lagi, maka tim itu perlu dibentuk kembali. Salah satunya untuk menangkap buronan sekaligus koruptor Djoko Tjandra.



Sumber: BeritaSatu.com