Hasto Tegaskan PDIP Anti-Komunisme, Sekulerisme, dan Fasisme

Hasto Tegaskan PDIP Anti-Komunisme, Sekulerisme, dan Fasisme
Hasto Kristiyanto. (Foto: Antara / Reno Esnir)
Markus Junianto Sihaloho / WBP Minggu, 5 Juli 2020 | 08:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan partainya berkomitmen menjaga Indonesia sebagai negara Pancasila, bukan negara komunis, sekuler, liberal, atau fasis. PDIP juga menolak berbagai upaya kelompok yang mencoba mengganti Pancasila.

"PDI Perjuangan bersama segenap komponen bangsa lainnya menolak berbagai upaya baik dari ekstrim kiri maupun ekstrim kanan yang mencoba mengganti Pancasila. Karena itulah dukungan terhadap Pancasila sebagaimana sering disuarakan akhir-akhir ini, termasuk oleh mereka yang sebelumnya memiliki pandangan ideologi berbeda, merupakan dialektika kemajuan yang semakin menunjukkan kebenaran terhadap Pancasila sebagai ideologi negara," ujar Hasto Kristiyanto, Minggu (5/7/2020).

Baca juga: Try Sutrisno Paparkan Empat Poin Penting Pembinaan Ideologi Pancasila

Penegasan Hasto soal sikap PDIP itu terjadi di tengah upaya sekelompok massa, seperti Persatuan Alumni 212 dan ormas tak berizin Front Pembela Islam (FPI), yang muncul belakangan di media massa atau jalanan. Kelompok itu memojokkan partai yang didirikan Proklamator RI Soekarno itu, sebagai partai komunis dan berusaha mengganti Pancasila.

Padahal partai berlambang banteng yang diketuai putri Bung Karno Megawati Soekarnoputri itu, justru yang selama ini dikenal publik sebagai partai berideologikan Pancasila. Bahkan pernyataan sikap politik dan kebijakannya selalu bertemakan Pancasila.

Hasto menjelaskan bahwa proses kelahiran Indonesia melalui perjuangan panjang, hingga akhirnya merdeka karena kekuatan sendiri. Indonesia berdiri dengan landasan kokoh yang digali melalui pemikiran yang jernih, membumi, visioner, serta terus menggelorakan semangat pembebasan dari segala bentuk penjajahan, khususnya kapitalisme dan imperialisme.

Dengan Pancasila, kata Hasto, Indonesia mampu menghadapi berbagai ujian sejarah seperti kemampuan memadamkan pemberontakan PKI, DI/TII, Permesta, Pemberontakan RMS, dan lain-lain. Pancasila juga terbukti membuat Indonesia bersatu.

"Dengan Pancasila kita selalu satu, berbeda dengan Yugoslavia, Uni Soviet yang terpecah belah, juga Yaman, Irak, Suriah dan lain-lain, yang terus dihadapkan pada krisis. Karena itulah adanya falsafah hidup, falsafah dasar, dan alat pemersatu seperti Pancasila selalu kita syukuri,” beber Hasto.

Dengan ideologi yang menjadi pemersatu tersebut, ditegaskannya bahwa Pancasila jelas terbukti efektif menjadi dasar dan tujuan kehidupan berbangsa.

“Melalui Pancasila kita tegaskan bahwa Indonesia bukan negara sekuler, bukan negara komunis, bukan negara teokrasi, bukan liberal, dan bukan fasisme. Indonesia adalah negara Pancasila, suatu konsepsi negara kebangsaan yang berdiri di atas paham individu atau golongan," pungkasnya.

Ditambahkan Hasto, dengan Pancasila Bangsa Indonesia mampu mengatasi berbagai paham yang antiketuhanan dan antikemanusiaan. Pancasila berbeda dengan paham ekstrimisme radikal.
Hasto menegaskan, kini saatnya seluruh bangsa Indonesia bersatu teguh dalam Pancasila di tengah ancaman isme yang tak sesuai dengan jalan hidup bangsa Indonesia. "Saatnya kedepankan semangat persaudaraan sebagai satu bangsa yang bertanah air satu, Indonesia," tegas Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com