Ali Sastroamidjojo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Logo BeritaSatu

Ali Sastroamidjojo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Selasa, 14 Juli 2020 | 09:58 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Usulan pemberian gelar pahlawan nasional terhadap Ali Sastroamidjojo mulai dirintis kembali. Langkah pengusulan yang dimulai pada 2015 akan dilanjutkan untuk memberikan tempat yang selayaknya bagi mantan Perdana Menteri Indonesia dua periode tersebut.

Ketua Umum GMNI Imanuel Cahyadi mengatakan Ali Sastroamidjojo layak mendapat gelar pahlawan nasional.

“Beliau sudah selayaknya mendapat gelar pahlawan nasional. Perjuangan beliau dalam memerdekakan Indonesia dan juga bangsa-bangsa dunia ketiga melalui Konferensi Asia Afrika menunjukkan kontribusi nyata, tidak hanya bagi bangsa Indonesia tapi juga bagi bangsa Asia dan Afrika. Bagi GMNI, ini merupakan tanggung jawab ideologis,” kata Imanuel, Selasa (14/7/2020).

Menurut Imanuel banyak pihak yang sudah mengetahui rekam jejak Ali Sastroamidjojo dalam perjuangannya memerdekakan Indonesia dan merawat kemerdekaan, tetapi mungkin masih banyak yang belum mengetahui fakta bahwa Ali Sastroamidjojo belum menerima gelar pahlawan nasional.

Pihak keluarga beserta tim pengusul yang berisi sejarawan, peneliti, mantan aktivis, dan juga GMNI melakukan langkah awal melalui audiensi dengan Kementerian Sosial bidang Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan, dan Restorasi Sosial (K2KRS).

Direktur K2KRS Joko Irianto menyampaikan pihaknya menyambut baik usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Ali Sastroamidjojo.

“Kita dari Kemsos selalu terbuka untuk menerima setiap masukan usulan gelar pahlawan nasional. Selanjutnya tinggal melengkapi persyaratan yang dibutuhkan, serta melaksanakan langkah-langkah sesuai yang diatur dalam UU 20/2009,” kata Joko saat audiensi belum lama ini.

Keluarga Ali Sastroamidjojo melalui juru bicaranya, Tarida Sastroamidjojo menyampaikan tentang upaya keluarga yang pernah mengusulkan Ali Sastroamidjojo sebagai pahlawan nasional. Tarida berharap kakeknya yang merupakan tokoh diplomasi Indonesia dapat disejajarkan dengan tokoh perjuangan lain pada zamannya.

“Tonggak sejarah perjuangan Pak Ali dapat dilihat dari bergabungnya beliau di PNI (Partai Nasional Indonesia), ikut dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, mengemban amanah sebagai Perdana Menteri dalam dua periode, Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Duta Besar Perdana Indonesia untuk Amerika, dan tentunya Penggagas Konferensi Asia-Afrika. Oleh karena itu, kami pihak keluarga serta tim yang terlibat, ingin mengusulkan beliau untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional,” kata Tarida.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Polemik RUU HIP, Mantan Ketua Baleg Dorong DPR Libatkan Masyarakat

DPR diharapkan dapat melibatkan masyarakat dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

POLITIK | 12 Juli 2020

Formappi: Jabatan Tambahan Membawa Prabowo Kembali Bersinar

penambahan tugas Menhan Prabowo Subianto sebagai Ketua Ketahanan Pangan Nasional sangat strategis dijadikan sebagai panggung politik.

POLITIK | 13 Juli 2020

Bawaslu Usulkan Perpanjangan Jangka Waktu Pemeriksaan Pidana Pemilu

Pemeriksaan perkara pidana pemilu tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang untuk memeriksa bukti dan saksi-saksi.

POLITIK | 13 Juli 2020

Wajar, Penunjukan Prabowo Pimpin Program Lumbung Pangan Nasional

Terkait persoalan siapa yang memimpin, Willy Aditya menganggap wajar jika program tersebut menjadi bagian kerja dari Kementerian Pertahanan.

POLITIK | 13 Juli 2020

Pengamat: Jabatan Tambahan Prabowo untuk Dongkrak Popularitas

Ray Rangkuti melihat pemberian jabatan tambahan kepada Prabowo Subianto dari Presiden Jokowi sebagai bagian dari upaya mendongkrak kembali popularitas Prabowo.

POLITIK | 13 Juli 2020

Partai Emas Resmi Didirikan

Partai Emas berjanji akan menyejahterakan rakyat Indonesia.

POLITIK | 13 Juli 2020

Bawaslu: Kriminalisasi Pemilu Harus Dihentikan

Pelanggaran dalam Pemilu atau Pilkada hendaknya tidak semua dibawa ke hukum pidana pemilu.

POLITIK | 13 Juli 2020

10 Kelompok Tani Hutan NTT Dapat Bantuan Rp 500 Juta

Politisi PDI-P, bekerja sama dengan KLHK membantu 10 kelompok tani hutan di daerah pemilihannya, NTT. Masing-masing kelompok tani mendapat bantuan Rp 50 juta.

POLITIK | 13 Juli 2020

Masih Ada Menteri Bekerja di Bawah Ekspektasi Presiden

Jika masih ada menteri yang bekerja biasa-biasa saja, maka Jokowi memang akan melakukan perombakan atau reshuffle kabinet.

POLITIK | 12 Juli 2020

Golkar Klaim Tanpa Mahar di Pilkada 2020

Setiap bakal calon kepala daerah di Pilkada 2020 ditetapkan berdasarkan hasil survei oleh lembaga independen.

POLITIK | 12 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS