Jajaran Baguna PDIP Diminta Selalu Siap Bantu Rakyat Tanpa Lihat Pilihan Politik

Jajaran Baguna PDIP Diminta Selalu Siap Bantu Rakyat Tanpa Lihat Pilihan Politik
Rapat Koordinasi (rakor) Baguna di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (11/7/2020). (Foto: Istimewa / Istimewa)
Markus Junianto Sihaloho / CAR Sabtu, 11 Juli 2020 | 16:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengingatkan jajaran Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP selalu siap membantu rakyat tanpa melihat pilihan politik. Hasto juga menyampaikan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa situasi saat ini mengharuskan seluruh warga dunia, tak terkecuali Indonesia, siap dengan new normal atau normal baru.

Hasto menambahkan pandemi Covid-19 tidak boleh membuat api ideologi Pancasila yang memiliki semangat perikemanusiaan menjadi hilang. Hasto menegaskan PDIP selama ini tak diragukan menjadi yang terdepan dalam membumikan perikemanusiaan dan kerakyatan. PDIP menyadari sepenuhnya, sesuai yang diajarkan seluruh agama bahwa sebagai ciptaan Tuhan harus saling membantu dan menolong.

“Kita harap kader Baguna selalu siap bergerak di tengah rakyat, membantu dan berpihak kepada rakyat tanpa membedakan pilihan politiknya. Meskipun di sosmed kita sering dikepung, percayalah seperti disampaikan Bung Karno, senjata yang paling kuat adalah persatuan dengan rakyat itu sendiri,” kata Hasto dalam Rapat Koordinasi (rakor) Baguna di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Menurut Hasto, pandemi Covid-19 merupakan momentum untuk bangsa Indonesia mengembangkan kemampuan berdikari. Sebab Indonesia penuh dengan sumber obat-obatan yang alami, dan ramah tubuh.

Hasto menyatakan pandemi Covid-19 juga semakin menyadarkan perlunya mengembangkan semangat berdikari, ketika sempat terjadi kelangkaan masker dan alat pelindung diri (APD). Menurut Hasto, kantor PDIP di pusat dan daerah pun diubah menjadi sentra produksi masker serta APD.

“Di balik Covid-19 ini membuka jalan bagi kita agar berdikari bisa kita lakukan, karena kita punya semua sumber dayanya. Sekarang yang harus dilakukan adalah mengutamakan rasionalitas publik serta mendorong riset dan pengembangan,” tegas Hasto.

Hasto menjelaskan Rakor Baguna dilaksanakan demi mendorong terbangunnya optimisme dan menebar kebaikan. Hasto menambahkan, sejatinya Baguna memang selalu menebarkan semangat kerakyatan itu. Hasto menuturkan PDIP tetap setia pada jalan kerakyatan dan percaya Baguna bisa melaksanakannya.

“Ketika digembleng dengan serangan serta fitnahan, partai bisa selalu solid, dalam satu kesatuan rampak barisan, bahwa mereka yang selalu menyerang dan fitnah kita. Kita tunjukkan rakyat selalu memberikan kepercayaan makin besar kepada PDI Perjuangan,” kata Hasto.

Sementara Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning mengatakan tema Rakor Baguna yaitu “'Semua Buat Semua, Satu Buat Semua, Semua Buat Satu”. Ribka mengungkap berbagai bencana alam tetap perlu mendapat perhatian.

“Keprihatinan yang muncul saat ini adalah aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang masih terjadi, yang berdampak juga ke Jawa Tengah, Jakarta, dan daerah lain. Lalu berbagai bencana alam di Banten maupun Jaawa Barat. Di Riau, Sulawesi Selatan, terjadi banjir bandang. Kita harus cepat berkoordinasi agar bisa membantu rakyat,” kata Ribka.

Masalahnya, menurut Ribka, semua kejadian bencana itu terjadi di tengah pandemi Covid-19 yang mewajibkan pelaksanaan protokol kesehatan. Salah satunya adalah menjaga jarak. Ribka mengatakan Badan SAR Nasional (Basarnas) diajak memberikan materi dalam Rakor Baguna, karena berpengalaman dalam hal teknis kebencanaan.

Rakor diikuti para ketua Baguna dari 34 provinsi. Rakor dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Para peserta terlebih dahulu dipastikan non-reaktif dengan rapid test. Selain itu setiap peserta dilengkapi dengan masker serta hand sanitizer, dan selalu menjaga berjarak.

Peserta juga diwajibkan meminum jamu. Sesi acara diatur sedemikian rupa sehingga rapat bisa berlangsung singkat, padat, dan jelas. Pada kesempatan itu, Hasto didampingi Wasekjen Bidang Kerakyatan Sadarestuwati, dan Ketua DPP PDIP Wiryanti Sukamdani. Hadir sebagai narasumber Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Basarnas, Abdul Haris Achadi.



Sumber: BeritaSatu.com