DPR Dukung Pengembangan Produksi di Kalteng

DPR Dukung Pengembangan Produksi di Kalteng
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono meninjau lahan potensial yang merupakan kawasan aluvial pada lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Provinsi Kalimantan Tengah, Minggu (14/6/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Markus Junianto Sihaloho / WM Jumat, 26 Juni 2020 | 10:24 WIB

 

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi V DPR, Lazarus menyatakan, pihaknya mendukung penuh langkah Pemerintahan Jokowi- Ma'ruf Amin yang ingin memaksimalkan produk pangan nasional di tengah pandemi Covid-19 lewat pengembangan produksi di bekas lahan gambut di Kalimantan Tengah.

Dijelaskan oleh Lazarus, lahan gambut itu adalah aset nasional yang pengerjaannya sudah dimulai sejak era Soeharto. Dan selama ini, masyarakat pun sudah menanaminya dimana padi bisa tumbuh baik dan berproduksi, walaupun hasilnya kurang maksimal.

"Karena irigasi tak terurus dan jadi tersumbat. Sekarang Kementerian Pekerjaan Umum mengambil posisinya memperbaiki saluran irigasi. Kalau diperbaiki memang bisa jadi lumbung pangan nasional," kata Lazarus, Jumat (27/6/2020).

Satu hal yang Komisi V ingatkan adalah agar Kementerian Pertanian benar-benar terlibat memastikan bagaimana supaya lahan ini menjadi produktif dan maksimal. Begitu juga dengan pelibatan Kementerian Pertahanan, Komisi V melihat bahwa jika ada tenaga yang bisa dikerahkan untuk membantunya, maka hal itu positif.

"Karena kita dikejar waktu. Akibat pandemi Covid-19 ini, yang kuat pangannya bisa bertahan. Makanya sektor pangan didorong," ujarnya.

Selain itu, dia juga berharap Pemerintah memperhatikan rantai distribusi yang masih kurang bagus. Jadi langkahnya harus jelas dari perbaikan lahan untuk memperkuat produksi, hingga memastikan rantai produksi yang efektif dan efisien.

"Kami dari DPR mengingatkan. Dulu kan ini pernah gagal. Supaya tak begitu, ini agar diteliti lebih lanjut. Dari foto dan video pengolahan lahan dari Menteri PU sih ini diolah seadanya saja bagus. Jadi sangat berpotensi sebenarnya. Dan ini bukan cuma bisa menjadi lumbung pangan, tapi juga menyerap tenaga kerja di sana. Ini dua hal yang kita butuhkan," beber Politikus PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya, di dalam rapat Komisi V, Kamis (25/6/2020), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menjelaskan Pemerintah sedang menyiapkan lumbung pangan atau food estate di Kalimantan Tengah.

Rencananya, proyek tersebut bakal dikerjakan di atas lahan seluas 165 ribu hektare, meski luas lahan potensial adalah sekitar 295.000 hektare.

Dijelaskannya, awalnya ada tiga alternatif wilayah pengembangannya. Yakni Merauke Papua, Sumatera Selatan, dan Kalteng. "Diputuskan dipilih di Kalteng di eks lahan gambut. Tapi ini yang tidak ada gambutnya, ini adalah aluvial," imbuh Basuki.

Basuki menyatakan, kementeriannya tak sendirian mengerjakan proyek itu. Kementerian Pertahanan bahkan dilibatkan karena sektor pangan termasuk sektor pertahanan non militer. Lalu menyertakan BUMN yang akan mengolah 165 ribu hektare.

"Ketahanan pangan itu diperlukan untuk ketahanan non militer. Jadi Pak Prabowo akan menggerakkan pemuda-pemuda yang dibekali dengan kompetensi pertkomputer dan pertanian," kata Basuki.



Sumber: BeritaSatu.com