Soal Perombakan Kabinet, Presiden Jokowi Diharapkan Dengar Aspirasi Rakyat

Soal Perombakan Kabinet, Presiden Jokowi Diharapkan Dengar Aspirasi Rakyat
Joko Widodo. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Markus Junianto Sihaloho / JAS Jumat, 3 Juli 2020 | 18:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Plh Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan suara masyarakat sebelum memutuskan apakah akan melakukan perombakan kabinet (reshuffle) atau tidak.

Kata Saleh, bagi pihaknya, reshuffle kabinet adalah sepenuhnya hak prerogatif alias hak mutlak seorang presiden. Maka keputusannya berada di tangan Presiden Jokowi.

Masalahnya, lanjut dia, sejauh ini muncul polemik soal apakah sudah saatnya Presiden Jokowi melaksanakan atau tidak. Menyangkut itu, Saleh berharap Presiden Jokowi mencari tahu sendiri bagaimana sikap masyarakat.

"Menurut saya, Presiden harus mendengar. Kenapa? Karena presiden adalah rakyat dan rakyat adalah presiden. Itu sistem demokrasi," kata Saleh, Jumat (3/7/2020).

Kata Saleh, ketika seorang Jokowi diangkat menjadi presiden, maka yang bersangkutan adalah presiden bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka presiden juga sebaiknya mendengar aspirasi seluruh rakyatnta.

Apalagi, lanjutnya, adalah masyarakat yang menjadi target atau sasaran kebijakan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintahan Jokowi. Sementara di lapangan, masyarakat merasakan program tersebut sejauh ini belum maksimal.

"Saya katakan ini ada problem di sini di situ. Yang harus dilakukan oleh presiden adalah evaluasi-evaluasi yang konkrit dan nyata," imbuhnya.

Bagi PAN sendiri, pihaknya takkan ikut-ikutan mendorong atau menolak reshuffle kabinet. Pihaknya hanya ingin berkonsentrasi membantu Pemerintah dari berbagai aspek, khususnya dalam konteks kerja Parlemen, menghadapi dampak pandemi Covid-19.

"Kita ini tidak ada urusan dengan reshuffle. Kita tidak dalam posisi mendukung atau tidak mendukung," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com