Pembelian Heli Senilai Lebih dari Rp 28 T Diminta Dipertimbangkan

Pembelian Heli Senilai Lebih dari Rp 28 T Diminta Dipertimbangkan
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa. (Foto: Dok )
Markus Junianto Sihaloho / YUD Jumat, 10 Juli 2020 | 17:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Iqbal meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memerhitungkan kembali rencana pembelian 8 unit helikopter jenis MV-22 Osprey Block C yang nilainya sekitar lebih Rp 28 triliun.

Menurutnya, Kementerian Pertahanan terlebih dahulu harus memperhitungkan dari berbagai aspek yaitu tentang kegunaan, harga, dan kondisi perekonomian nasional saat ini.

Dilihat dari sisi kegunaan yang diperuntukkan penanganan bencana karena daya angkut penumpang dan untuk patroli keamanan wilayah, jika tanpa dilengkapi dengan persenjataan yang lengkap, maka pengadaan itu tak tepat.

"Apa lagi harga satuannya cukup mahal sekitar USD 250 juta. Saya berpendapat Kemhan bisa memilih opsi pembelian pesawat atau helikopter lain yang lebih murah, canggih dan dilengkapi dengan persenjataan yang lengkap," kata Iqbal, Jumat (10/7/2020).

Belum lagi jika harga mahal itu dibandingkan dengan kondisi ekonomi saat ini yang sangat sulit akibat pandemi corona. Menurutnya hal tersebut juga menjadi pertimbangan dari Kemhan. Dengan tidak membeli heli jenis itu, Iqbal mengatakan pemerintah bisa menghemat anggaran yang besar dan memanfaatkan anggaran tersebut untuk melakukan pembelian produk pertahanan yang diproduksi di dalam negeri.

"Dan hal itu kan sesuai dengan arahan presiden untuk menggerakkan perekonomian Indonesia," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com