Mendagri: Pilkada Serentak Menggerakkan Roda Perekonomian

Mendagri: Pilkada Serentak Menggerakkan Roda Perekonomian
Tito Karnavian. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Arnold H Sianturi / FMB Jumat, 3 Juli 2020 | 14:06 WIB

Medan, Beritasatu.com - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak di Tanah Air, yang agenda pelaksanaannya di tengah pandemi Covid-19 pada 9 Desember 2020 mendatang, memiliki peranan dalam pemulihan ekonomi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, ada anggaran dana sekitar Rp 13 triliun-Rp 14 triliun yang akan mengalir ke 270 daerah di Tanah Air yang menyelenggarakan pilkada serentak tersebut.

"Jumlah ini belum termasuk yang dikeluarkan oleh kontestan yang maju dalam pilkada di daerah," ujar Tito Karnavian dalam acara silaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat di Medan, Jumat (3/7/2020).

Mantan Kapolri ini mengungkapkan, jika ada dua kontestan yang maju di setiap daerah dari 270 daerah yang menggelar pilkada, dengan estimasi biaya yang dikeluarkan Rp 10 miliar, maka perputaran uang sedikitnya Rp 5,4 triliun.

"Dengan penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini, ada sedikitnya 3 juta lebih lapangan kerja yang terbuka. Ini merupakan bagian dari programnya padat karya ," kata Tito.

Menurutnya, besaran anggaran yang mengalir itu akan digunakan, sekitar 60 persen digunakan penyelenggara. Bila ada 10 petugas di setiap TPS, maka jika dikali 304.000 TPS di 270 daerah, maka akan ada insentif untuk lebih kurang 3 juta orang lebih.

"Artinya, ada 3 juta lebih lapangan kerja yang akan terbuka, dan itu programnya padat karya," kata Tito.

Selain untuk penyelenggara pilkada, sambung Tito, sekitar 40 persen anggaran digunakan untuk pembelian peralatan pilkada, seperti tinta, kertas, pena, tempat sampah, alat pelindung diri dari Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com